<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163</atom:id><lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2009 00:56:52 +0000</lastBuildDate><title>TEMPAT CURHAT</title><description></description><link>http://embun-putih.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (embun hati)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-7730267238708754374</guid><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 11:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-07T18:32:14.589+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>Tinjauan Tentang Motivasi Belajar</title><description>Motivasi merupakan suatu kondisi kejiwaan individu yang dapat mendorongnya untuk melakukan suatu aktivitas guna pemenuhan kebutuhan atau mencapai tujuan. Motivasi menjadi daya bagi individu untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Menurut Tabrani Rusyam (1980:100) pada hakekatnya motivasi adalah perbuatan energi dalam diri seseorang ditandai dengan timbulnya perasaan dari reaksi untuk mencapai tujuan. Dalam pengertian tersebut menggambarkan bahwa motivasi mengandung suatu kekuatan yang timbul dalam diri seseorang sebagai dukungan untuk memenuhi keinginannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan suatu organisasi atau lembaga, motivasi  dipandang sebagai suatu karakteristik dan suatu keadaan. Pandangan tentang hal ini dikemukakan oleh Soejono Trimo (1986 : 174) sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Motivasi itu pada hakikatnya merupakan suatu karakteristik atau suatu kepribadian yang cukup stabil sehingga setiap individu dipandang berbeda dari individu yang lain, termasuk orientasinya terhadap pekerjaan/tugasnya.&lt;br /&gt;b. Motivasi itu sebenarnya merupakan suatu keadaan (state) psikologis yang dapat diubah/dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan motivasi yang dianggap sebagai suatu karakteristik (kepribadian), dimana seorang melaksanakan tugas/pekerjaannya tidak didasarkan pada ada tidaknya penghargaan bagi penyelesaian tugas/pekerjaan tadi, melainkan pada aktivitas pekerjaan itu sendiri serta adanya perasaan puas yang diperolehnya dalam melakukan pekerjaan tersebut. Setiap individu yang tampil dengan motivasi seperti ini lebih tertarik pada konteks pekerjaan (job context) dari pada penghargaan atau upah yang diperolehnya. Sedangkan motivasi yang termasuk sebagai suatu keadaan maksudnya yaitu seseorang (individu) dalam melaksanakan tugas/pekerjaan yang dimilikinya sangat bergantung pada suatu keadaan yang dihadapi pada saat itu. Keadaan utama yang paling menentukan motivasi kerja seseorang adalah jenis penghargaan (rewards) yang disediakan dalam lembaga/organisasi tempatnya berkiprah. Tetapi kadang-kadang motivasi kerja itu akan datang dari keinginan untuk memperoleh kepuasan kerja yang muncul dalam diri individu sendiri. Jadi motivasi kerja yang timbul sangat bergantung pada keadaan yang di hadapi pada saat itu.&lt;br /&gt;Dengan adanya motivasi akan terjadi perubahan energi dalam diri seseorang yang mengandung kemauan untuk bekerja atau melakukan sesuatu yang diperlukan sekaligus berusaha meniadakan berbagai gejala psikologis yang membuat diri malas dan tidak mendukung keinginan menjalankan sesuatu pekerjaan/kegiatan berkaitan dengan hal tersebut, Sardiman AM (1996 : 75) mengungkapkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Motivasi adalah serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Jadi motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar, tetapi tumbuh didalam diri seseorang. Maka dapat dikatakan sebagai sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan energi pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan kejiwaan, perasaan dan emosi untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu daya yang timbul dalam diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu aktivitas, sekaligus meredam perasaan tidak mau yang ada dalam diri seseorang. Adanya kondisi tersebut tidak terlepas karena adanya keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan, adanya dorongan yang timbul didalam diri serta faktor tuntutan terhadap setiap manusia untuk mewujudkan tujuan-tujuan hidup yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;Timbulnya motivasi dalam diri setiap orang pada dasarnya berhubungan dengan tujuan masing-masing dalam melakukan kegiatan atau tindakan tertentu. Adanya faktor tujuan menggerakkan setiap orang termotivasi untuk berbuat atau bertindak. &lt;br /&gt;Terkait dengan hal tersebut, Sardiman AM. (1996 : 86) menjelaskan terdapat (tiga) fungsi motivasi, antara lain :&lt;br /&gt;a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.&lt;br /&gt;b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.&lt;br /&gt;c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan lain mengenai fungsi motivasi dikemukakan oleh Kartini Kartono (2002 : 17), bahwa motivasi berfungsi sebagai alasan dasar, pikiran dasar, gambaran dan dorongan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu karena motivasi berpengaruh besar sekali terhadap tingkah laku manusia dalam merealisasikan keinginan-keinginan yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;Orang menjadi mau dan berusaha untuk menjalankan kegiatan sebaik-baiknya, tidak terlepas dari adanya motivasi yang timbul dalam diri orang tersebut maupun dorongan dari luar yang selaras dengan kepentingannya dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Motivasi membawa kekuatan (vitalitas) bagi seseorang untuk bertindak dan bekerja berdasarkan kebutuhan pada saat itu.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Djudju Sudjana (2000 : 156) menguraikan tujuan motivasi yang terdapat dalam diri seseorang, sebagai berikut :&lt;br /&gt;Motivasi pada dasarnya bertujuan menggerakkan seseorang atau kelompok orang dengan menumbuhkan dorongan atau motive dalam diri orang atau kelompok orang tersebut untuk melakukan tugas atau kegiatan yang diberikan kepadanya sesuai rencana dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat diatas menunjukkan bahwa motivasi bertujuan memberikan dorongan, semangat, dan kekuatan untuk melakukan suatu kegiatan, pekerjaan, atau tindakan tertentu dalam mewujudkan dan mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan fungsi lain dari motivasi yaitu menentukan prioritas kegiatan yang harus dilakukan, antara yang bermanfaat atau sebaliknya bagi pencapaian tujuan saat itu, sehingga motivasi memberi dorongan bagi seseorang untuk menyeleksi dan memilih kegiatan atau perbuatan.&lt;br /&gt;Pendapat para ahli mengenai jenis-jenis motivasi cukup beragam karena sangat bergantung pada sudut pandang masing-masing. Ada yang membagi jenis motivasi dilihat dari kebutuhan, dan ada pula yang membagi motivasi dilihat dari asal timbulnya motivasi. &lt;br /&gt;Salah satunya dikemukakan oleh Morgan, King Weisz, dan Schopler yang dikutip oleh Isbandi Ruminto Adi (1994 : 159) bahwa berdasarkan jenis kebutuhan, motivasi dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu :&lt;br /&gt;a. Motivasi Biologis, Tercakup di dalamnya adalah motivasi lapar (hunger motivation); motivasi haus (thrst motivation); motivasi seksual (sexual motivation).&lt;br /&gt;b. Motivasi sosial, termasuk di dalamnya antara lain; motivasi pencapaian (achievement motivation); dan motivasi kekuasaan (power motivation).&lt;br /&gt;c. Motivasi Aktualisasi Diri (self actualization); dan motivasi untuk bertindak efektif (effectance motivation) dalam kelompok motivasi yang membuat seseorang bertindak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan diatas menunjukkan bahwa terdapat tiga kelompok besar motivasi dalam diri setiap manusia ditinjau dari jenis kebutuhan yaitu motivasi biologis, motivasi sosial, dan motivasi diri. Ketiga motivasi tadi menjadi alasan bagi setiap individu dalam berbuat, bertindak, dan melakukan sesuatu kegiatan atau pekerjaan yang diperlukan. Keinginan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan, melatar belakangi seseorang untuk termotivasi untuk belajar. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat bersumber dari dalam diri sendiri maupun atas pengaruh dari pihak lain atau lingkungan interaktifnya. Karena motivasi pula seseorang tergerak untuk merealisasikan apa-apa yang didambakannya dalam kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan itu berdasarkan sumber motivasi, Sondang P. Siagian (1995 : 139) mengemukakan 2 (dua) jenis motivasi, yaitu:&lt;br /&gt;a. Motivasi Instrinsik, yaitu motivasi yang berada dalam diri seseorang atau dorongan atau gerakan untuk melakukan sesuatu yang tidak dipengaruhi oleh faktor laind ari luar dirinya, seperti; kebutuhan mempunyai pekerjaan atau kebutuhan untuk memperoleh teman baik.&lt;br /&gt;b. Motivasi Ekstrinsik, yaitu motivasi yang timbul pada diri seseorang akibat pengaruh dari luar dirinya, akibat hubungan dengan orang lain ataupun karena pengaruh lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa motivasi pada setiap orang bersumber dari dalam diri orang yang bersangkutan atau atas pengaruh dan dorongan dari pihak lain diluar dirinya sebagai stimulan (rangsangan) input untuk melakukan suatu tindakan, kegiatan dan pekerjaan yang memungkinkan tercapainya tujuan yang diinginkan pada saat itu.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian – uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi dalam kehidupan manusia demikian beragam, baik ditinjau dari jenis kebutuhan, sumber timbulnya motivasi maupun sifat dari motivasi tersebut. Keberadaan   jenis-jenis motivasi dalam diri seseorang, sangat tergantung pada kondisi yang dialami atau dihadapi saat itu yang menuntutnya untuk dipenuhi, sehingga ada motivasi yang diperlukan pada saat-saat tertentu saja dan ada pula yang diperluklan secara permanen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-7730267238708754374?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/tinjauan-tentang-motivasi-belajar.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-2800019050049942582</guid><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 11:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-07T18:31:15.856+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>Tinjauan tentang Metode Dialog</title><description>Strategi penyampaian (delivery strategy) adalah metode untuk mcnyampaikan pembelajaran kepada siswa. Gagne, dkk (1992:32) menyatakan bahwa strategi penyampaian adalah "everything necessary to allow a particular instructional system to operate as it was intended and where it was intended". Strategi penyampaian pembelajaran mencakup lingkungan fisik, guru, bahan pembelajaran, dan kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran. Dalam kaitannya dengan strategi, sumber belajar merupakan suatu komponen yang penting&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber belajar dibedakan menjadi enam jenis yaitu: pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar.&lt;br /&gt;1. Pesan/massage/isi adalah informasi yang ditransmisikan atau diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, konsep, prosedur, atau prinsip. Dalam konteks pembelajaran, pesan ini terkait dengan isi bidang studi yang sedang dipelajari&lt;br /&gt;2. Orang adalah semua personil yang terlibat dalam pencarian, pengolahan penyimpanan dan penyaluran pesan. Contohnya adalah guru (guru, dosen, guru, instruktur, tutor), siswa dan lainnya.&lt;br /&gt;3. Bahan adalah barang-barang yang disebut sebagai perangkat lunak (software) yang berisi pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan. Bahan berfungsi menyimpan pesan sebelum disalurkan menggunakan alat yang dirancang. Bahan ini sering disebut sebagai sumber belajar (software) atau perangkat lunak. Contohnya adalah buku, modul, majalah, bahan ajar terprogram, transparansi, film, VCD, atau pita audio.&lt;br /&gt;4. Alat adalah barang-barang yang disebut perangkat keras (hardware), yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan tadi. Contohnya adalah slide film proyektor, LCD, OHP, monitor TV, monitor komputer, kaset recorder, pesawat radio dan lain-lain.&lt;br /&gt;5. Teknik adalah prosedur yang utuh/lengkap atau pedoman langkah-langkah yang disiapkan untuk menyampaikan pesan/isi dengan menggunakan bahan, alat, orang, dan lingkungan belajar secara terkombinasi dan terkoordinasi. Contohnya: belajar mandiri, belajar jarak jauh, belajar secara kclompok, simulasi, diskusi, ccramah, pemecahan masalah, tanya jawab dan sebagainya.&lt;br /&gt;6. Latar atau lingkungan adalah situasi disekitar terjadinya proses pembelajaran. Latar ini dibedakan atas dua jenis yaitu lingkungan yang berbentuk fisik dan non fisik. Contohnya adalah: &lt;br /&gt;a. lingkungan fisik yaitu gedung sekolah, rumah, perpustakaan, laboratorium, studio, ruang rapat, museum, taman, dan sebagainya; &lt;br /&gt;b. lingkungan non fisik yaitu tatanan ruang belajar, sistem ventilasi, tingkat kegaduhan lingkungan belajar, cuaca, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degeng (1997) mengatakan bahwa sumber belajar pembelajaran mencakup semua sumber yang (mungkin) dapat digunakan oleh siswa agar terjadi perilaku belajar. Di sini dapat diartikan bahwa sumber belajar melebihi bidang audio visual tradisional dan menjangkau bidang teknologi pembelajaran masa sekarang dan masa yang akan datang. Membatasi ruang lingkup sumber belajar membawa konsekuensi, membatasi alat yang tersedia bagi pembelajaran. Sebaliknya dengan memandang bahwa semua sumber mempunyai potensi sebagai sumber belajar, akan meningkatkan penggunaan sarana/alat yang tersedia untuk keperluan belajar/pembelajaran&lt;br /&gt;Sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: &lt;br /&gt;(1) sumber belajar yang direncanakan (by design), dan&lt;br /&gt;(2) sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization) (Miarso, 1994). &lt;br /&gt;Sumber belajar by design yaitu semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional. untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal. Sumber belajar by design ini sengaja dibuat untuk digunakan dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Sumber belajar by design ini seperti buku teks, buku ajar, slide, film, video, bahan pembelajaran terprogram, program pembelajaran menggunakan komputer dan sebagainya, yang dirancang dan dibuat untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.&lt;br /&gt;Metode dialog pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam situasi pendidikan. Setiap proses interaksi metode dialog selalu dilandasi dengan unsur sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Tujuan yang akan dicapai dari proses dialog tersebut.&lt;br /&gt;b. Adanya guru dan siswa sebagai individu yang terikat dalam proses dialog itu.&lt;br /&gt;c. Adanya bahan dialog sebagai isi dari proses interaksi.&lt;br /&gt;d. Adanya metode dialog sebagai alat untuk menciptakan situasi pembelajaran yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Metode dialog adalah Proses Belajar Mengajar dimana terjadi interaksi antara kegiatan mengajar yang dilakukan guru dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Dialog berhubungan dengan cara guru menjelaskan bahan kepada siswa sedangkan belajar mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan siswa dalam mempelajari bahan yang disampaikan guru. Oleh karena itu kegiatan belajar erat hubungannya dengan metode mengajar.”&lt;br /&gt;(Nana Sudjana, 1998 : 72)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal keberhasilan proses interaksi dialog tergantung pada guru dan siswa itu sendiri sebagai peran utama dalam proses interaksi. Misalnya guru dituntut kesabaran, keuletan, sikap terbuka, disamping kemampuan dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang merangsang siswa untuk belajar. Demikian pula siswa dituntut adanya semangat dan dorongan untuk belajar disamping kemampuan yang dimiliki oleh individu serta sikap siswa itu sendiri.&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip interaksi Dialog:&lt;br /&gt;a. Saling mempercayai antara guru dengan siswa. Guru harus mempercayai bahwa siswa adalah individu yang dapat dididik dan mempunyai potensi untuk berkembang.&lt;br /&gt;b. Interaksi Dialog belajar mengajar memerlukan motivasi. Motivasi adalah dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan belajar.&lt;br /&gt;c. Belajar berarti mengalami yaitu keberhasilan proses interaksi belajar mengajar tergantung bagaimana cara siswa belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai interaksi metode dialog sudah barang tentu perlu, adanya komunikasi yang jelas antara guru (pengajar) dengan siswa (pelajar), sehingga terpadunya dua kegiatan, yakni dialog (usaha guru) dengan kegiatan belajar (tugas siswa) yang berdaya guna dalam mencapai tujuan metode dialog tersebut.&lt;br /&gt;a. Dialogi sebagai aksi atau komunikasi satu arah.&lt;br /&gt;Dalam dialog ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru aktif siswa pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dialog sebagai interkasi dua arah&lt;br /&gt;Pada dialog ini guru dan siswa dapat berperan sama, yakni pemberi aksi dan penerima aksi.&lt;br /&gt;c. Dialog banyak arah atau dialog sebagai transaksi.&lt;br /&gt;Yakni dialog yang tidak hanya melibatkan dinamis antara guru dengan siswa tetapi juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa yang satu dengan siswa lainnya. Proses Belajar Mengajar dengan pola dialogi ini mengarah kepada proses pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang optimal, sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-2800019050049942582?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/tinjauan-tentang-metode-dialog.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-3425657268063129628</guid><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 11:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-07T18:30:14.906+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>Tinjauan Tentang Metode Ceramah</title><description>Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan sacara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasty soetmanto (1984: 99), bahwa “belajar merupakan suatau proses, bukan hasil. Oleh karena itu, belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan sebagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan”.  Jadi belajar adalah proses aktif, belajar merupaka proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. &lt;br /&gt;Belajar adalah suatu proses yang diarahkan kepada tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar merupakan proses melihat, mengamati, memahami sesuatu yang dipelajari. Apabila berbicara tentang cara belajar, maka dibicarakan cara mengubah tingkah laku atau individu melalui berbagai pengalaman. &lt;br /&gt;Nana sudjana (1988: 45) membagi belajar kepada tiga sudut pandang, yakni:&lt;br /&gt;(a) melihat belajar sebagai suatu proses&lt;br /&gt;(b) melihat belajar sebagai hasil&lt;br /&gt;(c) melihat belajar sebagai fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut W.S. Wingkel (1999:61), terdapat tiga jenis belajar, sebagaimana dijelaskan A. De Block, sistematika bentuk belajar adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;(a) Bentuk-bentuk belajar menurut fungsi psikis:&lt;br /&gt;1)   Bentuk dinamik/konatif&lt;br /&gt;2)   Bentuk afektif.&lt;br /&gt;3)   Bentuk kognitif: mengingat, berfikir&lt;br /&gt;4)   Belajar senso-motorik: mengamati, bergerak, berkerampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Bentuk-bentuk belajar menurut materi yang dipelajari:&lt;br /&gt;1)   Belajar teoritis&lt;br /&gt;2)   Belajar teknis&lt;br /&gt;3)   Belajar sosial atau belajar bermasyarakat&lt;br /&gt;4)   Belajar estetis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Bentuk-bentuk belajar yang tidak sebegitu didasari oleh belajar insidental, belajar dengan mencoba-coba dan belajar tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektivitas metode ceramah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran fiqih mengandung beberapa kelemahan metode ceramah adalah : &lt;br /&gt;a. Membuat siswa pasif &lt;br /&gt;b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa &lt;br /&gt;c. Mengandung daya kritis siswa &lt;br /&gt;d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya. &lt;br /&gt;e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik. &lt;br /&gt;f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).&lt;br /&gt;g. Bila terlalu lama membosankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, metode ceramah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa juga banyak kelebihannya adalah : &lt;br /&gt;a. Guru mudah menguasai kelas. &lt;br /&gt;b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar &lt;br /&gt;c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar. &lt;br /&gt;d. Mudah dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-3425657268063129628?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/tinjauan-tentang-metode-ceramah.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-8206054881066701223</guid><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 11:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-07T18:28:47.115+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>Tinjauan tentang Pembelajaran</title><description>Pembelajaran diartikan sebagai upaya membelajarkan siswa (Degeng, 1989). Sementara Joice dan Weil (1986) menegaskan bahwa hakikat mengajar atau teaching adalah "membantu para siswa  memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan diri, dan cara-cara bagaimana belajar". Dalam kenyataan sesungguhnya, hasil akhir atau tujuan jangka panjang dari proses belajar mengajar adalah "....the student's increased capabilities to learn more easily and effectively in the future...". "Kemampuan siswa yang tinggi untuk dapat belajar lebih mudah dan lebih efektif dimasa yang akan datang" (Joice dan Weil, 1986:1). Raka Joni (1980:1) menyebutkan bahwa pembelajaran adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya belajar. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan sistem lingkungan berarti menyediakan seperangkat kondisi lingkungan bagi siswa tersebut. Kondisi ini dapat berupa sejumlah tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa, persoalan yang menuntut agar siswa memecahkannya, seperangkat keterampilan yang perlu dikuasai siswa. Termasuk di dalamnya seperangkat kondisi yaitu sejumlah informasi atau pengetahuan atau keterampilan yang perlu dikuasai siswa.&lt;br /&gt;Pembelajaran merupakan perbuatan yang kompleks, oleh karena itu perencanaan maupun pelaksanaannya memerlukan pertimbangan-pertimbangan yang arif dan bijaksana. Untuk memutuskan tujuan yang hendak dicapai, guru perlu mempertimbangkan karakteristik anak (Dick &amp; Carey, 1990:82).&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah science atau ilmu pengetahuan ilmiah. Di samping itu, pembelajaran juga merupakan seni dan teknologi. Sebagai ilmu, pembelajaran bertolak dari bangunan teori ilmiah yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Oleh karena itu, setiap keputusan tentang tindakan pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru dapat dipulangkan rasionalitasnya kepada landasan teori yang mendasarinya. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan untuk melakukan pembelajaran itu dapat dipelajari oleh siapapun yang berminat. Lebih lanjut Davies, (dalam Miarso, 1994) menyatakan bahwa:&lt;br /&gt;The art side of instruction cannot really be tought. It is gained by experience and by learning from the experience. The science side of instruction can be tought, and that is all about. By studying and systematically acquiring the strategies and tactics associated with the science of instruction, almost any one can became a component teacher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas mengandung makna bahwa sebagai seni, kemampuan melaksanakan pembelajaran dapat bergantung pada bakat bawaan seseorang. Seseorang yang memiliki bakat mengajar siswa, akan cenderung tampak performance/meyakinkan  pengajarannya orang itu lebih sempurna; dibandingkan dengan mereka yang kurang berbakat.&lt;br /&gt;Pembelajaran merupakan penerapan yang sistematik dari penerapan desain dan evaluasi proses pembelajaran secara menyeluruh untuk mcncapai tujuan instruksional yang spesifik, berdasarkan pada penelitian teori belajar, komunikasi dan penggunaan secara kombinasi dari berbagai sumber manusia dan non manusia untuk mcmperoleh efektifitas pembelajaran (Commision on Instructional Technology, USA).&lt;br /&gt;Reigeluth dan Merrill (1978) menyatakan ada 3 (tiga) variabel yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran, yaitu: &lt;br /&gt;1. Variabel kondisi pembelajaran, yang meliputi karakteristik siswa, karakteristik bidang studi, kendala pembelajaran, dan tujuan instruksional; &lt;br /&gt;2. Variabel metode pembelajaran, yang meliputi strategi pengorganisasian, strategi pengelolaan, dan strategi penyampaian pembelajaran;&lt;br /&gt;3. Variabel hasil pembelajaran, yang meliputi efektifitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak konsepsi pembelajaran yang berhasil diformulasikan oleh para ahli, dapat ditarik hal yang substansial bahwa tujuan setiap penyelenggaraan pembelajaran adalah agar terjadi proses belajar dalam diri siswa. Dengan demikian proses belajar pada hakekatnya adalah proses kognitif berupa reaksi intelektual anak atau individu terhadap suatu kondisi belajar yang merangsangnya. Oleh karena itu, unruk mendorong terciptanya peristiwa belajar pada diri seseorang diperlukan lingkungan yang kondusif. Lingkungan yang kondusif itu berupa kondisi yang diharapkan dapat menggerakkan atau merangsang beroperasinya mental atau pikiran siswa.&lt;br /&gt;Lingkungan yang kondusif dapat diciptakan dengan menyediakan berbagai sumber belajar yang dapat membuat aktivitas belajar siswa. Aktivitas guru yang berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar mental atau pikiran siswa terdorong dan terangsang untuk belajar. Hal itulah yang disebut dengan pembelajaran. Dalam kaitan ini, Gagne (dalam Hanafi dan Manan, 1988:59) mendefinisikan pengajaran (pembelajaran) adalah seperangkat peristiwa eksternal yang diciptakan dan dirancang untuk mendorong, menggiatkan, dan mendukung belajar siswa.&lt;br /&gt;Dalam penyusunan teori belajar dan konsep mengajar dapat dilakukan melalui enam pendekatan berikut:&lt;br /&gt;1. Menghubungkan dan mengintegrasikan hasil-hasil suatu studi dengan hasil studi lainnya yang menggunakan cara dan prosedur yang sama.&lt;br /&gt;2. Mensintesiskan penemuan yang saling berhubungan dengan cara mempelajari beberapa model miniatur yang difokuskan pada penelitian proses atau sub proses belajar.&lt;br /&gt;3. Menghubungkan hasil-hasil penemuan dengan teori-teori yang lebih komprehensif agar diperoleh teori belajar yang komprehensif pula. Teori belajar yang komprehensif minimal termasuk; persepsi, kemampuan dan motivasi.&lt;br /&gt;4. Mewujudkan kesepakatan untuk membangun satu teori yang diterima bersama sebagai kerangka dasar untuk mengembangkan teori belajar yang komprehensif.&lt;br /&gt;5. Berdasarkan pendekatan keempat di atas muncul aliran-aliran dan pandangan belajar yang berbeda sehingga terjadi persaingan satu sama lainnya, menuju kepada teori belajar komprehensif.&lt;br /&gt;6. Pendekatan yang berorientasi kepada penelitian belajar yang terintegrasikan dengan teori ilmu prilaku manusia seperti Sosiologi, Antropologi, Ekonomi dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam pendekatan tersebut terlihat hampir dalam setiap tahap perkembangan sejarah pendidikan yang dimulai pada akhir abad ke-19. Ada empat periode, pengembangan teori belajar dan konsep mengajar yakni:&lt;br /&gt;1. Akhir abad ke-19 yang ditandai dengan timbulnya pendidikan sebagai ilmu.&lt;br /&gt;2. Periode pertama abad ke-20 yang melahirkan beberapa aliran pendidikan yang saling bersaingan.&lt;br /&gt;3. Periode tahun 1930-1950 yang ditandai dengan teori belajar dan konsep mengajar komprehensif.&lt;br /&gt;4. Periode pertengahan abad ke-20 yakni periode yang ditandai dengan banyaknya pedagog mengadopsi pendekatan model miniatur dalam menyusun teorinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-8206054881066701223?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/tinjauan-tentang-pembelajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-2490118035929326923</guid><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 11:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-07T18:27:14.459+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Artikel</category><title>Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)</title><description>Pengertian&lt;br /&gt;Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional&lt;br /&gt;Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Tentang Belajar&lt;br /&gt;Proses belajar anak dalam belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Transfer belajar; anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Siswa sebagai pembelajar; tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan belajar. Pentingnya lingkungan belajar; siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat&lt;br /&gt;Komponen pembelajaran yang efektif meliputi:&lt;br /&gt;Konstruktivisme, konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mendapatkan dari atau mengingat pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya jawab, dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa, seangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inkuiri, merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Siklus inkuiri meliputi; observasi, tanya jawab, hipoteis, pengumpulan data, analisis data, kemudian disimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas belajar, adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat berwujud dalam; pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya, beekrja dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemodelan, dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajr atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model tentang how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah; pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, catatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusi dan hasil karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian otentik, prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan, ketrampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan penilaian otentik adalah pada; pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhr periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan CTL dalam pembelajaran&lt;br /&gt;Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan engkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan baru. Lakukan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua toipik. Kembangkan sifat keingin tahuan siswa dengan cara bertanya. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok). Hadirkan model sebagai contoh dalam pembelajaran. Lakukan refleksi pada akhir pertemuan. Lakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-2490118035929326923?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/menyusun-model-pembelajaran-contextual.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-6687149878884567535</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 01:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T08:41:27.099+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Curhat</category><title>Apa Itu Cinta?</title><description>Aku bertanya kepada alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Mentari menjawab&lt;br /&gt;Cinta adalah ketulusan memberi tanpa berharap untuk menerima&lt;br /&gt;Memberi kehangatan kepada mereka yang diterjang beku&lt;br /&gt;Memberi terang kepada mereka yang terjebak gelap&lt;br /&gt;Cinta adalah memilah bulir&lt;br /&gt;kejernihan&lt;br /&gt;Dan mengirimnya ke ladang yang tandus&lt;br /&gt;Dan turun menemui dedaunan pagi sebagai bulir sejuk&lt;br /&gt;embun &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Pohon menjawab&lt;br /&gt;Cinta adalah jemari kasih yang menghunjam kokoh ke dalam sanubari kehidupan&lt;br /&gt;Cinta adalah keteguhan hati diterpa angin semakin kau&lt;br /&gt;menumbuhkannya&lt;br /&gt;Cinta adalah rindang tempat kau berlindung dari terik perjalanan&lt;br /&gt;Cinta adalah kelapangan jiwa ketika kau mampu memberi&lt;br /&gt;buah kebaikan walau kau dilontar oleh batu keburukan &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Angin menjawab&lt;br /&gt;Cinta adalah kekuatan&lt;br /&gt;Yang dapat menghantarkan biduk citamu menuju pantai harapan &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Tanah menjawab&lt;br /&gt;Cinta adalah keikhlasan&lt;br /&gt;Ketika saripati kasihmu membuahkan beragam makanan&lt;br /&gt;Tatkala kau diinjak dan diludahi &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Samudera menjawab&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah misteri&lt;br /&gt;Kau hanya akan mendapatkan keindahannya&lt;br /&gt;Jika kau benar-benar menyelami ke dasarnya &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Lilin menjawab&lt;br /&gt;Cinta adalah pengorbanan&lt;br /&gt;Ketika kau mampu memberikan semua yang terbaik demi terang terpercik&lt;br /&gt;Menuntun mereka untuk mendapatkan titian hidup yang benar &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Bunga menjawab&lt;br /&gt;Cinta adalah ketelatenan dalam menumbuhkan,&lt;br /&gt;mengembangkan dan menjaga&lt;br /&gt;Selalu menyiraminya dengan air dan matahari &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Ketika semua sisi alam seolah berlomba untuk mengungkapkan&lt;br /&gt;jawabannya&lt;br /&gt;Aku bertanya pada diriku sendiri :&lt;br /&gt;Sudahkah aku mencintai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-6687149878884567535?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/apa-itu-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-938793244258524841</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 01:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T08:37:59.252+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Curhat</category><title>Cinta...cInta.....ciNta....cinTa....cintA</title><description>Cinta adalah suatu benda abstrak yang tak bisa didefinisikan. Dia tak tampak oleh mata telanjang, tapi tampak oleh mata yang mengandung cinta juga. Cinta adalah rasa rindu yang menggebu untuk selalu ingin bertemu dengan orang itu, selalu ingin mendengar suaranya, selalu inginn dekat dengannya, selalu ingin menatap wajahnya, selalu ingin segalanya...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cinta sebenarnya anugrah..., dia menjadi fitrah dan normal bagi makhluk bernama manusia. tapi, bukan berarti cinta itu fitrah, lantas bisa dituruti seenaknya saja. Apalagi cinta itu sudah diboncengi oleh nafsu. Cinta dan nafsu bagaikan saudara kembar yang berbeda karakter. sulit sekali dibedakan dalam perasaan pemiliknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara mudahnya adalah begini... Ketika kita menaruh hati kepada seseorang, lalu kita menahannya hingga saat yang tepat untuk menyatakannya, maka itulah cinta. Cinta memiliki karakter yang melindungi. Dia tidak ingin membuat obyek yang dicintainya itu celaka. Dia akan selalu menjaga kehormatan pemilik cinta itu sendiri dan orang yang dicintainya. Cinta akan selalu setia pada satu orang saja. Dalam masa "menahan cinta" itu, si cinta akan terus ada dan berkemampuan merubah diri si pemiliknya. bisa menjadi positiv, dan juga negativ. Yang jelek bisa jadi baik, yang baik bisa jadi jelek. Tergantung pada orang-orang yang ia temani, pendidikan orang tuanya, keyakinannya dan keagamaannya, serta pertahanannya dari saudara kembar cinta...yaitu NAFSU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu sangat mirip dengan cinta. sayangnya, karakter mereka sangat berbeda. kalau dalam masa percintaan, kalian merasa ingin memeluk orang yang kalian cintai, menciumnya mesra, memegang-megang anggota tubuhnya, selalu berduaan saja dengannya, bahkan sampai-sampai ingin bersetubuh dengannya dan dorongan itu begitu kuatnya hingga hampir kalian kalah...maka itulah nafsu. nafsu selalu bersifat mesum. dia hanya menggambarkan kenikmatan-kenikmatan sesaat tanpa pikir panjang. nafsu bersifat mencelakai si pemilik cinta dan orang yang dicintai. dan efeknya pasti jelek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, buktikan cintamu dengan cinta, bukan dengan nafsu... Tunggu saat yang tepat...jangan gegabah... semua akan indah ketika sudah tiba waktunya... jangan terburu-buru. menangkan cinta dalam hatimu, jangan nafsu.... nafsu menghancurkan dan cinta membangun keindahan..&lt;br /&gt;Satu lagi sifat cinta dan nafsu. cinta bersifat permanen, nafsu bersifat sesaat...Nah, kalau cinta dan nafsu bercampur...maka sifatnya adalah seolah-olah kau akan mencintainya selamanya, namun ternyata belum sampai selamanya, kau sudah goyah dan ingin mencintai orang yang lain lagi..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan sembarangan mengucapkan cinta...karena bisa saja yang maju saat itu adalah nafsumu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adl salah satu manusia yang sedang jatuh cinta juga....andai cinta bisa bicara...pastilah aku menderita...karena berarti cintaku ini akan bicara pada orang yang aku cintai itu... padahal kurasa saat ini sangat belum tepat untukku menyatakannya. Alhamdulillah beberapa kali nafsu membentrok cinta dengan kekuatan yg cukup dahsyat, namun cinta selalu bisa menghalaunya. cintaku InsyaAllah bisa menjaga kesuciannya sampai kapanpun....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termasuk orang yang bertemu banyak orang...selalu ada orang baru yang berusaha mengusik cintaku padanya. Aku juga ingin bereksperimen mencintai orang lain selain dia. Tapi ternyata selalu gagal. Aku gagal mencintai orang lain... Hingga saat ini, cintaku masih unggul untuknya.... nafsu, maaf ya....saudara kembarmu nampaknya lebih unggul darimu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin kuberikan padanya hanyalah CINTA. bukan NAFSU. Dan aku tidak mengharap apa-apa darinya. Aku mencintainya tanpa syarat. Aku mencintainya karena aku berharap aku dan dia bisa bersama-sama menuju-Nya. Aku memiliki apa yang dia tidak miliki. dan dia memiliki apa yang aku tidak miliki... Ya Alloh....Labuhkanlah cintaku padanya...Engkaulah Dzat Yang Mahakuasa...Engkau Mahabisa, Engkau bisa melakukan apa yang Kau mau, Ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I DON'T WANT TO MISS A THING (Aerosmith) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I could stay awake just to hear you breathing,&lt;br /&gt;Watch you smile while you are sleeping,&lt;br /&gt;While you are far away and dreaming,&lt;br /&gt;I could spend my life in this sweet surrender,&lt;br /&gt;I could stay lost in this moment forever,&lt;br /&gt;Where a moment spent with you is a moment I treasure, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't want to close my eyes, I don't want to fall asleep,&lt;br /&gt;Cause I miss you baby, And I don't want to miss a thing,&lt;br /&gt;Cause even when I dream of you, the sweetest dream will never do,&lt;br /&gt;I still miss you baby and I don't want to miss a thing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lying close to you feeling your heart beating,&lt;br /&gt;And I wondering what you are dreaming,&lt;br /&gt;Wondering if it's me you are seeing,&lt;br /&gt;Then I kiss your eyes and thank god we're together,&lt;br /&gt;I just want to stay with you in this moment forever and forever forever &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I don't want to miss one smile,&lt;br /&gt;I don't want to miss one kiss,&lt;br /&gt;I just want to be with you right here with you,&lt;br /&gt;Just like this, I just want to hold you close,&lt;br /&gt;I feel your heart so close to mine&lt;br /&gt;And just stay here in this moment,&lt;br /&gt;For all of the rest of time &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-938793244258524841?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/cinta-adalah-suatu-benda-abstrak-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-7114359727078039239</guid><pubDate>Mon, 02 Mar 2009 10:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-02T17:12:31.055+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR GEOGRAFI MELALUI  MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION</title><description>PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR GEOGRAFI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION KELAS XI IPS SMA MUHAMMADIYAH II MOJOSARI - MOJOKERTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksikan di benak mereka sendiri. Dalam proses belajar, anak belajar dari pengalaman sendiri, mengkonstruksi pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Melalui proses belajar yang mengalami sendiri, menemukan sendiri, secara berkelompok seperti bermain, maka anak menjadi senang, sehingga tumbuhlah minat untuk belajar, khususnya belajar Geografi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.2 Rumusan Masalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah model pembelajaran group Investigation (menemukan secara berkelompok) dapat meningkatkan minat belajar Geografi bagi siswa ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Tujuan Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan yang ingin dicapai dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah agar siswa meningkatkan minatnya dalam belajar Geografi; sehingga siswa memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap yang positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Manfaat Dan Hasil Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Siswa : Siswa termotivasi sehingga senang belajar Geografi dan dapat memperoleh pengalaman belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Guru : Dapat menambah wawasan tentang strategi pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sekolah : Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pengembangan Kurikulum : Merupakan upaya penyempurnaan Kurikulum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA TINDAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Minat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat ialah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan (Sujanto Agus : 1981). Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami; Sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitip, psikomotor maupun afektif. Untuk meningkatkan minat, maka proses pembelajaran dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami apa yang ada di lingkungan secara berkelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Belajar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. (Hamalik Pemar : 2001) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengertian ini belajar merupakan suatu proses yakni suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Yang menjadi hasil dari belajar bukan penguasan hasil latihan melainkan perubahan tingkah laku. Karena belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku, maka diperlukan pembelajaran yang bermutu yang langsung menyenangkan dan mencerdaskan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kondisi pembelajaran yang menyenangkan dan mencerdaskansiswa itu salah satunya dapat tercipta melalui model pembelajaran Group Investigation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Model Pembelajaran Group Investigation (Sharan, 1992) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model adalah representasi realitas yang disajikan dengan suatu derajat struktur dan urutan ( Richey, 1986 ). Group investigation adalah penemuan yang dilakukan secara berkelompok: murid/ siswa secara berkelompok mengalami dan melakukan percobaan dengan aktif yang memungkinkannya menemukan prinsip. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah pembelajaran Group Investigation : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Evaluasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Penutup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran Group Investigation ini membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara materi yang yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Dengan model pembelajaran ini minat belajar siswa meningkat dan hasil pembelajarannya diharapkan lebih bermakna bagi siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Setting Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini dilaksanakan di kelas XI IPS SMA MUHAMMADIYAH II MOJOSARI yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 52 Mojosari Mojokerto. Jumlah siswa 17 orang, dengan latar belakang sosial ekonomi yang heterogen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Persiapan Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperlancar pelaksanan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, kami telah mempersipkan instrumen dan penilaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Siklus Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini menggunakan dua kali siklus, yaitu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus pertama yang meliputi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendahuluan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapakan konsep materi yang akan dijadikan bahan pembelajaran yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KD : Memprediksi dinamika perubahan atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator : Menganalisa dinamika unsur-unsur cuaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Langkah Utama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Guru membagi siswa dalam 4 kelompok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Guru menjelaskan maksud pembelajaran yaitu mengamati unsur unsur cuaca secara berkelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Guru memanggil ketua kelompok dan masing-masing diberi tugas mengamati : intensitas sinar matahari, mengukur suhu udara, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengamati arah dan kecepatan angin, awan dan kelembaban udara di luar kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Masing-masing kelompok mengamati dan mendiskusikan materi sesuai dengan tugasnya secara kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Setelah selesai diskusi, ketua kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Langkah Penutup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru memberikan penilaian kepada kelompok-kelompok siswa yang melakukan pengamatan dan diskusi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus kedua menunggu refleksi siklus ke-1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4 Pembentukan Instrumen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan data yang valid dan akurat dari siswa, guru / kolaborator meneliti menggunakan instrumen berupa : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Catatan yang meliputi “ Persiapan, pelaksanaan dan penelitian “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lembar evaluasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lembar Observasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Angket &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5 Analisa Dan Refleksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang dicatat tiap langkah meliputi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Data hasil pemahaman materi belajar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Data hasil minat belajar dalam melaksanakan tugas mengamati cuaca dan diskusi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data di atas dianalisis secara berkala setiap langkah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil yang sebenarnya berdasarkan tujuan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang hendak dicapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASIL PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran Group Investigation ini masih asing bagi siswa kelas XI IPS SMA MUHAMMADIYAH II MOJOSARI, karena belum pernah . Tahap awal praktek peneliti agak banyak menjelaskan pada siswa tentang cara belajar di lapangan untuk memperoleh pengalaman belajar; seperti bagaiman menggunakan alat-alat, bagaimana mencatat hasil penelitian, membuat kesimpulan, berdiskusi dan menyampaikan hasil pembahasan (mempresentasikan). SMA MUHAMMADIYAH II MOJOSARI belum mempunyai laboratorium yang memadai, sehingga siswa kurang diadakn praktikum. Setelah siswa dianggap cukup untuk memahami model pembelajaran Group Investigation, selanjutnya pembelajaran diberikan pada pertemuan berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan berikutnya (2 jam pelajaran) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Disajikan dan dijabarkan KD hingga siswa memahami akan apa yang akan dipelajari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Menginterpretasikan materi pelajaran yang akan dijabarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Menata indikator sesuai dengan kelompok-kelompoknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Membentuk kelompok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Memonitor seluruh tugas siswa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6). Mendiagnose kesulitan siswa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7). Melakukan penilaian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angket siswa terhadap pelajaran Geografi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ª Dberikan sebelum memulai pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya : Kurang berminat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ª Observasi aktivitas guru dalam perencanaan sangat baik, sedangkan dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelaksanaan diperoleh hasil baik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ª Observasi minat siswa dalam belajar diperoleh hasil cukup baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi I &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data observasi minat siswa dalam belajar Geografi diperoleh hasil cukup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik, hal ini disebabkan karena dalam membuat laporan dan mempresentasikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasil penemuannya kurang terbiasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi II &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data observasi minat siswa diperoleh hasil baik, hal ini karena siswa sudah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lancar dan mulai senang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1 Kesimpulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas XI IPS SMA MUHAMMADIYAH II MOJOSARI dengan menggunkan metode pembelajaran Group Investigation ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus pertama belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan, karena siswa masih belum terbiasa. Setelah ada motivasi maka pada pelaksanaan siklus kedua ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perubahan yang sangat berarti ke arah yang sangat baik. Siswa sudah menunjukkan peningkatan minat dalam belajar Geografi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2 Saran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran yang berkaitan dengan usaha peningkatan minat belajar bagi siswa sebaiknya menerapkan model pembelajaran Group Investigation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filed under: makalah ptk | Tagged: group investigasi, makalah ptk, mata pelajaran geografi, minat belajar, motivasi belajar, Penelitian Tindakan Kelas, ptk guru, siswa sma &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Ipa Fisika Melalui Pembelajaran Berbasis Demokrasi Dengan Membentuk Dynamic Group Pada Siswa Kelas Viid Smp Negeri 1 Pare Tahun Pelajaran 2005/2006 Karya Tulis Ilmiah dan Pengembangan Profesi Guru »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-7114359727078039239?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/upaya-meningkatkan-minat-belajar.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-22390816932271085</guid><pubDate>Mon, 02 Mar 2009 10:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-02T17:04:23.076+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Computer</category><title>Asal-Usul Perkembangan Virus Komputer</title><description>Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama [Elk Cloner] lahir kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&amp;M. Menyebar melalui disket Apple II yang ada operating systemnya. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!” Hi……………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nama “Virus” itu sendiiri baru diberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang ngebahas cara membuat virus and memproteksi diri dari virus. Tapi orang-orangorang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus [Brain] yang justru lahir tahun 1986. Wajar aja, soalnya virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karean menjalar melalui disket DOS yang waktu itu lagi ngetrend. Lahirnya juga bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu, `virus mulai menguasai dunia. Perkembangannya mengerikan dan sangar banget ! berselang satu tahun muncul virus pertama yang menginfeksi file. Biasanya yang diserang adalah file yang berekstensi *.exe Virus ini bernama [suriv] termasuk dalam golongan virus “jerussalem”. Kecepatan penyebarannya cukup ‘menggetarkan hati’ untuk saat itu. Tapi virus ini ngga’ terlalu jahat ko’ soalnya virus ini menghantam dan menghajar mainframe-nya IBM ngga’ lama-lama, cuma setahun (eh setahun itu lama apa sebentar ya…?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1988, muncul serangan BESAR terhadap Machintosh oleh virus [MacMag] dan [scores] dan jaringan Internet dihajar habis-habisan oleh virus buatan Robert Morris. Tahun 1989 ada orang iseng yang ngirim file “AIDS information program” dan celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus yang mengenskrypsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya (hehehe…….. ada-ada aja cara orang nyari duit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, penyebaran virus udah ngga’ keitung lagi. Akan tetapi dampak yang ditimbulkan ngga’ terlalu besar. Baru tahun 1995 muncul serangan besar-besaran. Ngga’ tanggung-tanggung, mereka nyerang perusahaan-perusahaan besar diantaranya Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan masih banyak PERUSAHAAN RAKSASA lain yang dianiaya oleh “INETRNET LIBERATION FRONT” di hari ~Thanksgiving~. Karena keberanian dan kedahsyatan serangan itu, tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan Cracker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Cracker memang tidak pernah puas. Setiap muncul sistem operasi atau program baru, mereka sudah siap dengan virus barunya. Kamu yang sering ngetik dengan MS Word mungkin pernah nemuin virus Titassic. Ini virus local asli Indonesia lho… and uniknya, virus ini ngingetin kita buat sholat tepat pada waktunya (waduh, alim juga ya..) Tapi jangan salah, virus macro yang punya judul [concept]ini juga bisa berhati jahat, sangar and ganas banget. Soalnya si alim yang jahat ini bakalan ngemusnahin 80% file-file data and program korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul virus pertama yang mengkombinasi virus macro dan worm. Namanya cukup manis [Melissa]. Tapi ngga’ semanis namanya, virus ini bakalan menyebar ke orang lain lewat E-Mail and yang paling menyakitkan, ia bakalan nyebar ke semua alamat E-Mail yang ada di address book-mu. Dan saat ini muncul jutaan virus yang bergentayangan ngga’ karuan di alam Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-22390816932271085?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/asal-usul-perkembangan-virus-komputer.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-200946665785192501</guid><pubDate>Mon, 02 Mar 2009 09:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-02T17:01:46.576+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Computer</category><title>10-langkah-mencegah-serangan-virus-komputer</title><description>Walaupun masih sering disebut sebagai PC (Personal Computer), sejatinya komputer saat ini bukan lagi sesuatu yang personal. Jutaan bahkan milyaran komputer di muka bumi ini saling berhubungan baik secara langsung maupun tidak. Internet, intranet, media penyimpanan, adalah beberapa diantara media atau sarana penghubung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin eratnya hubungan antar komputer, maka permasalahan baru pun muncul. Penyebaran makhluk yang bernama virus komputer pun menjadi lebih mudah. Saat ini, sebuah virus sudah dapat menyebarkan dirinya ke seluruh jaringan komputer yang ada di muka bumi hanya dalam hitungan beberapa detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi serangan virus, berikut saya tuliskan 10 langkah antisipasi yang bisa anda lakukan untuk mencegah komputer anda terinfeksi makhluk manis yang bernama virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakanlah program antivirus yang bagus. Sekarang ini terdapat puluhan program antivirus yang dapat di gunakan. Ada yang dibagikan secara gratis, ada pula yang berbayar. Setiap program antivirus mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Untuk mengetahui antivirus mana yang bagus, anda bisa membaca review atau tulisan tentang antivirus tersebut di internet atau majalah komputer. Baca pula pengalaman orang orang yang telah menggunakan antivirus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu untuk menjalankan program antivirus tersebut setiap anda menggunakan komputer. Pastikan antivirus yang anda gunakan memberikan perlindungan secara terus menerus termasuk perlindungan terhadap email masuk dan keluar. Hentikan kebiasaan menjalankan antivirus bila diperlukan saja karena anda tidak akan selalu tahu kapan suatu virus akan menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan program antivirus yang anda gunakan selalu dalam keadaan ter-update. Update database virus biasanya diberikan secara cuma cuma oleh pembuat program antivirus. Bila anda tidak ingin lupa melakukan update antivirus, jalankan saja fitur update terjadual yang tersedia pada program antivirus. Setiap hari tercipta ratusan virus baru, sehingga melakukan update secara rutin sudah menjadi suatu keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan sistem operasi yang anda gunakan selalu dalam keadaan ter-update. Semakin hari, semakin sering kita mendengar adanya lubang keamanan dari suatu sistem operasi. Lubang keamanan ini sering dimanfaatkan oleh virus untuk masuk dan merusak sistem komputer anda. Hal itulah yang menyebabkan mengapa sistem operasi harus selalu dalam keadaan ter-update. Disamping mengamankan dari serangan virus, melakukan update sistem operasi juga akan membuat komputer anda berjalan selalu dalam keadaan stabil. Update harus juga dilakukan untuk program lain yang terpasang di komputer anda karena mereka juga bisa menjadi celah bagi masuknya virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukanlah backup data secara rutin. Hal ini untuk mencegah anda kehilangan data penting apabila komputer anda terinfeksi virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sering menggunakan disket, USB Flash Disk, Harddisk external, pada komputer yang dipakai oleh banyak orang, ingatlah selalu untuk melakukan scanning antivirus pada media penyimpanan tersebut sebelum anda menjalankannya pada komputer anda. Selalulah beranggapan bahwa komputer yang digunakan banyak orang adalah komputer yang terinfeksi virus sehingga anda bisa lebih waspada. Selain itu, anda juga bisa menonaktifkan fungsi autorun untuk media media penyimpanan tersebut pada komputer anda. Hal ini memudahkan anda melakukan scanning manual sebelum komputer menjalankan program yang ada pada media penyimpanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap lampiran/attachments email. Sampai saat ini, lampiran email merupakan sarana yang paling disukai oleh pembuat virus untuk menyebarkan virus buatannya. Disamping mudah menipu penerima email, penyebaran via lampiran email juga berlangsung sangat cepat. Jangan pernah membuka suatu lampiran email sebelum melakukan scanning dengan program antivirus walau email tersebut datang dari sahabat karib anda. Beberapa virus komputer akan menyebarkan dirinya melalui alamat email yang ada pada daftar kontak korbannya. Hal ini tentu tanpa sepengetahuan pemilik komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan email berbasis teks dalam ber-email. Menggunakan email berformat html sangat disukai oleh banyak orang karena email jenis ini tampak lebih indah dan mudah dikustomisasi tampilannya. Sayangnya, email jenis ini juga disukai oleh virus untuk menyebarkan diri. Virus dapat menempel pada kode kode html yang ada pada body email, jadi anda bisa terinfeksi hanya dengan membuka email tersebut. Sementara itu, pada email yang berbasis teks, virus hanya dapat menempel pada lampiran saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati hatilah dalam mengunduh program gratisan yang banyak dijajakan di dunia maya. Selalulah mengunduh dari situs yang terpercaya berdasarkan review banyak orang. Lakukan scanning installer program tersebut sebelum dipasang di komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati hati terhadap taut atau link yang disebar via program messenger. Jangan pernah menerima undangan untuk berkunjung ke suatu situs dari orang yang tidak begitu anda kenal. Bisa jadi orang tersebut akan mengarahkan anda ke suatu situs yang banyak mengandung virus. Hati hati pula dalam melakukan surfing ke alamat alamat web yang tidak jelas isinya. Virus juga dapat menyisip pada kode kode html suatu situs sehingga anda bisa terkena virus bila berkunjung suatu web yang bervirus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-200946665785192501?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/10-langkah-mencegah-serangan-virus.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-3514483634136350734</guid><pubDate>Mon, 02 Mar 2009 08:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-02T15:39:18.687+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Artikel</category><title>Fungsi-Fungsi MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA</title><description>Bagaimana Anda mengevaluasi kebutuhan dan falsafah manajemen sumber daya manusia di organisasi Anda? Tantangan manajemen adalah untuk meningkatkan efektivitas manajemen sumber daya manusia. Setiap orang ingin dan akan terus cenderung ke arah organisasi, yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk terlibat dengan keberhasilan perusahaan tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut termasuk kebebasan untuk tumbuh dalam pekerjaan mereka, kesempatan untuk berperan serta dalam proses pembuatan keputusan, serta suatu suasana kepercayaan dan komunikasi terbuka, yang ditunjang oleh kemauan manajemen untuk berhubungan dengan kepentingan mereka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan-tulisan saya sebelumnya, tentang sumber daya manusia, maka secara umum bisa disimpulkan; bahwa Manusia adalah Kunci Keberhasilan Suatu Organisasi, dalam pembahasan ini maksud Organisasi adalah Perusahaan. Jika sebuah perusahaan menciptakan suatu lingkungan, dimana para pegawai dapat mencapai sasaran perusahaan dan sasaran pribadi secara serentak, maka efisiensi, loyalitas, dan antusiasme kerja pastilah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat, bisa dikatakan, bahwa motivasi dan efektivitas pegawai ditentukan oleh cara dimana pegawai tersebut dipimpin. Dan, semua itu erat kaitannya dengan kemampuan manajemen sumber daya manusia. Pihak owner maupun manajemen perusahaan harus memiliki sensitivitas disiplin manajemen sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada korelasi yang kuat antara efektivitas manajemen seseorang, dengan ketrampilan manajemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia memberikan arah kepada manajemen organisasi untuk memenuhi sasaran organisasi maupun kebutuhan pegawai. Dan, selalu terbukti, bahwa satu metode untuk mencapai efektivitas manusia adalah DISIPLIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut bisa diukur dari standar prestasi tertentu, yang telah ditetapkan oleh organisasi. Oleh karena itu, salah satu kunci penting dari kegagalan atau keberhasilan suatu organisasi adalah DISIPLIN. Disiplin ini sebagai suatu cara untuk memberikan pelatihan, yang ditujukan untuk mencapai pertumbuhan individu di dalam organisasi. Pengakuan kepada atribut-atribut pegawai, seperti integritas, bekerja keras, dan keinginan untuk memikul tanggung jawab agar dapat dicapai dan berhasil adalah sangat penting! Untuk memenuhi sasaran perusahaan, manajemen harus rajin mengejar disiplin. Semua organisasi harus mencapai sasaran-sasaran tertentu untuk keuntungan dan keabadiannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen sumber daya manusia semestinya harus memiliki ketrampilan manajemen dan “alat-alat perkakas”, yang bisa dikonotasikan atau diibaratkan dengan kelengkapan perkakas dan ketrampilan seorang dokter yang sedang melakukan operasi pada pasiennya. Oleh sebab itu, jika tanpa program, peraturan, dan sumber-sumber, maka manajemen sumber daya manusia tidak akan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memimpin program sumber daya manusia, diperlukan ketrampilan-ketrampilan khusus dalam membuat rancangan, pengembangan, pelaksanaan, dan perawatan program-program atau “perkakas” manajemen yang perlu. Beberapa fungsi manajemen, yang perlu Anda ketahui saya tuliskan di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumusan peraturan. Memberikan peraturan sumber daya manusia, mengenai rencana-rencana tindakan, dan memastikan kepatuhan pada peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan perburuhan. Berkaitan dengan program komunikasi, memelihara lingkungan kerja yang efektif, administrasi keluhan dan hubungan perburuhan, serta penilaian prestasi kerja dan survey sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan organisasi. Membentuk struktur yang tepat, rentang manajemen, tingkat-tingkat organisasi, sistem manajemen (perencanaan, penetapan sasaran, perencanaan tindakan dan peninjauan berkala), rencana jangka panjang dan pengembangan strategi menajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan dan pengembangan. Ini dibuat dari penilaian kebutuhan organisasi dalam bidang-bidang seperti orientasi pegawai, pengembangan teknik, ketrampilan manajemen (teknik, manusia, pengonsepan), program-program on-the-job, dan penjenjangan karier (menentukan kesempatan-kesempatan pertumbuhan pribadi, seperti pemberian jabatan pekerjaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Administrasi pengupahan. Ini memuat administrasi pengupahan atau penggajian, serta evaluasi kerja (menentukan nilai-nilai pekerjaan atau jabatan), dan rencana pengupahan (komisi penjualan, dan bonus insentif manajemen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjangan dan jasa pegawai. Memuat kompensasi pekerja, keamanan sosial, asuransi kelompok, pembayaran untuk waktu tidak bekerja, bonus pegawai, penghasilan tambahan dan jasa-jasa pegawai (program-program sosial dan rekreasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan khusus. Melibatkan penentuan sumber-sumber untuk merekrut orang (kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang), kebutuhan penempatan pegawai dari dalam dan dari luar organisasi (biaya untuk penempatan pegawai), seleksi sebelum pengangkatan, wawancara dan pengujian (teknik-teknik, bakat, seleksi pengujian ketrampilan dan kejiwaan), dan sistem penyimpanan data pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keselamatan dan kesehatan. Ini berhubungan dengan pemberian lingkungan kerja yang aman dan sehat, melalui pembentukan program-program pencegahan kecelakaan (analisis penyebab kecelakaan), administrasi kompensasi pekerja, penilaian fisik sebelum pengangkatan, dan program-program kesehatan pegawai lainnya (asuransi kesehatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen sumber daya manusia yang baik harus memberikan arah dalam memenuhi sasaran-sasaran organisasi, dan pada saat yang sama juga memenuhi kebutuhan pegawai tersebut. Ingatlah, efektivitas orang adalah kunci keberhasilan suatu organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, manajemen harus maju ke depan dengan cara-cara lebih inovatif dan produktif untuk memimpin manusia; sehingga mendapatkan manfaat optimum, yang harus direalisasikan dari pegawai dalam bentuk prestasi kerja efisien, loyalitas, produktivitas lebih tinggi, pendekatan kreatif, dan antusiasme kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-3514483634136350734?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/fungsi-fungsi-manajemen-sumber-daya.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-7619123470462573904</guid><pubDate>Sun, 01 Mar 2009 13:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-01T20:08:01.023+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>PENELITIAN TINDAKAN KELAS</title><description>Proses Dasar Penelitian Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah diuraikan sebelumnya, PTK bersifat partisipatori dan kolaboratif, yang dilakukan karena ada kepedulian bersama terhadap situasi pembelajaran kelas yang perlu ditingkatkan. Anda bersama pihak-pihak (sejawat, murid, KS) mengungkapkan kepedulian akan peningkatan situasi tersebut, saling menjajagi apa yang dipikirkan, dan bersama-sama berusaha mencari cara untuk meningkatkan situasi pembelajaran. Anda bersama kolaborator (sejawat yang berkomitmen) menentukan fokus strategi peningkatannya. Singkatnya, Anda secara bersama-sama (1) menyusun rencana tindakan bersama-sama, (2) bertindak dan (3) mengamati  secara individual dan bersama-sama dan (4) melakukan refleksi  bersama-sama pula. Kemudian, Anda bersama-sama merumuskan kembali rencana berdasarkan informasi yang lebih lengkap dan lebih kritis. Itulah empat aspek pokok dalam penelitian tindakan (Kemmis dkk, 1982; Burns, 1999), yang selanjutnya diuraikan di bawah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Penyusunan Rencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana PTK merupakan tindakan pembelajaran kelas yang tersusun, dan dari segi definisi harus prospektif atau memandang ke depan pada tindakan dengan memperhitungkan peristiwa-peristiwa tak terduga sehngga mengandung sedikit resiko. Maka rencan mesti cukup fleksibel agar dapat diadaptasikan dengan pengaruh yang tak dapat terduga dan kendala yang sebelumnya tidak terlihat. Tindakan yang telah direncanakan harus disampaikan dengan dua pengertian. Pertama, tindakan kelas  mempertimbangkan resiko yang ada dalam perubahan dinamika kehidupan kelas dan mengakui adanya kendala nyata, baik yang bersifat material namun bersifat non-meterial dalam kelas Anda. Kedua, tindakan-tindakan pilih karena memungkinkan para Anda untuk bertindak secara lebih efektif dalam tahapan-tahapan pembelajaran, secara lebih bijaksana dalam memperlakukan murid, dan cermat dalam mengamati kebutuhan dan perkembangan belajar murid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada prinsipnya,  tindakan yang Anda rencanakan hendaknya (1) membantu Anda sendiri dalam (a) mengatasi kendala pembelajaran kelas, (b)  bertindak secara lebih tepat-guna dalam kelas Anda, dan (c) meningkatkan keberhasilan pembelajaran kelas; dan (2) membantu Anda menyadari potensi baru Anda untuk melakukan tindakan guna meningkatkan kualitas kerja. Dalam proses perencanaan, Anda harus berkolaborasi dengan sejawat melalui diskusi untuk mengembangkan bahasa yang akan dipakai dalam menganalisis dan meningkatkan pemahaman dan tindakan Anda dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Rencana PTK Anda hendaknya disusun berdasarkan hasil pengamatan awal refleksif terhadap pembelajaran kelas Anda. Misalnya, jika Anda adalah guru bahasa Inggris, Anda akan melakukan pengamatan terhadap situasi pembelajaran kelas Anda dalam konteks situasi sekolah secara umum dan mendeskripsikan hasil pengamatan. Dari sini akan mendapatkan gambaran umum tentang masalah yang ada. Lalu Anda meminta seorang guru bahasa Inggris lain sebagai kolaborator untuk melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang Anda selenggarakan di kelas Anda; selama mengamati, kolaborator memusatkan perhatiannya pada perilaku Anda sebagai guru dalam upaya membantu murid belajar bahasa Inggris, dan perilaku murid selama proses pembelajaran berlangsung, serta suasana pembelajarannya. Misalnya, hal-hal yang dicatat meliputi: (1) bagaimana guru melibatkan murid-muridnya dari awal (ketika membuka pelajaran); (2) bagaimana guru membantu murid-muridnya (a) memahami isi atau pesan teks, (b) memahami cara mengungkapkan makna sejenis (cara menyusun kalimat, cara mengeja kata, cara melafalkan kata yang digunakan untuk makna tersebut), (c) belajar berkomunikasi dengan menggunakan ungkapan-ungkapan yang telah dipelajari, (d) membantu murid-muridnya yang mengalami kesulitan atau yang pasif, (3) bagaimana guru mengelola kelas, yaitu dalam mengatur tempat duduk, mengontrol penerangan, mengatur suaranya, mengatur pemberian giliran, mengatur kegiatan; (4) bagaimana guru berpakaian, (5) bagaimana murid menanggapi upaya-upaya guru, (6) sejauh mana murid aktif memproduksi bahasa Inggris, dan (7) hal-hal lain yang secara teoretis perlu dicatat, serta (8) suasana kelas.  Hasil pengamatan awal terhadap proses tersebut  dituangkan dalam bentuk catatan-catatan  lapangan lengkap (cuplikannya dapat disajikan dalam laporan dalam bentuk vignette), yang menggambarkan dengan jelas cuplikan/episode proses pembelajaran dalam situasi nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kemudian, Anda bersama kolaborator memeriksa catatan-catatan lapangan sebagai data awal secara cermat untuk mengidentifikasi  masalah-masalah yang ada dan aspek-aspek apa yang perlu ditingkatkan untuk memecahkan masalah praktis tersebut. Berdasarkan hasil kesepakatan terhadap pencermatan data awal, dan dipadukan dengan ketersediaan sumber daya, baik manusia maupun non-manusia, Anda bersama kolaborator menyusun rencana tindakan, sebagai penuntun  pelaksanaan tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana tindakan Anda perlu dilengkapi dengan pernyataan tentang indikator-indikator peningkatan yang akan dicapai. Misalnya, indikator untuk peningkatan keterlibatan murid adalah peningkatan jumlah murid yang melakukan sesuatu dalam pembelajaran nahasa Inggris, seperti bertanya, mengusulkan pendapat, mengungkapkan kesetujuan, mengungkapkan kesenangan, mengungkapkan penolakan dan sebagainya dalam bahasa Inggris; sedangkan indikator untuk produksi bahasa Inggris adalah peningkatan jumlah ungkapan (kata/frasa/kalimat) bahasa Inggris yang diproduksi oleh murid. Disamping itu, perlu juga indikator kualitatif, misalnya peningkatan keakuratan (lafal dan tatabahasa)  dan kelancaran bahasa Inggris murid dengan deskriptor di masing-masing tingkatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan Anda dan kolaborator dalam  mengumpulkan data awal, lalu mencermatinya untuk mengidentikasi masalah-masalah yang ada dan menentukan tindakan untuk mengatasinya, serta menyusun rencana tindakan, telah memenuhi tuntutan validitas demokratik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan hendaknya dituntun oleh rencana yang telah dibuat, tetapi perlu diingat bahwa tindakan itu tidak secara mutlak dikendalikan oleh rencana, mengingat dinamikan proses pembelajaran di kelas Anda, yang menuntut penyesuaian. Oleh karena itu, Anda perlu bersikap fleksibel dan siap mengubah rencana tindakan sesuai dengan keadaan yang ada. Semua perubahan/penyesuaian yang terjadi perlu dicatat karena kelak harus dilaporkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan rencana tindakan memiliki karakter perjuangan materiil, sosial, dan politis ke arah perbaikan. Mungkin negosiasi dan kompromi diperlukan, tetapi kompromi harus juga dilihat dalam konteks strateginya. Nilai tambah taraf sedang mungkin cukup untuk sementara waktu, dan nilai tambah ini kemudian mendasari tindakan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observasi tindakan di kelas Anda berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan bersama prosesnya. Observasi itu berorientasi ke depan, tetapi memberikan dasar bagi refleksi sekarang, lebih-lebih lagi ketika putaran atau siklus terkait masih berlangsung. Perlu dijaga agar observasi: (1) direncanakan agar (a) ada dokumen sebagai dasar refleksi berikutnya dan (b) fleksibel dan terbuka untuk mencatat hal-hal yang tak terduga; (2) dilakukan secara cermat karena tindakan Anda di kelas selalu akan dibatasi oleh kendala realitas kelas yang dinamis, diwarnai dengan hal-hal tak terduga; (3) bersifat responsif, terbuka pandangan dan pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diamati dalam PTK adalah (1)  proses tindakannya, (b) pengaruh tindakan (yang disengaja dan tak sengaja), (c) keadaan dan kendala tindakan, (d) bagaimana keadaan dan kendala tersebut menghambat atau mempermudah tindakan yang telah direncanakan dan pengaruhnya, dan (e) persoalan lain yang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan refleksi adalah mengingat dan merenungkan kembali suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. Lewat refleksi Anda berusaha (1) memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala yang nyata dalam tindakan strategik, dengan mempertimbangkan ragam perspektif yang mungkin ada dalam situasi pembelejaran kelas, dan (2) memahami persoalan pembelajaran dan keadaan kelas di mana pembelajan dilaksanakan. Dalam melakukan refleksi, Anda sebaiknya juga berdiskusi dengan sejawat Anda, untuk menghasilkan rekonstruksi makna situasi pembelajaran kelas Anda dan memberikan dasar perbaikan rencana siklus berikutnya.         Refleksi memiliki aspek evaluatif; dalam melakukan refleksi, Anda hendaknya menimbang-nimbang pengalaman menyelenggarakan pembelajaran di kelas, untuk menilai apakah pengaruh (persoalan yang timbul) memang diinginkan, dan memberikan saran-saran tentang cara-cara untuk meneruskan pekerjaan. Tetapi dalam pengertian bahwa refleksi itu deskriptif, Anda meninjau ulang, mengembangkan gambaran agar lebih lebih hidup (a) tentang proses pembelajaran kelas Anda, (b) tentang kendala yang dihadapi dalam melakukan tindakan di kelas, dan, yang lebih penting lagi, (c) tentang apa yang sekarang mungkin dilakukan untuk para siswa Anda agar mencapai tujuan perbaikan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK Anda merupakan proses dinamis, dengan empat momen dalam spiral perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Proses dasar tersebut dapat diringkas sebagai berikut (Kemmis dkk. (1982). Dalam praktik, proses PTK Anda mulai dengan ide umum bahwa Anda menginginkan perubahan atau perbaikan pembelajaran di kelas Anda. Inilah keputusan tentang letak di mana dampak tindakan itu mungkin diperoleh. Setelah memutuskan medannya dan melakukan peninjauan awal, Anda bersama kolaborator sebagai peneliti tindakan memutuskan rencana umum tindakan. Dengan menjabarkan rencana umum ke dalam langkah-langkah yang dapat dilakukan, Anda memasuki langkah pertama, yakni perubahan dalam strategi yang ditujukan bukan saja untuk mencapai perbaikan, tetapi juga pemahaman lebih baik tentang apa yang mungkin dicapai kemudian. Sebelum mengambil langkah pertama, Anda harus lebih berhati-hati dan merencanakan  cara untuk memantau pengaruh langkah tindakan pertama, keadaan kelas Anda, dan apa yang mulai dilihat oleh strategi dalam praktik. Jika mungkin mempertahankan pencarian fakta dengan memantau tindakannya, langkah pertama diambil. Pada waktu langkah itu dilaksanakan, data baru mulai masuk, dan keadaan, tindakan, dan pengaruhnya dapat dideskripsikan dan dievaluasi. Tahap evaluasi ini menjadi peninjauan yang segar yang dapat dipakai untuk menyiapkan cara untuk perencanaan baru (Kemmis dkk., 1982: 6-7). Lihat Gambar 1 di bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1 menunjukkan bahwa peneliti mulai melihat masalah dalam kelas bahasa Inggris yang diampunya, yaitu cara pandang siswa yang kurang benar terhadap pemelajaran bahasa Inggris. Yaitu, siswa hanya tertarik belajar gramar dan kosakata dan pasif dalam belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Peneliti memutuskan untuk mengubah cara pandang siswa dengan cara mengaktifkan siswa melalui pemberian tugas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3.1: Proses Dasar Penelitian Tindakan&lt;br /&gt;(Dimodifikasi dari Burns, 1999: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘information gap’ dengan menggunakan permainan dan bermain peran. Tugas ‘information gap’ merujuk pada tugas di mana terdapat kesenjangan yang mesti ditutup oleh siswa yang satu dengan cara berkomunikasi dengan siswa lainnya. Teknik tugas ini mencakup permainan bahasa, bermain peran, dan simulasi, mulai dari teknik-teknik semi-terbimbing untuk pelajar tingkat pemula  dan menengah sampai teknik bebas (tanpa bimbingan) untuk pelajar tingkat lanjut. Rencana di atas dilaksanakan dan direkam prosesnya, kemudian berdasarkan data dilakukan refleksi, yang menghasilkan permasalahan baru, yaitu bahwa hanya sebagian kecil siswa menjadi aktif dengan tugas ‘information gap’ tersebut, sedangkan sebagian besar siswa tampak takut salah, cemas dan malu berbicara dalam bahasa Inggris. Maka, dalam tindakan kedua direncanakan untuk melakukan sesuatu yang dapat mengurangi rasa takut salah, kecemasan, dan rasa malu. Rencana ini dilaksanakan dan direkam prosesnya, kemudian dilakukan refleksi untuk melihat sejauh mana perubahan  dicapai lewat tindakan kedua. Begitu seterusnya, siklus-siklus tindakan berlanjut sampai perubahan yang diinginkan dicapai dengan catatan bahwa tidak mungkin dicapai ketuntasan perubahan karena situasi dan kondisi kelas berubah terus secara dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan-Persoalan Praktis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemrakarsa Peneliti Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tindakan biasanya diprakarsai oleh orang yang memiliki kepedulian besar terhadap kebutuhan untuk meningkatkan suatu situasi, misalnya situasi belajar-mengajar di kelas dan situasi pengelolaan sekolah. Ada dua kelompok orang yang dapat terlibat dalam usaha kolaborasi penelitian tindakan: (1) kelompok orang yang langsung terlibat dalam kehidupan situasi terkait, seperti guru dalam situasi belajar-mengajar dan pimpinan dalam situasi pengelolaan (manajemen), dan (2) kelompok orang yang memiliki pengetahuan tentang penelitian tindakan dan kemampuan untuk melaksanakannya, misalnya peneliti dari perguruan tinggi atau lembaga penelitian. Para guru mungkin merasakan adanya sesuatu yang perlu ditingkatkan tetapi mungkin tidak begitu mengetahui bagaimana melakukannya. Atau pimpinan suatu kantor dan stafnya merasa bahwa ada kekuranglancaran dalam komunikasi antara mereka dan para bawahan mereka sehingga penyelesaian pekerjaan tertentu sering terhambat tetapi mereka kurang mengetahui bagaimana mengatasi masalah yang mereka hadapi dalam situasi seperti itu. Dengan berperan sebagai fasilitator, peneliti mengenalkan penelitian tindakan kepada guru-guru atau pimpinan dan stafnya sebagai cara untuk meneliti masalah yang telah diidentifikasi oleh para guru. Kemudian mereka bekerja sama untuk melaksanakan penelitian tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik Penelitian Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun suatu penelitian tindakan sering diprakarsai oleh fasilitator, misalnya seorang konsultan,  sebaiknya orang-orang yang langsung dikenai dan sekaligus ikut serta dalam pelaksanaan penelitian tindakan tsb., dibuat merasa ikut memilikinya. Rasa ikut memiliki ini akan sangat mempengaruhi kelancaran dan kualitas pelaksanaan penelitian tsb. Rasa ikut memiliki ini dapat dikembangkan dengan melibatkan mereka dalam seluruh proses penelitian, yaitu dari langkah pertama sampai langkah terakhir. Dengan demikian, semua orang yang terkena dampak penelitian tindakan tersebut akan merasa bahwa penelitian tindakan tsb., merupakan bagian dari dirinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran Penelitian Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tindakan bukan merupakan teknik pemecahan masalah, namun dorongan untuk meneliti praktik secara sistematik yang sering timbul karena ada masalah yang perlu ditangani lewat tindakan praktis.  Jadi penelitian tindakan tidak cocok digunakan untuk tujuan pengembangan teori karena alasan utama dilakukannya penelitian tindakan adalah peningkatan praktik dalam situasi kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Penelitian Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dalam penelitian tindakan berfungsi sebagai landasan refleksi. Data mewakili tindakan dalam arti bahwa data itu memungkinkan peneliti untuk merekonstruksi tindakan terkait, bukan hanya mengingat kembali. Oleh sebab itu, pengumpulan data tidak hanya untuk keperluan hipotesis, melainkan sebagai alat untuk membukukan amatan dan menjembatani antara momen-momen tindakan dan refleksi dalam putaran penelitian tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data penelitian tindakan diambil dari suatu situasi bersama seluruh unsur-unsurnya.  Data tersebut dapat  berupa semua catatan tentang hasil amatan, transkrip wawancara, rekaman audio dan/atau video peristiwa/kejadian, yang dikumpulkan lewat berbagai teknik seperti disebutkan di bawah. Maka data penelitian tindakan dapat berbentuk catatan lapangan, catatan harian, transkrip komentar peserta penelitian,  rekaman audio, rekaman video, foto dan rekaman/catatan lainnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis data diwakili oleh momen refleksi putaran penelitian tindakan. Dengan melakukan refleksi peneliti akan memiliki wawasan autentik yang akan membantu dalam menafsirkan datanya. Tetapi perlu diingat bahwa dalam menganalisis data sering seorang peserta penelitian tindakan menjadi terlalu subyektif, dan oleh karena itu dia perlu berdiskusi dengan peserta-peserta yang lainnya untuk dapat melihat datanya lewat perspektif yang berbeda. Dengan kata lain, usaha triangulasi hendaknya dilakukan dengan mengacu pendapat atau persepsi orang lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akan lebih bagus jika dalam menganalisis data yang kompleks  peneliti menggunakan teknik analisis kualitatif, yang salah satu modelnya adalah teknik analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1984: 21-23). Analisis interaktif tersebut terdiri atas tiga komponen kegiatan yang saling terkait satu sama lain: reduksi data, beberan (display) data, dan penarikan kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Reduksi data merupakan proses menyeleksi, menentukan fokus, menyederhanakan, meringkas, dan mengubah bentuk data ’mentah’ yang ada dalam catatan lapangan. Dalam proses ini dilakukan penajaman, pemilahan, pemfokusan, penyisihan data yang kurang  bermakna, dan menatanya sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat ditarik dan diverifikasi. Misalnya, data tentang proses pembelajaran kelas bahasa Inggris yang tergambar dalam Vignette 1 di bawah dapat direduksi dengan menfokuskan perhatian pada apa yang dilakukan guru pada permulaan kelas (membuka pelajaran), pada bagian utama pembelajaran, dan pada akhir pelajaran (menutup pelajaran). Pada bagian utama pembelajaran dapat direduksi dengan menfokuskan perhatian pada apakah ada tindakan guru yang berkenaan, misalnya,  dengan (a) upaya membantu dan/atau memfasilitasi siswa dalam mamahami makna/isi teks bahasa Inggris sebagai teks asupan, (b) upaya membantu dan/atau memfasilitasi siswa dalam memahami aturan tatabahasa yang dipakai untuk mengungkapkan makna/pesan yang sama, (c) upaya membantu dan/atau memfasilitasi siswa dalam menggunakan ungkapan yang sama untuk berkomunikasi, apakah lewat permainan bahasa, bermain peran, atau simulasi, (d) upaya memotivasi siswa atau meningkatkan percaya diri siswa dengan memuji siswa yang telah menunjukkan upaya keras atau kinerja bagus dalam menggunakan bahasa Inggris dan mendorong siswa yang kehilangan semangat atau percaya diri untuk tetap berupaya, dan (e) upaya membantu siswa untuk meningkatkan kelancaran berbahasa Inggris serta (f) upaya membantu siswa untuk meningkatkan keakuratan berbahasa Inggris. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana guru mengelola kelas, yang bisa berkenaan dengan volume suaranya, pandangan mata, gerakan fisiknya, pengaturan tempat duduk, dan pengelompokan siswa. Dengan mereduksi data tentang proses pembelajaran bahasa Inggris yang demikian, akan dapat ditarik kesimpulan apakah guru menekankan pengembangan keterampilan berkomunikasi atau hanya mengajarkan unsur-unsur bahasa seperti struktur, kosakata, lafal, dan ejaan, atau hanya menekankan keterampilan membaca tanpa menghiraukan keterampilan berbicara. Juga dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dikelola sedemikian rupa sehingga cukup kondusif bagi terjadinya pembelajaran yang menyenangkan tetapi cukup efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setelah direduksi data siap dibeberkan. Artinya, tahap analisis sampai pada pembeberan data. Berbagai macam data penelitian tindakan yang telah direduksi perlu dibeberkan dengan tertata rapi dalam bentuk narasi plus matriks, grafik, dan/atau diagram. Pembeberan data yang sistematik, interaktif, dan inventif serta mantab akan memudahkan pemahaman terhadap apa yang telah terjadi sehingga memudahkan penarikan kesimpulan atau menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Seperti layaknya yang terjadi dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan sepanjang proses pelaksanaan tindakan penelitian. Penarikan kesimpulan tentang peningkatan atau perubahan yang terjadi dilakukan secara bertahap mulai dari kesimpulan sementara, yang ditarik pada akhir Siklus I, ke kesimpulan terevisi pada akhir Siklus II dan seterusnya, dan kesimpulan terakhir pada akhir Siklus terakhir. Kesimpulan yang pertama sampai dengan yang terakhir saling terkait dan kesimpulan pertama sebagai pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Perlu dicatat bahwa data yang dikumpulkan tidak hanya terbatas pada data tentang perubahan yang diharapkan, melainkan juga mencakup data tentang peningkatan/perubahan yang tak diharapkan (di luar rencana). Maka, kesimpulan yang ditarik juga harus mencakup perubahan yang direncanakan/diharapkan dan yang tidak diharapkan sebelumnya. Misalnya, peningkatan/perubahan yang diharapkan adalah (a) peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama dalam praktik berbahasa Inggris, (b) peningkatan pemahaman guru peneliti terhadap hakikat proses pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, dan (c) peningkatan suasana pembelajaran dari suasana membosankan menjadi mengasyikkan dan menyenangkan. Namun, ternyata guru peneliti juga menjadi sadar atas kekurangannya dalam hal kelancaran, ketepatan dan keakuratan berbahasa Inggris, dan kepala sekolah terkait juga mengalami perubahan sikap, yaitu dari sikap berpihak pada kelas yang diam/sunyi ke sikap yang menghargai kelas yang agak bising penuh suara siswa yang praktik berbahasa Inggris, misalnya seperti yang terjadi dalam penelitian Madya dkk (2002). Pendeknya, kesimpulan yang dibuat hendaknya mencakup semua perubahan/peningkatan pada diri peneliti dan anggota penelitian lainnya serta situasi tempat penelitian dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik-Teknik Pemantauan dalam Penelitian Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teknik yang dapat digunakan untuk melakukan pemantauan dalam penelitian tindakan. Penggunaan setiap teknik tentu saja ditentukan oleh sifat dasar data yang akan dikumpulkannya. Teknik-teknik yang dimaksud disajikan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Catatan Anekdot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan anekdot adalah riwayat tertulis, deskriptif, longitudinal tentang apa yang dikatakan atau dilakukan perseorangan dalam kelas Anda dalam suatu jangka waktu. Deskripsi akurat ditekankan untuk meenghasilkan gambaran umum yang layak untuk keperluan penjelasan dan penafsiran. Deskripsi tersebut biasanya mencakup konteks dan peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah peristiwa yang gayut dengan persoalan yang diteliti. Metode ini dapat diterapkan pada kelompok dan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Catatan Lapangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini sejenis dengan catatan anekdot, tetapi mencakup kesan dan penafsiran subjektif. Deskripsi boleh mencakup referensi misalnya pelajaran yang lebih baik, perilaku kurang perhatian, pertengkaran picik, kecerobohan, yang tidak disadari oleh guru atau pimpinan terkait. Seperti halnya catatan anekdot, perhatian diarahkan pada persoalan yang dianggap menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Deskripsi Perilaku Ekologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini kurang terarah pada persoalan jika dibandingkan dengan teknik pertama di atas. Teknik ini berusaha untuk mencatat observasi dan pemahaman terhadap urutan perilaku yang lengkap. Tingkat-tingkat deskripsi yang berbeda dapat dipakai, misalnya dalam situasi belajar-mengajar:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Kelas dalam suasana serius, tetapi tawa meledak …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Seorang siswa bernama Toni mendeskripsikan hobinya dalam acara “tunjukkan dan katakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Dengan kakinya diseret di lantai dan kedua tangannya saling menggenggam di punggung seorang siswa …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi sebaiknya mengurangi penafsiran psikologis dan terminologis, seperti telah disinggung di atas. Misalnya, ketika seorang siswa diamati tertawa terbahak-bahak, peneliti tidak boleh memberi komentar tentang maksud tertawa siswa tersebut. Atau ketika beberapa siswa menolak mengerjakan tugas, peneliti tidak boleh menafsirkan bahwa penolakan tersebut karena malas atau alasan lain. Kecenderungan untuk memberikan penilaian seperti ini banyak dialami oleh peneliti pemula. Mereka belum terlatih untuk menunda penilaian sampai refleksi dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Analisis Dokumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran tentang persoalan, sekolah atau bagian sekolah, kantor atau bagian kantor, dapat dikonstruksi dengan menggunakan berbagai dokumen: surat, memo untuk staf, edaran untuk orangtua atau karyawan, memo guru atau pejabat, papan pengumuman guru, papan pengumuman siswa, pekerjaan siswa yang dipamerkan, garis besar, tes formal dan informal, publikasi siswa atau karyawan, kebijaksanaan, dan/atau peraturan. Dokumen-dokumen ini dapat memberikan informasi yang berguna untuk berbagai persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Catatan Harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan harian adalah riwayat pribadi yang dilakukan secara teratur seputar topik yang diminati atau yang diperhatikan. Catatan harian mungkin memuat observasi, perasaan, reaksi, penafsiran, refleksi, dugaan, hipotesis, dan penjelasan. Persoalan mungkin berkisar dari riwayat tentang pekerjaan siswa atau karyawan individual sampai pemantauan diri tentang perubahan dalam metode mengajar atau metode pengawasan. Siswa atau karyawan dapat didorong untuk membuat catatan harian tentang topik yang sama untuk memperoleh perspektif alternatif.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Catatan harian dapat digunakan untuk salah satu atau beberapa tujuan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        merekam secara teratur informasi faktual tentang peristiwa, tanggal dan orang, dengan klasifikasi judul,  misalnya Kapan? Di mana? Siapa? Yang mana? Bagamana? Mengapa? Data yang direkam dapat membantu peneliti merekonstruksi urutan waktu atau peristiwa sebagaimana terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Aide mémoire untuk merekam catatan pendek tentang penelitian yang sedang dilakukan untuk refleksi kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Memotret secara rinci peristiwa dan situasi tertentu yang memberikan data deskriptif lengkap yang akan digunakan untuk laporan lengkap tertulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Catatan introspektif dan evaluatif-diri di mana peneliti mencatat pengalaman, pemikiran, dan perasaan pribadi dalam rangka memahami penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Logs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eknik ini pada dasarnya sama dengan catatan harian tetapi biasanya disusun dengan mempertimbangkan alokasi waktu untuk kegiatan tertentu, pengelompokan kelas, dan sebagainya. Kegunaannya ditingkatkan jika mencakup komentar seperti yang terdapat dalam catatan harian tentang organisasi dan peristiwa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Kartu Cuplikan Butir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini mirip dengan catatan harian tetapi sekitar enam kartu digunakan untuk mencatat kesan tentang sejumlah topik, satu untuk satu kartu. Misalnya: satu set kartu boleh mencakup topik-topik seperti pendahuluan pelajaran, disiplin, kualitas pekerjaan siswa, efisiensi penilaian, kontak individual dengan siswa, dan perilaku seorang siswa. Kartunya dikocok dan catatan harian dibuat untuk satu topik setiap harinya, dan dengan demikian membangun gambaran tentang semua persoalan sebagai dasar refleksi tanpa resiko memberikan tekanan terlalu berat atau menimbulkan kebosanan dengan aspek tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Portfolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini digunakan untuk membuat koleksi bahan yang disusun dengan tujuan tertentu. Portfolio mungkin memuat hal-hal seperti tambatan rapat staf yang gayut dengan sejarah suatu persoalan yang diteliti, korespondensi yang berkaitan dengan kemajuan dan perilaku subyek penelitian, kliping korespodensi dan surat kabar yang berkaitan dengan persoalan di mana lembaga tempat penelitian menjadi pusat perhatian khalayak ramai, dan/atau tambatan rapat staf yang relevan; singkatnya dokumen apa pun yang relevan dengan persoalan yang diteliti dapat dimuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Angket&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angket terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis yang memerlukan jawaban tertulis. Pertanyaan ada dua macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.      Terbuka: meminta informasi atau pendapat dengan kata-kata responden sendiri. Pertanyaan macam ini berguna bagi tahap-tahap eksplorasi, tetapi dapat menghasilkan jawaban-jawaban yang sulit untuk disatukan. Jumlah angket yang dikembalikan mungkin juga sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.       Tertutup atau pilihan ganda: meminta responden untuk memilih kalimat atau deskripsi yang paling dekat dengan pendapat, perasan, penilaian, atau posisi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan harus secara cermat diungkapkan dan tujuannya harus jelas dan tidak taksa (bermakna ganda). Mengujicobakan pertanyaan dengan teman atau cuplikan (sample) kecil responden akan meningkatkan kualitasnya. Membatasi lingkup topik yang dicakup merupakan cara yang bermanfaat untuk meningkatkan jumlah angket yang kembali dan kualitas informasi yang diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini memungkinkan meningkatnya fleksibilitas dari pada angket, dan oleh sebab itu berguna untuk persoalan-persoalan yang sedang dijajagi daripada yang secara jelas dibatasi dari mula. Wawancara dapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tak terencana: misalnya, omong-omong informal di antara para pelaku penelitian atau antara pelaku penelitian dan subyek penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Terencana tetapi tak terstruktur: Satu atau dua pertanyaan pembukaan dari pewancara, tetapi setelah itu pewancara memberikan kesempatan bagi responden untuk memilih apa yang akan dibicarakan. Pewancara boleh mengajukan pertanyaan untuk menggali atau memperjelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Terstruktur: Pewancara telah menyusun serentetan pertanyaan yang akan diajukan dan mengendalikan percakapan sesuai dengan arah pertanyaan-pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;11. Metode Sosiometrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah individu-individu disukai atau saling menyukai. Pertanyaan-pertanyaan sering diajukan dengan niat untuk mengetahui dengan siapa subyek tertentu ingin bekerja sama, atau berhubungan dalam suatu kegiatan bersama. Pertanyaan juga mungkin berusaha mengungkapkan dengan siapa subyek tertentu tidak suka bekerja sama atau berhubungan. Hasilnya biasanya diungkapkan dengan diagram pada sosiogram, seperti pada Gambar 2. 1 di bawah, yang mencatat hubungan seluruh kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gambar 2.1: Sosiogram Kelompok Delapan Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jadwal dan daftar tilik (checklist) interaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua teknik ini dapat digunakan oleh peneliti atau pengamat. Teknik-teknik ini boleh berdasarkan waktu, atau berdasarkan peristiwa, yang pencatatannya dilakukan kapan saja peristiwa tertentu terjadi. Berbagai perilaku dicatat dalam kategori waktu perilaku itu terjadi untuk membangun gambaran tentang urutan perilaku yang diteliti. Misalnya dalam situasi sekolah, kategori jadual dan daftar tilik (checklist) dapat menunjuk pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Perilaku verbal guru: misalnya bertanya, menjelaskan, mendisiplinkan (individu atau kelompok), memberi contoh melafalkan kata/frasa/kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Perilaku verbal siswa: misalnya, menjawab, bertanya, menyela, berkelakar, mengungkapkan diri, menyanggah, menyetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Perilaku nonverbal guru: misalnya, tersenyum, mengerutkan kening, memberi isyarat, menulis, berdiri dekat siswa pandai, duduk dengan siswa lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku nonverbal  siswa: misalnya menoleh, mondar-mandir, menulis, menggambar, menulis cepat, tertawa, menangis, mengerutkan dahi, mengatupkan bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Rekaman pita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekam berbagai peristiwa seperti pelajaran, rapat diskusi, seminar, lokakarya, dapat menghasilkan banyak informasi yang bermanfaat yang tertakluk (tunduk) pada analisis yang cermat. Metode ini khususnya berguna bagi kontak satu lawan satu dan kelompok kecil di mana perekam jinjing dapat digunakan atau analisis satu perilaku dapat dilakukan. Jika transkripsi ekstensif diperlukan, prosesnya mungkin menjadi sangat panjang dari segi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Rekaman video&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekam video dapat dioperasikan oleh peneliti untuk merekam satuan kegiatan/peristiwa untuk dianalisis kemudian, misalnya kegiatan pembelajaran di kelas. Akan lebih baik jika satuan rekamannya pendek karena pemutaran ulang akan memakan waktu. Bila ada asisten yang membantu, lebih banyak perhatian dapat diberikan pada reaksi dan perilaku subyek secara perorangan (guru dan siswa), yang aspek-aspeknya disepakati sebelum perekaman. Peneliti sendiri dapat merekam aspek tertentu dari pelaksanaan pekerjaannya sendiri. Subyek-subyek terpilih mungkin juga dapat merekam beberapa aspek pelaksanaan pekerjaan mereka untuk dianalisis kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Foto dan slide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto dan slide mungkin berguna untuk merekam peristiwa penting, misalnya aspek kegiatan kelas, atau untuk mendukung bentuk rekaman lain. Peneliti dan pengamat boleh menggunakan rekaman fotografik. Karena daya tariknya bagi subyek penelitian, foto dapat diacu dalam wawancara berikutnya dan diskusi tentang data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Penampilan subyek penelitian pada kegiatan penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini digunakan untuk menilai prestasi, penguasaan, untuk mendiagnosis kelemahan dsb. Alat penilaian tersebut dapat dibuat oleh peneliti atau para ahlinya. Pemilihan teknik pengumpulan data ini tentu saja disesuaikan dengan jenis data yang akan dikumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pemilihan teknik pengumpulan data hendaknya dipilih sesuai dengan cirri khas data yang perlu dikumpulkan untuk mendukung tercapainya tujuan penelitian. Untuk keperluan trianggulasi, data yang sama dapat dikumpulkan dengan teknik yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip Etis Proses Penelitian Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti tindakan, sebagai praktisi, melakukan penelitian untuk mencapai peningkatan dirinya dan peningkatan situasi bersama orang-orang di dalamnya. Dengan kata lain, peneliti tindakan melakukan penelitian untuk mempengaruhi orang lain menuju peningkatan/perbaikan yang diinginkan. Dalam hal ini hendaknya dia melakukan perubahan tersebut dengan cara yang etis. Di bawah akan disajikan uraian singkat tentang prinsip-prinsip etika yang perlu diterapkan dalam melakukan penelitian tindakan (McNiff, Lomax dan Whitehead, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelengkapan Dokumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti tindakan hendaknya membagikan dokumen etika ke semua peserta penelitian. Dokumen etika tersebut mencakup pernyataan etika  dan surat ijin. Ketika melaporkan hasil penelitian, kedua dokumen ini perlu dilampirkan tetapi semua nama orang dan nama organisasi harus ditutup (disembunyikan). Pada surat ijin, harus juga ditutup nama, alamat dan tanda tangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negosiasi Akses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dengan Yang Berwenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku PTK hendaknya menghubungi kepala sekolah dan pimpinan lain sebelum melakukan penelitian. Peneliti hendaknya juga memperoleh persetujuan tertulis tentang hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. Jika ada perubahan rencana atau hal lain, peneliti hendaknya memberitahukan perubahan ini kepada pimpinan terkait dan  minta ijin untuk meneruskan penelitian dengan perubahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dengan Peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku PTK hendaknya minta persetujuan kepada sejawat orang-orang yang diharapkan akan terlibat dalam penelitiannya. Mereka hendaknya secara terus menerus diberi informasi tentang penelitian tersebut. Mereka hendaknya diyakinkan bahwa mereka  adalah peserta penelitian dan peneliti-pendamping, bukan sekedar ’subjek garapan’. Peneliti hendaknya meyakinkan bahwa dia meneliti dirinya sendiri dalam kaitannya dengan mereka. Hal ini  hendaknya  dijelaskan sesering  mungkin  bila  diperlukan  untuk membuat mereka merasa enak dengan apa pun yang dikerjakan peneliti. Karena mereka ini merupakan sumber daya yang berharga, mereka perlu diperlakukan dengan hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dengan Orangtua atau Wali Murid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena PTk Anda melibatkan siswa, Anda hendaknya minta ijin kepada orangtua mereka. Surat permohonan ijin sebaiknya dikirim ke rumah mereka. Apabila orangtua mengalami kesulitan membaca, Anda sebaiknya memberi penjelasan lisan. Anda hendaknya berupaya agar orang-orang terkait mendukungnya dari permulaan dan hendaknya kepercayaan mereka dijaga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjaga Kerahasiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.      Kerahasiaan Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sebagai peneliti hendaknya menyatakan dengan tegas bahwa Anda hanya akan menggunakan informasi yang  termasuk wilayah publik dan yang sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku. Anda juga harus menegaskan bahwa informasi yang bersifat pribadi tidak akan dilaporkan. Jika ada informasi yang sensitif  yang akan digunakan, peneliti hendaknya minta ijin kepada sumber informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Kerahasiaan Identitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sebagai peneliti tindakan hendaknya tidak menyebut nama orang atau tempat kecuali telah mendapatkan ijin untuk menyebutnya dalam laporan. Anda juga tidak boleh menyebut nama fiktif karena nama tersebut mungkin sama dengan nama milik orang lain.  Untuk identitas peserta, sebaiknya peneliti menggunakan inisial, nomor atau simbol lain. Jika mempeoleh ijin tertulis dari organisasi atau lembaga terkait, Anda boleh menyebut nama organisasi atau lembaga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Kerahasiaan Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sebagai peneliti bermaksud menggunakan data asli seperti transkrip, atau saripati  dari rekaman video, hendaknya Anda mengecek pada pemiliknya untuk keberterimaannya dan hendaknya dia minta ijin kepada mereka.  Anda hendaknya selalu minta sumber data untuk mengecek keakuratan informasi dan menyunting transkrip untuk mengecek kontribusi mereka. Anda hendaknya juga minta orang lain untuk membaca versi deskripsinya tentang peristiwa-peristiwa yang diteliti sebelum diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menjamin Hak Peserta untuk Mengundurkan Diri dari Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu Anda hendaknya memastikan bahwa peserta penelitian merasa enak dengan prosedur penelitian dan bebas bersikap dalam penelitian terkait.  Mereka perlu diberitahu bahwa hak-haknya dilindungi dan bahwa mereka bisa mengundurkan diri jika menghendaki, dan semua data tentang mereka akan dimusnahkan setelah pengunduran diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Menjaga Kode Etik Profesional dan Akademik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan data dan pembuatan laporan PTK Anda lakukan dengan memenuhi persyaratan akademik dan profesional.  Perekaman perkuliahan atau kegiatan kelompok hendaknya dilakukan dengan ijin. Ketika mewawancari orang, Anda hendaknya menjelaskan bagaimana data akan digunakan dan tepati komitmen ini. Ketika membuat laporan, Anda hendaknya mengakui kontribusi intelektual orang lain dan tidak menggunakan perkataan orang lain tanpa pengakuan. Sebagai pelaku PTK, Anda hendaknya selalu ingat bahwa meneliti adalah pekerjaan profesional yang menuntut komitmen kerja keras dan tanggung jawab pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Jaga Kepercayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal Anda hendaknya meyakinkan orang-orang yang terlibat  dalam penelitiannya bahwa dia dapat dipercaya, dan akan menepati janji tentang negosiasi, kerahasiaan dan pelaporan. Anda hendaknya selalu melakukan pengecekan bilaman ragu-ragu atau ada kesalahpahaman. Selain itu, Anda hendaknya melindungi orang lain dan juga diri Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-7619123470462573904?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/penelitian-tindakan-kelas_01.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-4311678017812410071</guid><pubDate>Sun, 01 Mar 2009 13:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-01T20:06:51.813+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>PENELITIAN TINDAKAN KELAS</title><description>Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah guru yang sudah banyak jam terbangnya, bukan? Pasti Anda punya banyak pengalaman, baik  manis maupun pahit, dalam mengajar. Pengalaman manis dapat Anda rasakan ketika siswa-siswa Anda berhasil meraih prestasi, yang sebagian merupakan kontribusi Anda. Dan, Anda pasti menginginkan siswa-siswa Anda selalu berhasil meraih prestasi terbaik. Namun, mungkin keinginan Anda yang mulia tersebut lebih sering tidak tercapai karena berbagai alasan. Misalnya, mungkin Anda sering menemukan siswa-siswa tidak bersemangat, kurang termotivasi, kurang percaya diri, kurang disiplin, kurang bertanggung jawab dsb. Pasti Anda sudah melakukan upaya untuk mengatasinya, tetapi mungkin hasilnya masih jauh dari yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Dan Anda masih ingin mengatasi masalah-masalah yang Anda temukan di kelas, bukan? Mengapa tidak mencoba mengatasinya lewat suatu kegiatan penelitian tindakan?  Mendengar kata ’penelitian’ mungkin Anda ingat pengalaman pahit ketika dulu meneliti untuk skripsi Anda karena harus mengembangkan instrumen yang berkali-kali direvisi atas saran dosen pembimbing, harus minta ijin ke sana ke sini, harus terjun ke lapangan menemui responden, yang tidak selalu menyambut dengan ramah kedatangan Anda, harus  kecewa karena angket tidak semua dikembalikan, harus menganalisis data dan seirng tersandung masalah statistik, dan setelah analisis selesai, harus kecewa karena hasilnya tidak selalu siap dipraktikkan di dunia nyata.  dsb. Singkatnya, kegiatan penelitian tidak mudah karena pertanggungjawaban teoretisnya cukup berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu mengalami itu semua ketika Anda melakukan penelitian tindakan. Mengapa? Karena jenis penelitian ini memang berbeda dengan jenis penelitian lain. Kalau jenis penelitian lain layaknya dilakukan oleh para ilmuwan di kampus atau lembaga penelitian, penelitian tindakan layaknya dilakukan oleh para praktisi, termasuk Anda sebagai guru. Kalau jenis penelitian lainnya untuk mengembangkan teori, penelitian tindakan ditujukan untuk meningkatkan praktik lapangan. Jadi penelitian tindakan adalah jenis penelitian yang cocok untuk para praktisi, termasuk guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bicarakan hal ikhwal tentang penelitian tindakan. Kalau Anda pernah mempelajarinya, pembicaraan ini berfungsi untuk menyegarkan kembali atau memperkaya apa yang telah Anda ketahui. Kalau Anda belum tahu banyak, lewat pembicaraan ini Anda akan mengenalnya, memahaminya, dan akhirnya berminat untuk melaksanakannya, untuk mencapai cita-cita Anda yang mulia, yaitu meningkatkan keberhasilan mendidik, mengajar dan melatih murid-murid Anda, yang akan memberikan sumbangan yang signifikan pada peningkatkan kualitas pendidikan nasional. Seperti tercantum  dalama UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, Pasal 3, pendidikan nasional befungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan salah satu tujuan kemerdekaan bangsa kita, seperti dinyatakan pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Oleh sebab itu, upaya Anda untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas merupakan amalan mulia karena memberikan kontribusi dalam mengisi kemerdekaan yang telah direbut lewat pengorbanan yang tidak sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita menyamakan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan kelas (PTK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Dimaksud dengan PTK dan Apa Ciri-cirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Karena penelitian tindakan cocok untuk para praktisi yang bergelut dengan dunia nyata, maka ia cocok untuk Anda sebagai guru. Anda mungkin heran kenapa istilah ’penelitian’ yang biasanya berkenaan dengan teori sekarang dijodohkan dengan istilah ’tindakan’. Keheranan Anda tidak berlebihan karena memang jenis penelitian ini tergolong muda dibandingkan dengan penelitian tradisional yang telah ratusan tahun dikembangkan. Uraian beberapa butir di bawah ini akan dapat membantu Anda dalam memahami apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan (Silakan baca Burns, 1999: 30; Kemmis &amp; McTaggrt, 1982: 5; Reason &amp; Bradbury, 2001: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tindakan merupakan intervensi  praktik dunia nyata yang ditujukan untuk meningkatkan situasi praktis. Tentu penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru ditujukan untuk meningkatkan situasi pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya dan ia disebut ’penelitian tindakan kelas’ atau PTK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kegiatan penelitian tindakan tidak akan mengganggu proses pembelajaran? Sama sekali tidak, karena justru ia dilakukan dalam proses pembelajaran yang alami di kelas sesuai dengan jadwal. Kalau begitu, apakah penelitian tindakan kelas (PTK) bersifat situasional, kontekstual, berskala kecil, terlokalisasi, dan secara langsung gayut (relevan) dengan situasi nyata dalam dunia kerja? Benar. Apakah berarti bahwa subyek dalam PTK termasuk murid-murid Anda? Benar. Lalu bagaimana cara untuk menjaga kualitas PTK? Apakah boleh bekerjasama dengan guru lain? Benar. Anda bisa melibatkan guru lain yang mengajar bidang pelajaran yang sama, yang akan berfungsi sebagai kolaborator Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena situasi kelas sangat dinamis dalam konteks kehidupan sekolah yang dinamis pula, apakah peneliti perlu menyesuaikan diri dengan dinamika yang ada? Benar. Anda memang dituntut untuk adaptif dan fleksibel agar kegiatan PTK Anda selaras dengan situasi yang ada, tetapi tetap mampu menjaga agar proses mengarah pada tercapainya perbaikan. Hal ini menuntut komitmen untuk berpartisipasi dan kerjasama dari semua orang yang terlibat, yang mampu melakukan evaluasi diri secara kontinyu sehingga perbaikan demi perbaikan, betapapun kecilnya, dapat diraih.  Kalau begitu, apakah diperlukan kerangka kerja agar masalah praktis dapat dipecahkan dalam situasi nyata? Benar. Tindakan dilaksanakan secara terencana, hasilnya direkam dan dianalisis dari waktu ke waktu untuk dijadikan landasan dalam melakukan modifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa syarat-syarat agar PTK Anda berhasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Untuk dapat meraih perubahan yang diinginkan melalui PTK, apakah ada syarat-syarat lain? Betul, silakan baca McNiff, Lomax dan Whitehead (2003). Pertama, Anda dan kolaborator serta murid-murid harus punya tekad dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan komitmen itu terwujud dalam keterlibatan mereka dalam seluruh kegiatan PTK secara proporsional. Andil itu mungkin terwujud jika ada maksud yang jelas dalam melakukan intervensi tersebut. Kedua, Anda dan kolaborator menjadi pusat dari penelitian sehingga dituntut untuk bertanggung jawab atas peningkatan yang akan dicapai. Ketiga, tindakan yang Anda lakukan hendaknya didasarkan pada pengetahun, baik pengetahuan konseptual dari tinjauan pustaka teoretis, maupun pengetahuan teknis prosedural, yang diperoleh lewat refleksi kritis dan dipadukan dengan pengalaman orang lain dari tinjauan pustaka hasil penelitian tindakan), berdasarkan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Refleksi kritis dapat dilakukan dengan baik jika didukung oleh keterbukaan dan kejujuran terhadap diri sendiri, khususnya kejujuran mengakui kelemahan/kekurangan diri.  Keempat, tindakan tersebut dilakukan atas dasar komitmen kuat dan keyakinan bahwa situasi dapat diubah ke arah perbaikan. Kelima, penelitian tindakan melibatkan pengajuan pertanyaan agar dapat melakukan perubahan melalui tindakan yang disadari dalam konteks yang ada dengan seluruh kerumitannya. Keenam, Anda mesti mamantau secara sistematik agar Anda mengetahui dengan mudah arah dan jenis perbaikan, yang semuanya berkenaan dengan pemahaman yang lebih baik terkadap praktik dan pemahaman tentang bagaimana perbaikan ini telah terjadi. Kutujuh, Anda perlu membuat deskripsi otentik objektif (bukan penjelasan) tentang tindakan yang dilaksanakan dalam riwayat faktual, perekaman video and audio,  riwayat subjektif yang diambil dari buku harian dan refleksi dan observasi pribadi, dan riwayat fiksional. Kedelapan, Anda perlu memberi penjelasan tentang tindakan berdasarkan deskripsi autentik tersebut di atas, yang mencakup (1) identifikasi makna-makna yang mungkin diperoleh (dibantu) wawasan teoretik yang relevan, pengaitan dengan penelitian lain (misalnya lewat tinjauan pustaka di mana kesetujuan dan ketidaksetujuan dengan pakar lain perlu dijelaskan), dan konstruksi model (dalam konteks praktik terkait) bersama penjelasannya; (2) mempermasalahkan deskripsi terkait, yaitu secara kritis mempertanyakan motif tindakan dan evaluasi terhadap hasilnya; dan (3) teorisasi, yang dilahirkan dengan memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukan dengan cara tertentu. Kesembilan,Anda perlu menyajikan laporan hasil PTK dalam berbagai bentuk termasuk: (1) tulisan tentang hasil refleksi-diri, dalam bentuk catatan harian dan dialog, yaitu percakapan dengan dirinya sendiri; (2) percakapan tertulis, yang dialogis, dengan gambaran jelas tentang proses percakapan tersebut; (3) narasi dan cerita; dan (4) bentuk visual seperti diagram, gambar, dan grafik. Kesepuluh, Anda perlu memvalidasi pernyataan Anda tentang keberhasilan tindakan Anda lewat pemeriksaan kritis dengan mencocokkan pernyataan dengan bukti (data mentah), baik dilakukan sendiri maupun bersama teman (validasi-diri), meminta teman sejawat untuk memeriksanya  dengan masukan dipakai untuk memperbaikinya (validasi sejawat), dan terakhir menyajikan hasil seminar dalam suatu seminar (validasi public). Perlu dipastikan bahwa temuan validasi selaras satu sama lain karena semuanya berdasarkan pemeriksaan terhadap penyataan dan data mentah. Jika ada perbedaan, pasti ada sesuatu yang masih harus dicermati kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat Dicapai lewat Penelitian Tindakan Kelas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini dapat diubah menjadi, ”Kapan Anda secara tepat dapat melakukan PTK?” Jawabnya: Ketika Anda ingin meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi tanggung jawab Anda dan sekaligus ingin melibatkan murid-murid Anda dalam proses pembelajaran (lihat Cohen dan Manion, 1980). Dengan kata lain, Anda ingin meningkatkan praktik pembelajaran, pemahaman Anda terhadap praktik tersebut, dan situasi pembelajaran kelas Anda (Grundy &amp; Kemmis, 1982: 84). Dapat dikatakan bahwa tujuan utama PTK adalah untuk mengubah perilaku pengajaran Anda, perilaku murid-murid Anda di kelas, dan/atau mengubah kerangka kerja melaksanakan pembelajaran kelas Anda. Jadi, PTK lazimnya dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru pembelajaran dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di ruang kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran kelas. Di ruangan kelas, PTK dapat berfungsi sebagai (Cohen &amp; Manion, 1980: 211): (a) alat untuk mengatasi masalah-masalah yang didiagnosis dalam situasi pembelajaran di kelas; (b) alat pelatihan dalam-jabatan, membekali guru dengan keterampilan dan metode baru dan mendorong timbulnya kesadaran-diri, khususnya melalui pengajaran sejawat; (c) alat untuk memasukkan ke dalam sistem yang ada (secara alami)  pendekatan tambahan atau inovatif; (d) alat untuk meningkatkan komunikasi yang biasanya buruk antara guru dan peneliti; (e) alat untuk menyediakan alternatif bagi pendekatan yang subjektif, impresionistik terhadap pemecahan masalah kelas. Ada dua butir penting yang perlu disebut di sini. Pertama, hasil penelitian tindakan dipakai sendiri oleh penelitinya, dan tentu saja oleh orang lain yang menginginkannya. Kedua, penelitiannya terjadi di dalam situasi nyata yang pemecahan masalahnya segera diperlukan, dan hasil-hasilnya langsung diterapkan/dipraktikkan dalam situasi terkait. Ketiga, peneliti tindakan melakukan sendiri pengelolaan, penelitian, dan sekaligus pengembangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria dalam Penelitian Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah PTk harus memenuhi kriteria tertentu? Benar.  Seperti layaknya penelitian, PTK harus memenuhi kriteria validitas. Akan tetapi, makna dasar validitas untuk penelitian tindakan condong ke makna dasar validitas dalam penelitian kualitatif, yaitu makna langsung dan lokal dari tindakan sebatas sudut pandang peserta penelitiannya (Erickson, 1986, disitir oleh  Burns, 1999). Jadi kredibilitas penafsiran peneliti dipandang lebih penting daripada validitas internal (Davis, 1995, disitir oleh Burns, 1999). Karena PTK bersifat transformatif, maka kriteria yang cocok adalah validitas demokratik, validitas hasil, validitas proses, validitas katalitik, dan validitas dialogis, yang harus dipenuhi dari awal sampai akhir penelitian, yaitu dari refleksi awal saat kesadaran akan kekurangan muncul sampai pelaporan hasil penelitiannya (Burns, 1999: 161-162, menyitir Anderson dkk,1994). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Validitas: demokratik, hasil, proses, katalitik, dan dialoguis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Validitas Demokratik berkenaan dengan kadar kekolaboratifan penelitian dan pencakupan berbagai suara. Dalam PTk, idealnya Anda, guru lain/pakar sebagai kolaborator, dan murid-murid Anda masing-masing diberi kesempatan menyuarakan apa yang dipikirkan dan dirasakan serta dialaminya selama penelitian berlangsung. Pertanyaan kunci mencakup:  Apakah semua pemangku kepentingan (stakeholders) PTK (guru, kolaborator, administrator, mahasiswa, orang tua) dapat menawarkan pandangannya? Apakah solusi masalah di kelas Anda memberikan manfaat kepada mereka? Apakah solusinya memiliki relevansi atau keterterapan pada konteks kelas Anda? Semua pemangku kepentingan di atas diberi kesempatan dan/atau didorong lewat berbagai cara yang cocok dalam situasi budaya setempat untuk mengungkapkan pendapatnya, gagasan-gagasannya, dan sikapnya terhadap persoalan pembelajaran kelas Anda, yang fokusnya adalah pencarian solusi untuk peningkatan praktik dalam situasi pembelajaran kelas Anda. Misalnya, dalam kasus penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran bahasa Inggris, pada tahap refleksi awal guru-guru yang berkolaborasi untuk melakukan penelitian tindakan kelas, siswa, Kepala Sekolah, dan juga orang tua siswa, diberi kesempatan dan/atau didorong untuk mengungkapkan pandangan dan pendapatnya tentang situasi dan kondisi pembelajaran bahasa Inggris di sekolah terkait. Hal ini dilakukan  untuk mencapai suatu kesepatakan bahwa memang ada kekurangan yang perlu diperbaiki dan kekurangan tersebut perlu diperbaiki dalam konteks yang ada, atau juga disebut kesepakatan tentang latar belakang penelitian. Selanjutnya, diciptakan proses yang sama untuk mencapai kesepakatan tentang masalah-masalah apa yang ada, yaitu identifikasi masalah, dan tentang masalah apa yang akan menjadi fokus penelitian atau pembatasan masalah penelitian. Kemudian, proses yang sama berlanjut untuk merumuskan pertanyaan penelitian atau merumuskan hipotesis tindakan yang akan menjadi dasar bagi perencanaan tindakan, yang juga dilaksanakan melalui proses yang melibatkan semua peserta penelitian untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat serta gagasan-gagasannya. Proses yang mendorong setiap peserta penelitian untuk mengungkapkan atau menyuarakan pandangan, pendapat, dan gagasannya ini diciptakan sepanjang penelitian berlangsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Validitas Hasil  mengandung konsep bahwa tindakan kelas Anda membawa hasil yang sukses di dalam konteks PTK Anda. Hasil yang paling efektif tidak hanya melibatkan solusi masalah tetapi juga meletakkan kembali masalah ke dalam suatu kerangka sedemikian rupa sehingga melahirkan pertanyaan baru. Hal ini tergambar dalam siklus penelitian pada Gambar 1 di bawah, di mana ketika dilakukan refleksi pada akhir tindakan pemberian tugas yang menekankan kegiatan menggunakan bahasa Inggris lewat tugas ‘information gap’, ditemukan bahwa hanya sebagian kecil siswa menjadi aktif dan sebagian besar siswa merasa takut salah, cemas, dan malu berbicara. Maka timbul pertanyaan baru, ‘Apa yang mesti dilakukan untuk mengatasi agar siswa tidak takut salah, tidak cemas, dan tidak malu sehingga dengan suka rela aktif melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran?’ Hal ini menggambarkan bahwa pertanyaan baru timbul pada akhir suatu  tindakan yang dirancang untuk menjawab suatu pertanyaan, begitu seterusnya sehingga upaya perbaikan berjalan secara bertahap, berkesinambungan tidak pernah berhenti, mengikuti kedinamisan situasi dan kondisi. (Mohon dicermati uraian masing-masing tahap dan kesinambungan masalah yang timbul). Validitas hasil juga tergantung pada validitas proses pelaksanaan penelitian, yang merupakan kriteria berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Validitas Proses berkenaan dengan ‘keterpercayaan’ dan ‘kompetensi’, yang dapat dipenuhi dengan menjawab sederet pertanyaan berikut: Mungkinkah menentukan seberapa memadai proses pelaksanaan PTK Anda? Misalnya, apakah Anda dan kolaborator Anda mampu terus belajar dari proses tindakan tersebut? Artinya, Anda dan kolaborator secara terus menerus dapat mengkritisi diri sendiri dalam situasi yang ada sehingga dapat melihat kekurangannya dan segera berupaya memperbaikinya. Apakah peristiwa atau perilaku dipandang dari perspektif yang berbeda dan melalui sumber data yang berbeda agar terjaga dari ancaman penafsiran yang ‘simplistik’ atau ‘rancu’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris yang disebut di atas, para peneliti dapat menentukan indikator kelas bahasa Inggris yang aktif, mungkin dengan menghitung berapa siswa yang aktif terlibat belajar menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi lewat tugas-tugas yang diberikan guru, dan berapa banyak bahasa Inggris yang diproduksi siswa, yang bisa dihitung dari jumlah kata/kalimat yang diproduksi dan lama waktu yang digunakan siswa untuk memproduksinya, serta adanya upaya guru memfasilitasi pemelajaran siswa. Kemudian jika keaktifan siswa terlalu rendah yang tercermin dalam sedikitnya ungkapan yang diproduksi, guru secara kritis merefleksi bersama kolaborator untuk mencari sebab-sebabnya dan menentukan cara-cara mengatasinya. Kalau diperlukan, siswa yang tidak aktif didorong untuk menyuarakan apa yang dirasakan sehingga mereka tidak mau aktif dan siswa yang aktif diminta mengungkapkan mengapa mereka aktif. Perlu juga ditemukan apakah ada perubahan pada diri siswa sesuai dengan indikator bahwa para siswa berubah lewat tindakan pertama berupa pemberian tugas ‘information gap’ dan tindakan kedua berupa pembelakuan kriteria penilaian, dan perubahan pada diri guru dari peran pemberi pengetahuan ke peran fasilitator dan penolong. Begitu seterusnya sehingga pemantauan terhadap perubahan hendaknya dilakukan secara cermat dan disimpulkan lewat dialog reflektif yang demokratik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Perlu dicatat bahwa kompetensi peneliti dalam bidang terkait sangat menentukan kualitas proses yang diinginkan dan tingkat kemampuan untuk melakukan pengamatan dan membuat catatan lapangan. Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris yang dicontohkan di atas, misalnya, kualitas proses akan sangat ditentukan oleh  wawasan, pengetahuan dan pemahaman sejati peneliti tentang (1) hakikat kompetensi komunikatif, (2) pembelajaran bahasa yang komunikatif  yang mencakup pendekatan komunikatif bersama metodologi dan teknik-tekniknya, dan (3) karakteristik siswanya (intelegensi, gaya belajar, variasi kognitif, kepribadian, motivasi, tingkat perkembangan/pemelajaran) dan pengaruhnya terhadap pembelajaran bahasa asing. Jika wawasan, pengetahuan dan pemahaman tersebut kuat, maka peneliti akan dapat dengan lebih mudah menentukan perilaku-perilaku mana yang menunjang tercapainya perubahan yang diinginkan dengan indikator yang tepat, dan juga perilaku-perilaku mana yang menghambatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, hal ini masih harus didukung dengan kemampuan untuk mengumpulkan data, misalnya melakukan pengamatan dan membuat catatan lapangan dan harian. Dalam mengamati, tim peneliti dituntut untuk dapat bertindak seobjektif mungkin dalam memotret apa yang terjadi. Artinya, selama mengamati perhatiannya terfokus pada gejala yang dapat ditangkap lewat pancainderanya saja, yaitu apa yang didengar, dilihat, diraba (jika ada), dikecap (jika ada), dan tercium, yang terjadi pada semua peserta penelitian, dalam kasus di atas pada peneliti, guru dan siswa. Dalam pengamatan tersebut harus dijaga agar jangan sampai peneliti melakukan penilaian terhadap apa yang terjadi. Seperti telah diuraikan di depan, perlu dijaga agar tidak terjadi penyampuradukan antara deskripsi dan penafsiran. Kemudian, diperlukan kompetensi lain untuk membuat catatan lapangan dan harian tentang apa yang terjadi. Akan lebih baik jika para peneliti merekamnya  dengan kaset audio atau audio-visual sehingga catatan lapangan dapat lengkap. Singkatnya, kompetensi peneliti dalam bidang yang diteliti dan dalam pengumpulan data lewat pengamatan partisipan sangat menentukan kualitas proses tindakan dan pengumpulan data tentang proses tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Validitas Katalitik terkait dengan kadar pemahaman yang Anda capai realitas kehidupan kelas Anda dan cara mengelola perubahan di dalamnya, termasuk perubahan pemahaman Anda dan murid-murid terhadap peran masing-masing dan tindakan yang diambil sebagai akibat dari perubahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris yang dicontohkan di atas, validitas katalitik dapat dilihat dari segi peningkatan pemahaman guru terhadap faktor-faktor yang dapat menghambat dan factor-faktor yang memfasilitasi pembelajaran. Misalnya faktor-faktor kepribadian (lihat Brown, 2000) seperti rasa takut salah dan malu melahirkan inhibition dan  kecemasan. Sebaliknya, upaya-upaya guru untuk mengorangkan siswa dengan mempertimbangkan pikiran dan perasaan serta mengapresiasi usaha belajarnya merupakan faktor positif yang memfasilitasi proses pembelajaran. Selain itu, validitas katalitik dapat juga ditunjukkan dalam peningkatan pemahaman terhadap peran baru yang mesti dijalani guru dalam  proses pembelajaran komunikatif. Peran baru tersebut mencakup peran fasilitator dan peran penolong serta peran pemantau kinerja. Validitas katalitik juga tercermin dalam adanya peningkatan pemahaman tentang perlunya menjaga agar hasil tindakan yang dilaksanakan tetap memotivasi semua yang terlibat untuk meningkatkan diri secara stabil alami dan berkelanjutan. Semua upaya memenuhi tuntutan validitas katalitik ini dilakukan  melalui siklus perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Validitas Dialogik sejajar dengan proses review sejawat yang umum dipakai dalam penelitian akademik. Secara khas, nilai atau kebaikan penelitian dipantau melalui tinjauan sejawat untuk publikasi dalam jurnal akademik. Sama halnya, review sejawat dalam PTK berarti dialog dengan guru-guru lain, bisa lewat sarasehan atau dialog reflektif dengan ‘teman yang kritis’ atau  pelaku PTK lainnya, yang semuanya dapat bertindak sebagai ‘jaksa tanpa kompromi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kriteria validitas dialogis ini dapat juga mulai dipenuhi ketika penelitian masih berlangsung, yaitu secara beriringan dengan pemenuhan kriteria demokratik. Yaitu, setelah seorang peserta mengungkapkan pandangan, pendapat, dan/atau gagasannya, dia akan meminta peserta lain untuk menanggapinya secara kritis sehingga terjadi dialog  kritis atau reflektif. Dengan demikian, kecenderungan untuk terlalu subjektif dan simplistik akan dapat dikurangi sampai sekecil mungkin. Untuk memperkuat validitas dialogik, seperti telah disebut di atas, proses yang sama dilakukan dengan sejawat peneliti tindakan lainnya, yang jika memerlukan, diijinkan untuk memeriksa semua data mentah yang terkait dengan yang sedang dikritisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trianggulasi untuk Mengurangi Subjektivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda meningkatkan validitas PTK Anda? Tidak lain dengan meminimalkan subjektivitas melalui trianggulasi. Anda sebagai pelaku PTK dapat menggunakan metode ganda dan perspektif  kolaborator Anda untuk memperoleh gambaran kaya yang lebih objektif. Bentuk lain dari trianggulasi adalah: trianggulasi waktu, trianggulasi ruang, trianggulasi peneliti, dan trianggulasi teoretis (Burns, 1999: 164). Trianggulasi waktu dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dalam waktu yang berbeda, sedapat mungkin meliputi rentangan waktu tindakan dilaksanakan dengan frekuensi yang memadai untuk menjamin bahwa efek perilaku tertentu bukan hanya suatu kebetulan. Misalnya, data tentang proses pembelajaran dengan seperangkat teknik tertentu dapat dikumpulkan pada jam awal, tengah dan siang pada hari yang berbeda dan jumlah pengamatan yang memadai, katakanlah 4-5 kali. Trianggulasi peneliti dapat dilakukan dengan pengumpulan data yang sama  oleh beberapa  peneliti sampai diperoleh data yang relatif konstan. Misalnya, dua atau tiga peserta penelitian dapat mengamati proses pembelajaran yang sama dalam waktu yang sama pula. Trianggulasi ruang dapat dilakukan dengan mengumpulkan data yang sama di tempat yang berbeda. Dalam contoh proses pembelajaran bahasa Inggris di atas, ada dua atau tiga kelas yang dijadikan ajang penelitian yang sama dan data yang sama dikumpulkan dari kelas-kelas tersebut. Trianggulasi teoretis dapat dilakukan dengan memaknai gejala perilaku tertentu dengan dituntun oleh beberapa teori yang berbeda tetapi terkait. Misalnya, perilaku tertentu yang menyiratkan motivasi dapat ditinjau dari teori motivasi aliran yang berbeda: aliran behavioristik, kognitif, dan konstruktivis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Reliabilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Reliabilitas data PTK Anda secara hakiki memang rendah. Mengapa? Karena situasi PTk terus berubah dan proses PTK bersifat transformatif tanpa kendali apapun (alami) sehingga sulit untuk mencapai tingkat reliabilitas yang tinggi, padahal tingkat reliabilitias tinggi hanya dapat dicapai dengan mengendalikan hampir seluruh aspek situasi yang dapat berubah (variabel) dan hal ini tidak mungkin atau tidak baik dilakukan dalam PTK. Mengapa tidak mungkin? Karena akan bertentangan dengan ciri khas penelitian tindakan itu sendiri, yang salah satunya adalah kontekstual/situasional dan terlokalisasi, dengan perubahan yang menjadi tujuannya. Penilaian peneliti menjadi salah satu tumpuan reliabilitas PTK. Cara-cara meyakinkan orang atas reliabilitas PTK termasuk: menyajikan (dalam lampiran)  data asli  seperti transkrip wawancara dan catatan lapangan (bila hasil penelitian dipublikasikan), menggunakan lebih dari satu sumber data untuk mendapatkan data yang sama dan kolaborasi dengan sejawat atau orang lain yang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan dan Kekurangan PTK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK memiliki kelebihan berikut (Shumsky, 1982): (1) tumbuhnya rasa memiliki melalui kerja sama dalam PTK; (2) tumbuhnya kreativitias dan pemikiran kritis lewat interaksi terbuka yang bersifat  reflektif/evaluatif dalam PTK; (3)            dalam kerja sama ada saling merangsang untuk berubah; dan (4) meningkatnya kesepakatan lewat kerja sama demokratis dan dialogis dalam PTK (silakan lihat Passow, Miles, dan Draper, 1985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK Anda juga memiliki kelemahan: (1) kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik dasar penelitian pada Anda sendiri karena terlalu banyak berurusan dengan hal-hal praktis, (2)  rendahnya efisiensi waktu karena Anda  harus punya komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya sementara  Anda masih harus melakukan tugas rutin ; (3)  konsepsi proses kelompok yang menuntut pemimpin kelompok yang demokratis dengan kepekaan tinggi  terhadap kebutuhan dan keinginan anggota-anggota kelompoknya dalam situasi tertentu, padahal tidak mudah untuk mendapatkan pemimimpin demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Keberhasilan PTK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar PTK berhasil, persyaratan berikut harus dipenuhi (Hodgkinson, 1988): (1) kesediaan untuk mengakui kekurangan diri; (2) kesempatan yang memadai untuk menemukan sesuatu yang baru; (3) dorongan untuk mengemukakan gagasan baru; (4) waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan; (5) kepercayaan timbal balik antar orang-orang yang terlibat; dan (6)pengetahuan tentang dasar-dasar proses kelompok oleh peserta  penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Tindakan Kolaboratif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi atau kerja sama perlu dan penting dilakukan dalam PTK karena PTK yang dilakukan secara perorangan bertentangan dengan hakikat PTK itu sendiri (Burns, 1999). Beberapa butir penting tentang PTK kolaboratif  Kemmis dan McTaggart (1988: 5;  Hill &amp; Kerber, 1967, disitir oleh Cohen &amp; Manion, 1985, dalam Burns, 1999: 31): (1) penelitian tindakan yang sejati adalah penelitian tindakan kolaboratif, yaitu yang dilakukan oleh sekelompok peneliti melalui kerja sama dan kerja bersama, (2) penelitian kelompok tersebut dapat dilaksanakan melalui tindakan anggota kelompok perorangan yang diperiksa secara kritis melalui refleksi demokratik dan dialogis; (3) optimalisasi fungsi PTK kolaboratif dengan mencakup gagasan-gagasan dan harapan-harapan semua orang yang terlibat dalam situasi terkait; (4) pengaruh langsung hasil PTK pada Anda sebagai guru dan murid-murid Anda serta sekaligus pada situasi dan kondisi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi atau kerja sama dalam melakukan penelitian tindakan dapat dilakukan dengan: mahasiswa; sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama; sejawat dari lembaga/sekolah lain;  sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara guru dan  pendidik guru, antara guru dan peneliti; antara guru dan manajer); sejawat dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa ibu); dan sejawat di negara lain (Wallace, 1998). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip penelitian tindakan kolaboratif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahap PTK kolaboratif adalah: prakarsa, pelaksanaan, dan  diseminasi (Burns, 1999: 207-208). Butir-butir tentang prakarsa yang perlu dipertimbangkan dalam PTK Anda (Burns, 1999: 207): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Sejauh dapat dilakukan, agenda PTK tindakan hendaknya ditarik dari kebutuhan-kebutuhan, kepedulian dan persyaratan yang diungkapkan oleh semua pihak Anda sendiri, sejawat, kepala sekolah, murid-murid, dan/atau orangtua murid) yang terlibat dalam konteks pembelajaran/kependidikan di kelas/sekolah Anda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      PTK Anda hendaknya benar-benar memanfaatkan keterampilan, minat dan keterlibatan Anda sebagai guru dan sejawat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      PTK Anda hendaknya terpusat pada masalah-masalah pembelajaran kelas Anda, yang ditemukan dalam kenyataan sehari-hari. Namun demikian, hasil PTK Anda daapt juga memberikan masukan untuk pengembangan teori pembelajaran bidang studi Anda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Metodologi PTK Anda hendaknya ditentukan dengan mempertimbangkan persoalan pembelajaran kelas Anda yang sedang diteliti, sumber daya yang ada dan murid-murid sebagai sasaran penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      PTK Anda hendaknya direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi  secara kolaboratif. Tujuan, metode, pelaksanaan dan strategi evaluasi hendaknya Anda negosiasikan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) terutama penelitian Anda, sejawat, murid-murid, dan kepala sekolah (yang mungkin diperlukan dukungan kebijakannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      PTK Anda hendaknya bersifat antardisipliner, yaitu sedapat mungkin didukung oleh wawasan dan pengalaman orang-orang dari bidang-bidang lain yang relevan, seperti ilmu jiwa, antropologi, dan sosiologi serta budaya. Jadi Anda dapat mencari masukan dari teman-teman guru atau dosen LPTK yang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam PTK, butir-butir pelaksanaan di bawah  harus dipertimbangkan  (Burns, 1999: 207-208):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Anda sebagai pelaku PTK hendaknya berupaya memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. Upayakan mendapatkan dari pemimpin dukungan dan bantuan secara terus menerus dalam tahap-tahap pelaksanaan, diseminasi, dan tindak-lanjut penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      PTK Anda selayaknya dilakukan dalam kelas sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      PTK Anda akan berjalan dengan baik jika terkait dengan program peningkatan guru dan pengembangan materi di sekolah atau wilayah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      PTK Anda hendaknya dipadukan dengan komponen evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam tahap diseminasi PTK perlu dipertimbangkandua butir berikut (Burns, 1999: 208)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Bentuk pelaporan hasil penelitian tindakan ditentukan oleh audiens sasaran. Jika audiens sasarannya adalah guru-guru bahasa Inggris di SD, misalnya, bentuk laporannya berbeda dengan jika audiens sasarannya adalah pendidik guru bahasa Inggris di universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Jaringan kerja dan mekanisme yang tersedia di dalam lembaga pendidikan Anda hendaknya digunakan untuk menyebarkan hasil penelitian terkait. Misalnya, penyebaran hasil penelitian dilakukan lewat simposium guru, sarasehan MGMP, atau seminar daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan  dan Kelemahan PTK Kolaboratif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kelemahan dan kelebihan PTK? Kelebihannya seperti dikatakan Burns (1999: 13) sebagai berikut. Proses penelitian kolaboratif memperkuat kesempatan bagi hasil penelitian tentang praktik pendidikan untuk diumpanbalikkan ke sistem pendidikan dengan cara yang lebih substansial dan kritis. Proses tersebut mendorong guru untuk berbagi masalah-masalah umum dan bekerja sama sebagai masyarakat penelitian untuk memeriksa asumsi, nilai dan keyakinan yang sedang mereka pegang dalam kultur sosio-politik lembaga  tempat mereka bekerja. Proses kelompok dan tekanan kolektif  kemungkinan besar akan mendorong keterbukaan terhadap perubahan kebijakan dan praktik. Penelitian tindakan kolaboratif secara potensial lebih memberdayakan daripada penelitian tindakan yang dilakukan secara individu karena menawarkan kerangka kerja yang mantab untuk perubahan keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Selain itu, ada kelebihan lain dari PTK kolaboratif (Wallace, 1998: 209-210): (1) kedalaman dan cakupan, yang artinya makin banyak orang terlibat dalam proyek penelitian tindakan, makin banyak data dapat dikumpulkan, apakah dalam hal kedalaman  (misalnya studi kasus kelas bahasa Inggris) atau dalam hal cakupan (misalnya beberapa studi kasus suplementer; populasi yang lebih besar), atau dalam keduanya dan ini disebabkan makin banyak perspektif  yang digunakan akan makin intensif pemeriksaan terhadap data atau makin luas cakupan persoalan dalam hal tim peneliti saling berkolaborasi dalam meneliti kelasnya masing-masing; (2)  Validitas dan reliabilitas, yaitu keterlibatan orang lain akan mempermudah penyelidikan terhadap satu persoalan dari sudut yang berbeda, mungkin dengan menggunakan teknik penelitian yang berbeda (yaitu menggunakan trianggulasi); dan (3) Motivasi yang timbal lewat dinamika kelompok yang benar, di mana bekerja sebagai anggota tim lebih bersemangat daripada bekerja sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kelemahan terbesar PTK kolaboratif  terkait dengan sulitnya mencapai keharmonisan kerjasama antara orang-orang yang berlatar belakang yang berbeda. Hal ini dapat dipecahkan dengan membicarakan aturan-aturan dasar (Wallace, 1998: 210), seperti yang tersirat dalam pertanyaan-pertanyaan berikut: Apa yang akan kita lakukan? Mengapa kita menangani masalah ini? (Apakah kita memiliki motivasi yang sama, atau motivasi yang berbeda?) Bagaimana kita akan melakukannya? (Siapa melakukan apa dan kapan?) Berapa banyak waktu masing-masing dari kita akan siap dihabiskan untuk keperluan ini? Berapa sering kita akan bertemu, di mana dan kapan? Apa hasil akhir yang diharapkan? (Suatu ceramah atau artikel; atau sekadar pengalaman yang sama?) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-4311678017812410071?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/penelitian-tindakan-kelas.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-6953158360918478954</guid><pubDate>Sun, 01 Mar 2009 13:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-01T20:05:25.301+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>FORMAT PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS</title><description>(CLASSROOM ACTION RESEARCH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. JUDUL PENELITIAN&lt;br /&gt;Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. BIDANG ILMU&lt;br /&gt;Tuliskan bidang ilmu (Jurusan) dari Ketua Peneliti. &lt;br /&gt;C. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Dalam pendahuluan kemukakan:&lt;br /&gt;1.  Latar belakang masalah secara jelas dan sistematis, yang meliputi:  (a) Uraian tentang kedudukan mata kuliah dalam kurikulum (semester, mata kuliah yang ditunjang dan mata kuliah penunjang);  (b) Gambaran umum isi mata kuliah tersebut termasuk pembagian waktunya (lampirkan Analisis Instruksional, SAP, GBPP dari mata kuliah yang bersangkutan); (c) Metode pembelajaran yang digunakan saat ini.&lt;br /&gt;2.  Masalah yang dihadapi ditinjau dari hasil belajar yang dicapai mahasiswa&lt;br /&gt;D. PERUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian  tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diantisipasi.&lt;br /&gt;Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di kelas, penting dan mendesak untuk dipecahkan.  Setelah didiagnosis (diidentifikasi) masalah penelitiannya,  selanjutnya perlu diidentifikasi dan dideskripsikan akar penyebab dari masalah tersebut.  &lt;br /&gt;E. CARA PEMECAHAN MASALAH&lt;br /&gt;Uraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas (yang meliputi: perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus). Cara pemecahan masalah telah menunjukkan akar penyebab permasalahan dan bentuk tindakan (action) yang ditunjang dengan data yang lengkap dan baik.&lt;br /&gt;F. TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan  tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.&lt;br /&gt;G. TUJUAN PENELITIAN&lt;br /&gt;Kemukakan secara singkat tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya.&lt;br /&gt;H. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN&lt;br /&gt;Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi mahasiswa, dosen, maupun komponen pendidikan lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.&lt;br /&gt;I. METODE PENELITIAN&lt;br /&gt;Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus. &lt;br /&gt;J. JADWAL PENELITIAN&lt;br /&gt;Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan.&lt;br /&gt;K. PERSONALIA PENELITIAN&lt;br /&gt;Jumlah personalia penelitian maksimal 3 orang. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Rincilah nama peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas, sama seperti pada Lembar Pengesahan.&lt;br /&gt;Lampiran-lampiran&lt;br /&gt;1. Daftar Pustaka, yang dituliskan secara konsisten menurut model APA, MLA atau Turabian.&lt;br /&gt;2. Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan telah dihasilkan sampai saat ini )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-6953158360918478954?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/03/format-proposal-penelitian-tindakan.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-757518259777010477</guid><pubDate>Sat, 28 Feb 2009 09:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-28T16:12:27.818+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>PTK</category><title>Penelitian Tindakan Kelas</title><description>Penelitian Tindakan Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Drs. Tatang Sunendar, M.Si. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) semakin menjadi trend untuk dilakukan oleh para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. Awal mulanya, PTK, ditujukan untuk mencari solusi terhadap masalah sosial (pengangguran, kenakalan remaja, dan lain-lain) yang berkembang di masyarakat pada saat itu. PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hal kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah disusun, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses refeksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan peryempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. Selain itu sebagai penelitian terapan, disamping guru melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas, tidak perlu harus meninggalkan siswanya. Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di lapangan. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda : praktisi dan peneliti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mengapa Penelitian Tindakan Kelas Penting ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan mengapa PTK merupakan suatu kebutuhan bagi guru untuk meningkatkan profesional seorang guru :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Dia menjadi reflektif dan kritis terhadap lakukan.apa yang dia dan muridnya &lt;br /&gt;PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sebagai seorang praktis, yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun juga sebagai peneniliti di bidangnya. &lt;br /&gt;Dengan melaksanakan tahapan-tahapan dalam PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terhadap apa yang terjadi di kelasnya. Tindakan yang dilakukan guru semata-mata didasarkan pada masalah aktual dan faktual yang berkembang di kelasnya. &lt;br /&gt;Pelaksanaan PTK tidak menggangu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran. &lt;br /&gt;Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya. &lt;br /&gt;Penerapan PTK dalam pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatan mutu hasil instruksional; mengembangkan keterampilan guru; meningkatkan relevansi; meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru. &lt;br /&gt;C. Hakikat Penelitian Tindakan Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK di Indonesia baru dikenal pada akhir dekade 80-an. Oleh karenanya, sampai dewasa ini keberadaannya sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadikan pro dan kontra, terutama jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis penelitian ini dapat dilakukan didalam bidang pengembangan organisasi, manejemen, kesehatan atau kedokteran, pendidikan, dan sebagainya. Di dalam bidang pendidikan penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro ataupun mikro. Dalam skala mikro misalnya dilakukan di dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada suatu mata kuliah. Untuk lebih detailnya berikut ini akan dikemukan mengenai hakikat PTK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut John Elliot bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya (Elliot, 1982). Seluruh prosesnya, telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dari perkembangan profesional. Pendapat yang hampir senada dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart, yang mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta–pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut (Kemmis dan Taggart, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Carr dan Kemmis seperti yang dikutip oleh Siswojo Hardjodipuro, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan istilah PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa atau kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik ini, dan (c) situasi-situasi ( dan lembaga-lembaga ) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan (Harjodipuro, 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, dijelaskan oleh Harjodipuro bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau utuk mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, PTK mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, jelaslah bahwa dilakukannya PTK adalah dalam rangka guru bersedia untuk mengintropeksi, bercermin, merefleksi atau mengevalusi dirinya sendiri sehingga kemampuannya sebagai seorang guru/pengajar diharapkan cukup professional untuk selanjutnya, diharapkan dari peningkatan kemampuan diri tersebut dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas anak didiknya, baik dalam aspek penalaran; keterampilan, pengetahuan hubungan sosial maupun aspek-aspek lain yang bermanfaat bagi anak didik untuk menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dilaksanakannya PTK, berarti guru juga berkedudukan sebagai peneliti, yang senantiasa bersedia meningkatkan kualitas kemampuan mengajarnya. Upaya peningkatan kualitas tersebut diharapkan dilakukan secara sistematis, realities, dan rasional, yang disertai dengan meneliti semua “ aksinya di depan kelas sehingga gurulah yang tahu persis kekurangan-kekurangan dan kelebihannya. Apabila di dalam pelaksanaan “aksi” nya masih terdapat kekurangan, dia akan bersedia mengadakan perubahan sehingga di dalam kelas yang menjadi tanggungjawabnya tidak terjadi permasahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajar-mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Sementara itu, dilaksanakannya PTK di antaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau pangajaran yang diselenggarakan oleh guru/pengajar-peneliti itu sendiri, yang dampaknya diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang mengganjal di kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Jenis dan Model PTK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai paradigma sebuah penelitian tersendiri, jenis PTK memiliki karakteristik yang relatif agak berbeda jika dibandingkan dengan jenis penelitian yang lain, misalnya penelitian naturalistik, eksperimen survei, analisis isi, dan sebagainya. Jika dikaitkan dengan jenis penelitian yang lain PTK dapat dikategorikan sebagai jenis penelitian kualitatif dan eksperimen. PTK dikatagorikan sebagai penelitian kualitatif karena pada saat data dianalisis digunakan pendekatan kualitatif, tanpa ada perhitungan statistik. Dikatakan sebagai penelitian eksperimen, karena penelitian ini diawali dengan perencanaan, adanya perlakuan terhadap subjek penelitian, dan adanya evaluasi terhadap hasil yang dicapai sesudah adanya perlakuan. Ditinjau dari karakteristiknya, PTK setidaknya memiliki karakteristik antara lain: (1) didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional; (2) adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya; (3) penelitian sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi; (4) bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek instruksional; (5) dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Richart Winter ada enam karekteristik PTK, yaitu (1) kritik reflektif, (2) kritik dialektis, (3) kolaboratif, (4) resiko, (5) susunan jamak, dan (6) internalisasi teori dan praktek (Winter, 1996). Untuk lebih jelasnya, berikut ini dikemukakan secara singkat karakteristik PTK tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik Refeksi; salah satu langkah di dalam penelitian kualitatif pada umumnya, dan khususnya PTK ialah adanya upaya refleksi terhadap hasil observasi mengenai latar dan kegiatan suatu aksi. Hanya saja, di dalam PTK yang dimaksud dengan refleksi ialah suatu upaya evaluasi atau penilaian, dan refleksi ini perlu adanya upaya kritik sehingga dimungkinkan pada taraf evaluasi terhadap perubahan-perubahan. &lt;br /&gt;Kritik Dialektis; dengan adanyan kritik dialektif diharapkan penelitian bersedia melakukan kritik terhadap fenomena yang ditelitinya. Selanjutnya peneliti akan bersedia melakukan pemeriksaan terhadap: (a) konteks hubungan secara menyeluruh yang merupakan satu unit walaupun dapat dipisahkan secara jelas, dan, (b) Struktur kontradiksi internal, -maksudnya di balik unit yang jelas, yang memungkinkan adanya kecenderungan mengalami perubahan meskipun sesuatu yang berada di balik unit tersebut bersifat stabil. &lt;br /&gt;Kolaboratif; di dalam PTK diperlukan hadirnya suatu kerja sama dengan pihak-pihak lain seperti atasan, sejawat atau kolega, mahasiswa, dan sebagainya. Kesemuanya itu diharapkan dapat dijadikan sumber data atau data sumber. Mengapa demikian? Oleh karena pada hakikatnya kedudukan peneliti dalam PTK merupakan bagian dari situasi dan kondisi dari suatu latar yang ditelitinya. Peneliti tidak hanya sebagai pengamat, tetapi dia juga terlibat langsung dalam suatu proses situasi dan kondisi. Bentuk kerja sama atau kolaborasi di antara para anggota situasi dan kondisi itulah yang menyebabkan suatu proses dapat berlangsung.Kolaborasi dalam kesempatan ini ialah berupa sudut pandang yang disampaikan oleh setiap kolaborator. Selanjutnya, sudut pandang ini dianggap sebagai andil yang sangat penting dalam upaya pemahaman terhadap berbagai permasalahan yang muncul. Untuk itu, peneliti akan bersikap bahwa tidak ada sudut pandang dari seseorang yang dapat digunakan untuk memahami sesuatu masalah secara tuntas dan mampu dibandingkan dengan sudut pandang yang berasal; dari berbagai pihak. Namun demikian memperoleh berbagai pandangan dari pada kolaborator, peneliti tetap sebagai figur yang memiliki ,kewenangan dan tanggung jawab untuk menentukan apakah sudut pandang dari kolaborator dipergunakan atau tidak. Oleh karenanya, sdapat dikatakan bahwa fungsi kolaborator hanyalah sebagai pembantu di dalam PTK ini, bukan sebagai yang begitu menentukan terhadap pelaksaanan dan berhasil tidaknya penelitian. &lt;br /&gt;Resiko; dengan adanya ciri resiko diharapkan dan dituntut agar peneliti berani mengambil resiko, terutama pada waktu proses penelitian berlangsung. Resiko yang mungkin ada diantaranya (a) melesetnya hipotesis dan (b) adanya tuntutan untuk melakukan suatu transformasi. Selanjutnya, melalui keterlibatan dalam proses penelitian, aksi peneliti kemungkinan akan mengalami perubahan pandangan karena ia menyaksikan sendiri adanya diskusi atau pertentangan dari para kalaborator dan selanjutnya menyebabkan pandangannya berubah. &lt;br /&gt;Susunan Jamak; pada umumnya penelitian kuantitatif atau tradisional berstruktur tunggal karena ditentukan oleh suara tunggal, penelitinya. Akan tetapi, PTK memiliki struktur jamak karena jelas penelitian ini bersifat dialektis, reflektif, partisipasi atau kolaboratif. Susunan jamak ini berkaitan dengan pandangan bahwa fenomena yang diteliti harus mencakup semua komponen pokok supaya bersifat komprehensif. Suatu contoh, seandainya yang diteliti adalah situasi dan kondisi proses belajar-mengajar, situasinya harus meliputi paling tidak guru, siswa, tujuan pendidikan, tujuan pembelajaran, interaksi belajar-mengajar, lulusan atau hasil yang dicapai, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Internalisasi Teori dan Praktik; Menurut pandangan para ahli PTK bahwa antara teori dan praktik bukan merupakan dua dunia yang berlainan. Akan tetapi, keduanya merupakan dua tahap yang berbeda, yang saling bergantung, dan keduanya berfungsi untuk mendukung tranformasi. Pendapat ini berbeda dengan pandangan para ahli penelitian konvesional yang beranggapan bahwa teori dan praktik merupakan dua hal yang terpisah. Keberadaan teori diperuntukkan praktik, begitu pula sebaliknya sehingga keduanya dapat digunakan dan dikembangkan bersama. &lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, jelaslah bahwa bentuk PTK benar-benar berbeda dengan bentuk penelitian yang lain, baik itu penelitian yang menggunakan paradigma kualitatif maupun paradigma kualitatif. Oleh karenanya, keberadaan bentuk PTK tidak perlu lagi diragukan, terutama sebagai upaya memperkaya khasanah kegiatan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan taraf keilmiahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Jenis Penelitian Tindakan Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat jenis PTK, yaitu: (1) PTK diasnogtik, (2) PTK partisipan, (3) PTK empiris, dan (4) PTK eksperimental (Chein, 1990). Untuk lebih jelas, berikut dikemukakan secara singkat mengenai keempat jenis PTK tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTK Diagnostik; yang dimaksud dengan PTK diagnostik ialah penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti ke arah suatu tindakan. Dalam hal ini peneliti mendiagnosia dan memasuki situasi yang terdapat di dalam latar penelitian. Sebagai contohnya ialah apabila peneliti berupaya menangani perselisihan, pertengkaran, konflik yang dilakukan antar siswa yang terdapat di suatu sekolah atau kelas. &lt;br /&gt;PTK Partisipan; suatu penelitian dikatakan sebagai PTK partisipan ialah apabila orang yang akan melaksanakan penelian harus terlibat langsung dalam proses penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian berupa laporan. Dengan demikian, sejak penencanan panelitian peneliti senantiasa terlibat, selanjutnya peneliti memantau, mencacat, dan mengumpulkan data, lalu menganalisa data serta berakhir dengan melaporkan hasil panelitiannya. PTK partisipasi dapat juga dilakukan di sekolah seperti halnya contoh pada butir a di atas. Hanya saja, di sini peneliti dituntut keterlibatannya secara langsung dan terus-menerus sejak awal sampai berakhir penelitian. &lt;br /&gt;PTK Empiris; yang dimaksud dengan PTK empiris ialah apabila peneliti berupaya melaksanakan sesuatu tindakan atau aksi dan membukakan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi berlangsung. Pada prinsipnya proses penelitinya berkenan dengan penyimpanan catatan dan pengumpulan pengalaman penelti dalam pekerjaan sehari-hari. &lt;br /&gt;PTK Eksperimental; yang dikategorikan sebagai PTK eksperimental ialah apabila PTK diselenggarakan dengan berupaya menerapkan berbagai teknik atau strategi secara efektif dan efisien di dalam suatu kegiatam belajar-mengajar. Di dalam kaitanya dengan kegitan belajar-mengajar, dimungkinkan terdapat lebih dari satu strategi atau teknik yang ditetapkan untuk mencapai suatu tujuan instruksional. Dengan diterapkannya PTK ini diharapkan peneliti dapat menentukan cara mana yang paling efektif dalam rangka untuk mencapai tujuan pengajaran. &lt;br /&gt;F. Model-model Penelitian Tindakan Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa model PTK yang sampai saat ini sering digunakan di dalam dunia pendidikan, di antaranya: (1) Model Kurt Lewin, (2) Model Kemmis dan Mc Taggart, (3) Model John Elliot, dan (4) Model Dave Ebbutt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Kurt Lewin; di depan sudah disebutnya bahwa PTK pertama kali diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946. konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin ialah bahwa dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan ( planning), (2) aksi atau tindakan (acting), (3) Observasi (observing), dan (4) refleksi (reflecting) (Lewin, 1990). Sementara itu, empat langkah dalam satu siklus yang dikemukakan oleh Kurt Lewin tersebut oleh Ernest T. Stringer dielaborasi lagi menjadi : (1) Perencanaan (planning), (2) Pelaksanaan (implementing), dan (3) Penilaian (evaluating) (Ernest, 1996). &lt;br /&gt;Model John Elliot; apabila dibandingkan dua model yang sudah diutarakan di atas, yaitu Model Kurt Lewin dan Kemmis-McTaggart, PTK Model John Elliot ini tampak lebih detail dan rinci. Dikatakan demikian, oleh karena di dalam setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa aksi yaitu antara 3-5 aksi (tindakan). Sementara itu, setiap aksi kemungkinan terdiri dari beberapa langkah, yang terealisasi dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar. Maksud disusunnya secara terinci pada PTK Model John Elliot ini, supaya terdapat kelancaran yang lebih tinggi antara taraf-taraf di dalam pelaksanan aksi atau proses belajar-mengajar. Selanjutnya, dijelaskan pula olehnya bahwa terincinya setiap aksi atau tindakan sehingga menjadi beberapa langkah oleh karena suatu pelajaran terdiri dari beberapa subpokok bahasan atau materi pelajaran. Di dalam kenyataan praktik di lapangan setiap pokok bahasan biasanya tidak akan dapat diselesaikan dalam satu langkah, tetapi akan diselesaikan dalam beberapa rupa itulah yang menyebabkan John Elliot menyusun model PTK yang berbeda secara skematis dengan kedua model sebelumnya, yaitu seperti dikemukakan berikut ini. &lt;br /&gt;SIKLUS PELAKSANAAN PTK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4: Riset Aksi Model John Elliot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak model PTK yang dapat diadopsi dan diimplementasikan di dunia pendidikan. Namun secara singkat, pada dasarnya PTK terdiri dari 4 (empat) tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan: (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Namun sebelumnya, tahapan ini diawali oleh suatu Tahapan Pra PTK, yang meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi masalah &lt;br /&gt;Analisis masalah &lt;br /&gt;Rumusan masalah &lt;br /&gt;Rumusan hipotesis tindakan &lt;br /&gt;Tahapan Pra PTK ini sangat esensial untuk dilaksanakan sebelum suatu rencana tindakan disusun. Tanpa tahapan ini suatu proses PTK akan kehilangan arah dan arti sebagai suatu penelitian ilmiah. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan guna menuntut pelaksanaan tahapan PTK adalah sebagai berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang memprihatinkan dalam proses pembelajaran? &lt;br /&gt;Mengapa hal itu terjadi dan apa sebabnya? &lt;br /&gt;Apa yang dapat dilakukan dan bagaimana caranya mengatasi keprihatinan tersebut? &lt;br /&gt;Bukti-bukti apa saja yang dapat dikumpulkan untuk membantu mencari fakta apa yang terjadi? &lt;br /&gt;Bagaimana cara mengumpulkan bukti-bukti tersebut? &lt;br /&gt;Jadi, tahapan pra PTK ini sesungguhnya suatu reflektif dari guru terhadap masalah yang ada dikelasnya. Masalah ini tentunya bukan bersifat individual pada salah seorang murid saja, namun lebih merupakan masalah umum yang bersifat klasikal, misalnya kurangnya motivasi belajar di kelas, rendahnya kualitas daya serap klasikal, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari hasil pelaksanaan tahapan Pra PTK inilah suatu rencana tindakan dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan Tindakan; berdasarkan pada identifikasi masalah yang dilakukan pada tahap pra PTK, rencana tindakan disusun untuk menguji secara empiris hipotesis tindakan yang ditentukan. Rencana tindakan ini mencakup semua langkah tindakan secara rinci. Segala keperluan pelaksanaan PTK, mulai dari materi/bahan ajar, rencana pengajaran yang mencakup metode/ teknik mengajar, serta teknik atau instrumen observasi/ evaluasi, dipersiapkan dengan matang pada tahap perencanaan ini. Dalam tahap ini perlu juga diperhitungkan segala kendala yang mungkin timbul pada saat tahap implementasi berlangsung. Dengan melakukan antisipasi lebih dari diharapkan pelaksanaan PTK dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan hipotesis yang telah ditentukan. &lt;br /&gt;Pelaksanaan Tindakan; tahap ini merupakan implementasi ( pelaksanaan) dari semua rencana yang telah dibuat. Tahap ini, yang berlangsung di dalam kelas, adalah realisasi dari segala teori pendidikan dan teknik mengajar yang telah disiapkan sebelumnya. Langkah-langkah yang dilakukan guru tentu saja mengacu pada kurikulum yang berlaku, dan hasilnya diharapkan berupa peningkatan efektifitas keterlibatan kolaborator sekedar untuk membantu si peneliti untuk dapat lebih mempertajam refleksi dan evaluasi yang dia lakukan terhadap apa yang terjadi dikelasnya sendiri. Dalam proses refleksi ini segala pengalaman, pengetahuan, dan teori pembelajaran yang dikuasai dan relevan. &lt;br /&gt;Pengamatan Tindakan; kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Data yang dikumpulkan pada tahap ini berisi tentang pelaksanaan tindakan dan rencana yang sudah dibuat, serta dampaknya terhadap proses dan hasil intruksional yang dikumpulkan dengan alat bantu instrumen pengamatan yang dikembangkan oleh peneliti. Pada tahap ini perlu mempertimbangkan penggunaan beberapa jenis instrumen ukur penelitian guna kepentingan triangulasi data. Dalam melaksanakan observasi dan evaluasi, guru tidak harus bekerja sendiri. Dalam tahap observasi ini guru bisa dibantu oleh pengamat dari luar (sejawat atau pakar). Dengan kehadiran orang lain dalam penelitian ini, PTK yang dilaksanakan menjadi bersifat kolaboratif. Hanya saja pengamat luar tidak boleh terlibat terlalu dalam dan mengintervensi terhadap pengambilan keputusan tindakan yang dilakukan oleh peneliti. Terdapat empat metode observasi, yaitu : observasi terbuka; observasi terfokus; observasi terstruktur dan dan observasi sistematis. Beberapa prinsip yang harus dipenuhi dalam observasi, diantaranya  a) ada perencanaan antara dosen/guru dengan pengamat; (b) fokus observasi harus ditetapkan bersama; (c) dosen/guru dan pengamat membangun kriteria bersama; (d) pengamat memiliki keterampilan mengamati; dan (e) balikan hasil pengamatan diberikan dengan segera. Adapun keterampilan yang harus dimiliki pengamat diantaranya : (a) menghindari kecenderungan untuk membuat penafsiran; (b) adanya keterlibatan keterampilan antar pribadi; (c) merencanakan skedul aktifitas kelas; (d) umpan balik tidak lebih dari 24 jam; (d) catatan harus teliti dan sistemaris &lt;br /&gt;Refleksi Terhadap Tindakan; tahapan ini merupakan tahapan untuk memproses data yang didapat saat dilakukan pengamatan. Data yang didapat kemudian ditafsirkan dan dicari eksplanasinya, dianalisis, dan disintesis. Dalam proses pengkajian data ini dimungkinkan untuk melibatkan orang luar sebagai kolaborator, seperti halnya pada saat observasi. Keterlebatan kolaborator sekedar untuk membantu peneliti untuk dapat lebih tajam melakukan refleksi dan evaluasi. Dalam proses refleksi ini segala pengalaman, pengetahuan, dan teori instruksional yang dikuasai dan relevan dengan tindakan kelas yang dilaksanakan sebelumnya, menjadi bahan pertimbangan dan perbandingan sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang mantap dan sahih.Proses refleksi ini memegang peran yang sangat penting dalam menentukan suatu keberhasilan PTK. Dengan suatu refleksi yang tajam dan terpecaya akan didapat suatu masukan yang sangat berharga dan akurat bagi penentuan langkah tindakan selanjutnya. Refleksi yang tidak tajam akan memberikan umpan balik yang misleading dan bias, yang pada akhirnya menyebabkan kegagalan suatu PTK. Tentu saja kadar ketajaman proses refleksi ini ditentukan oleh kejataman dan keragaman instrumen observasi yang dipakai sebagai upaya triangulasi data. Observasi yang hanya mengunakan satu instrumen saja. Akan menghasilkan data yang miskin.Adapun untuk memudahkan dalam refleksi bisa juga dimunculkan kelebihan dan kekurangan setiap tindakan dan ini dijadikan dasar perencanaan siiklus selanjutnya. Pelaksanaan refleksi diusahakan tidak boleh lebih dari 24 jam artinya begitu selesai observasi langsung diadakan refleksi bersama kolaborator. &lt;br /&gt;Demikianlah, secara keseluruhan keempat tahapan dalam PTK ini membentuk suatu siklus. Siklus ini kemudian diikuti oleh siklus-siklus lain secara bersinambungan seperti sebuah spiral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan siklus-siklus tersebut berakhir? Pertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh si peneliti sendiri. Kalau dia sudah merasa puas terhadap hasil yang dicapai dalam suatu kegiatan PTK yang dia lakukan, maka dia akan mengakhiri siklus-siklus tersebut. Selanjutnya, dia akan melakukan satu identifikasi masalah lain dan kemudian diikuti oleh tahapan-tahapan PTK baru guna mencari solusi dari masalah tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-757518259777010477?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/penelitian-tindakan-kelas.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-369007430534652887</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:27:56.562+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>Kewirausahaan</title><description>Hal yang sangat patut direnungkan oleh ummat Islam, dan ini menjadi kendala bagi kemajuan umat adalah faktor leadership (kepemimpinan) dan kemampuan manajemen. Dampaknya pun jelas , denga dua titik lemah ini potensi yang banyak tidak terbaca, tidak tergali secara maksimal , dan tidak terbaca, tidak tergali secara maksimal , dan tidak bisa dikembangkan menjadi sebuah sinergi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan ummat.&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan leadership dan manajerial ini ternyata dapat kita telusuri dengan mengamati bagaimana pemahaman umat tentang sifat Rasulullah SAW.Diantara titik-titik yang kurang tersentuh secara maksimal adalah bagaimana umat Islam mempelajari masa muda Rasulullah sebelum menjadiNabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa literatur yang didapat, betapa jiwa entrepreneurship Rasulullah di bidang wirausaha begitu mendominasi, sehingga beliau berkembang menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa entrepreneur , dan keterampilan manajemen yang baik untuk mengelola sebuah dakwah, sebuah sistem yang bertata nilai kemuliaan Al Isalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hal yang terus menerus harus kita teladani dari Rasulullah dalam interaksi bisnisnya adalah beliau sangat menjaga nilai-nilai harga diri,kehormatan , dan kemuliaannya dalam proses interaksi bisnis. Bisnis bagi Rasulullah tidak sebatas pertukaran uang dan barang , tapi ada yang lebih tinggi dari semua itu yaitu menjaga kehormatan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga keuntungan apapun dari setiap transaksi yang beliau dapatkan , maka kemuliaannya justru semakin menjulang tinggi . Semakin dihormati , semakin disegani dan ini menjadi aset tak ternilai harganya yang mendatangkan kepercayaan dari pemilik modal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua mampu merenungi kejujuran diri, amanah, dan kegigihan dalam menjaga kehormatan diri kita selaku ummat Islam.Wallahu a’lam bishowab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-369007430534652887?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/kewirausahaan.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-121703447592640830</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:25:19.188+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>KETIKA KITA SINGGAH SEJENAK</title><description>Bayangkanlah bila suatu ketika ada seseorang yang menjan-&lt;br /&gt;jikan hadiah berupa sebuah rumah mewah lengkap dengan isinya.&lt;br /&gt;Begitu indah dan sempurnanya rumah itu, sehingga baru&lt;br /&gt;membayangkannya saja Anda sudah merasakan suatu kenikmatan dan&lt;br /&gt;kebahagiaan tersendiri. Rumah itu terletak di kota "A" dan&lt;br /&gt;anda diminta untuk pergi sendiri ke sana. Diberinya anda&lt;br /&gt;sejumlah ongkos untuk bekal selama perjalanan hingga sampai&lt;br /&gt;tujuan. Tetapi di tengah perjalanan nanti Anda diminta singgah&lt;br /&gt;terlebih dahulu disebuah kampung. Ya, sekedar singgah sejenak!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh termasuk orang yang malang apabila ketika sampai&lt;br /&gt;di kampung tersebut Anda malah terpana dan lalu menganggap&lt;br /&gt;kampung tersebut teramat indah. Melihat gubuk disangka istana.&lt;br /&gt;Melihat kolam kecil disangka danau. Bahkan melihat kue serabi&lt;br /&gt;anda sangka martabak spesial. Pendek kata, mata dan penilaian&lt;br /&gt;Anda menjadi kabur dan tertipu oleh karena keterpanaan yang&lt;br /&gt;menerpa.&lt;br /&gt;Saking merasa senangnya Anda dengan kampung itu, sampai-&lt;br /&gt;sampai lupa dengan pesan semula bahwa anda hanya disuruh&lt;br /&gt;singgah sejenak saja. Anda tinggal berlama-lama di sana dan&lt;br /&gt;tentu saja ongkos pemberian yang cukup untuk sampai tujuan itu&lt;br /&gt;malah anda habiskan di kampung itu. Akibatnya, tidak usah&lt;br /&gt;heran ketika yang menyuruh dan memberi ongkos akan murka&lt;br /&gt;tatkala mengetahui Anda ternyata tidak pergi ke kota yang&lt;br /&gt;diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketahuilah bahwa kota "A" itu tiada lain adalah&lt;br /&gt;akhirat, sedangkan kampung yang anda hanya disuruh singgah&lt;br /&gt;sejenak itu tak lain pula adalah kampung dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah apabila Dia Yang Mahabaik itu, yang telah&lt;br /&gt;menjajikan surga Jannatun Na'im - padahal apapun yang&lt;br /&gt;dijanjikanNya pasti ditepati dan tidak akan meleset sedikitpun&lt;br /&gt;- dan tak lupa pula memberi bekal perjalanan yang cukup berupa&lt;br /&gt;karunia nikmat rizki, tidak menyembunyikan "kekecewaannya"&lt;br /&gt;melihat tingkah laku kita yang tak pandai manjaga amanah,&lt;br /&gt;dengan berfirman, "Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja)&lt;br /&gt;dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan)&lt;br /&gt;akhirat adalah lalai?" (Q.S. Ar Ruum 30: 7)&lt;br /&gt;"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, melainkan senda gurau dan&lt;br /&gt;main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya&lt;br /&gt;kehidupan kalau mereka mengetahui," demikian firmanNya pula.&lt;br /&gt;(Q.S. Al Ankabuut 29: 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan di antara kita ternyata memang gemar bertindak&lt;br /&gt;yang "mengecewakan" seperti itu. Kampung dunia ini sebenarnya&lt;br /&gt;tidak ada apa-apanya, namun sebagian besar orang ternyata&lt;br /&gt;terpedaya oleh keindahan fatamorgananya. Padahal, semua yang&lt;br /&gt;dititipkan Alloh kepada kita, baik berupa otak, tenaga, harta,&lt;br /&gt;waktu, dan sebagainya, itu semua sebenarnya bukan untuk&lt;br /&gt;kampung dunia ini karena ia hanyalah tempat mampir atau&lt;br /&gt;singgah sejenak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tak lebih sekedar tempat transit belaka kendatipun&lt;br /&gt;untuk ini Alloh Azza wa Jalla pasti mencukupi kita dengan&lt;br /&gt;rizkinya. Dengan catatan, sepanjang "ongkos" tersebut tidak&lt;br /&gt;dhamburkan sia-sia. Alloh memampirkan kita di dunia ini seraya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu persis akan segala apa yang kita butuhkan, lebih tahu&lt;br /&gt;daripada apa yang sebenarnya kita perlukan, kalau ongkos yang&lt;br /&gt;ada itu kita jadikan betul-betul untuk bekal kepulangan nanti,&lt;br /&gt;maka subhanallah, kita akan kaget bahwa betapa Alloh akan&lt;br /&gt;mencukupi kita dengan limpahan karunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sayang sebagian besar orang tidak mengerti&lt;br /&gt;bahwa semua yang dititipkan Alloh itu sebenarnya untuk bekal&lt;br /&gt;pulang, sehingga seluruh waktunya habis tandas hanya untuk&lt;br /&gt;mengejar-ngejar segala hal yang bersifat duniawi. Padahal&lt;br /&gt;tidak akan kemana-mana dunia ini. Bukankah ketika masih&lt;br /&gt;berada di rahim bundapun kita tetap diberi dunia (rizki)&lt;br /&gt;padahal toh kita tidak berdoa, tidak shalat tidak ikhtiar ke&lt;br /&gt;mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang disuruh menyempurnakan ikhtiar, tetapi bukan&lt;br /&gt;semata-mata untuk mencari dunia. Ikhtiar kita secara sempurna&lt;br /&gt;pada hakikatnya untuk bekal kepulangan kita ke akhirat kelak.&lt;br /&gt;Jadi, jaminan dari Alloh untuk kehidupan dunia ini sebenarnya&lt;br /&gt;ditujukan kepada orang yang bersungguh-sungguh menyempurnakan&lt;br /&gt;ikhtiarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bekal kehidupan dunia ini, rejeki itu oleh Alloh&lt;br /&gt;dibiarkan tergantung. Lalu, Dia seolah-olah berfirman, "Ini&lt;br /&gt;rejekimu, kalau engkau ikhtiar, akan kau dapatkan apa yang&lt;br /&gt;telah ditetapkan bagimu. Kalau ikhtiarnya di jalanKu, maka&lt;br /&gt;tidak hanya rejekimu yang kau dapati, tetapi pahalapun akan&lt;br /&gt;engkau peroleh. Itulah keberkatan untukmu; di dunia&lt;br /&gt;ternikmati, di akhiratpun jadi manfaat. Sebaliknya, bila&lt;br /&gt;ikhtiarmu itu di jalan yang Aku murkai, yakni niat maupun&lt;br /&gt;caranya tidak benar, maka tetaplah akan kau dapati apa yang&lt;br /&gt;telah menjadi bagianmu, hanya, berubah statusnya menjadi&lt;br /&gt;haram. Rejekinya tetap didapat tetapi tidak mengandung manfaat&lt;br /&gt;dan keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada sebagian orang yang selama hidupnya begitu&lt;br /&gt;sibuknya banting tulang, seakan-akan takut tidak kebagian&lt;br /&gt;makan. Apa yang telah diperolehnya dikumpulkannya dengan&lt;br /&gt;seksama demi agar anak-anaknya terjamin masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang yang ketika hidup ini teramat sibuk&lt;br /&gt;merindukan penghargaan sehingga dia capek menata rumah, capek&lt;br /&gt;membeli ini itu, capek mematut-matut diri dengan motivasi&lt;br /&gt;semata-mata ingin dihargai orang. Disisi lain ada juga orang&lt;br /&gt;yang hidupnya hanya mencari kepuasan, sehingga uang yang telah&lt;br /&gt;dikumpul-kumpulkannya dipakainya untuk pergi melancong kemana&lt;br /&gt;saja yang dia suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang tahu hakikat kehidupan ini, maka pastilah&lt;br /&gt;yang dicarinya itu bukan dunia, melainkan Yang Memiliki Dunia!&lt;br /&gt;Kalau orang lain bekerja banting tulang untuk mencari uang,&lt;br /&gt;maka kita bekerja demi mencari Yang Membagikan Uang. Kalau&lt;br /&gt;orang lain belajar ingin mencari ilmu, maka kita belajar&lt;br /&gt;karena mencari Yang Memberi Ilmu. Kalau orang lain sibuk&lt;br /&gt;mengejar prestasi demi ingin dihargai dan dipuji sesama,&lt;br /&gt;maka kitapun sibuk mengejar prestasi demi mendapatkan&lt;br /&gt;penghargaan dan pujian dari yang Yang Maha Menggerakkan&lt;br /&gt;siapapun yang menghargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas perbedaannya, Bagi orang yang tujuannya dunia,&lt;br /&gt;pasti kesibukannya hanya sebatas ingin mendapatkan itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi yang tahu ilmunya, maka yang dicari itu&lt;br /&gt;langsung tembus kepada pemilik dan penguasa segala-galanya.&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, tatkala membutuhkan uang, tetapi uang itu&lt;br /&gt;tidak didapatkan, jelas yang muncul adalah rasa kecewa.&lt;br /&gt;Sebaliknya bagi kita, saat membutuhkan uang, maka kita&lt;br /&gt;berikhtiar sekuat tenaga bukan untuk mengejar uang semata,&lt;br /&gt;malainkan Allohlah yang kita kejar. Soal dapat atau tidak&lt;br /&gt;dapat tak ada masalah karena Alloh tidak akan pernah lupa&lt;br /&gt;memberikan karuniaNya. Kesibukan kita berikhtiar pasti sudah&lt;br /&gt;dicatat oleh Alloh. Tidak ada yang rugi, tidak ada pula yang&lt;br /&gt;gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang bekerja karena ingin dihargai, maka bagi kita&lt;br /&gt;semua itu tidak ada apa-apanya karena Allohlah sebagai&lt;br /&gt;penguasa alam semesta yang menjadi tujuan segala perbuatan&lt;br /&gt;kita. Kadang-kadang penghargaan manusia justeru menjadi ujian&lt;br /&gt;bagi kita. Sebab manakala seseorang memuji kita, maka&lt;br /&gt;hakikatnya bukanlah karena kita layak dipuji, melainkan karena&lt;br /&gt;Alloh saja yang menutupi segala aib dan keburukan kita,&lt;br /&gt;sehingga orang menyangka kita ini layak dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang mengetahui rahasia di balik suatu&lt;br /&gt;kejadian, datangnya pujian itu akan membuatnya tambah malu&lt;br /&gt;karena itu berarti Alloh memperlihatkan sesuatu, bahkan tidak&lt;br /&gt;jarang pujian itu ternyata lebih baik dari kenyataan&lt;br /&gt;sebenarnya yang ada pada diri kita. Kalau kita mau jujur,&lt;br /&gt;sungguh tidak pantas dan tidak cocok pujian itu dialamatkan&lt;br /&gt;kepada kita. Karenanya, janganlah lekas terpana oleh pujian&lt;br /&gt;manusia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada orang yang bisa mendaki gunung walaupun&lt;br /&gt;dengan bekal dan alat seadanya? Mengapa ada orang yang berani&lt;br /&gt;menyeberangi lautan walaupun hanya dengan menggunakan perahu&lt;br /&gt;sederhana?&lt;br /&gt;Jawabnya, karena kekuatan terbesar adalah motivasinya.&lt;br /&gt;Demikian halnya kalau motivasi kita hanya sebatas dunia ini,&lt;br /&gt;maka tidak usah heran kalau dia akan mudah terpedaya. Akan&lt;br /&gt;tetapi, tidak akan pernah lelah kita mencari apapun juga&lt;br /&gt;karena yang kita tuju adalah Dia Yang Maha Perkasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, tampaknya wajib bagi siapapun menyadari bahwa&lt;br /&gt;dunia ini hanya tempat singgah sejenak belaka, kalaulah Alloh&lt;br /&gt;berfirman, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan&lt;br /&gt;Alloh kepadamu (Kebahagiaan) negeri akhirat, (tetapi)&lt;br /&gt;janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi"&lt;br /&gt;(QS. Al Qashas 28: 77). Maka itu semata-mata dimaksudkan agar&lt;br /&gt;kita pandai mensyukuri apapun yang telah dianugerahkan Alloh&lt;br /&gt;kepada kita selama hidup didunia ini. Adapun kebahagiaan dan&lt;br /&gt;kenikmatan yang kekal dan hakiki, itulah yang akan kita dapati&lt;br /&gt;di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-121703447592640830?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/ketika-kita-singgah-sejenak.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-5510874383330058994</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:17:55.573+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>Indahnya Nasihat</title><description>Ya Allah indahkan kehidupan kami dengan kerinduan terhadap nasehat dan jadikan diri-diri kami menjadi pribadi yang menjadi nasehat.Engkaulah pembuka setiap hati&lt;br /&gt;penuntun setiap qolbu , Amiin Ya Allah Ya Robbal alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian kita kali ini adalah bagaimana menjadi orang yang beruntung , bagaimana menjadi orang&lt;br /&gt;yang sukses , tidak hanya dunia tapi juga sampai akherat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wal&amp;#8217;ashr (demi massa)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Innal insaana lafi khusr (Sesungguhnya manusia itu benar-benar ada dalam kerugian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illallladzina aamanu wa&amp;#8217;amilusholihaati watawaa shoubil haqqi watawa shoubishobr (kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasehati supaya menaati kesabaran)[Q.S 103 ; 1 - 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap insan rugi, tambah hari tambah rugi , tambah tua tambah rugi, tambah umur&lt;br /&gt;tambah rugi kecuali orang yang tiap hari berjuang sekuat tenaga agar makin kokoh imannya, makin mantap keyakinanya, karena jika hidup tanpa diiringi kekokohan iman, amal apapun tidak akan betul niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia punya harta, kalau tidak punya iman, maka harta itulah yang akan memperbudak dirinya,&lt;br /&gt;kalau dia punya kedudukan kalau tidak punya iman maka kedudukannya yang akan menjatuhkan&lt;br /&gt;dirinya, jika dia memiliki penampilan kalau dia tidak punya iman maka penampilannya yang akan&lt;br /&gt;menjerumuskan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beruntung lainnya adalah orang yang setiap hari, setiap waktu sekuat tenaga&lt;br /&gt;bertambah amal kebaikannya.Ciri amal shaleh itu ada dua yaitu ; pertama dilandasi niat yang&lt;br /&gt;benar dan lurus , kedua amalnya sendiri harus benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan andaikata bangsa kita ini menggunakan konsep ini, maka Insya Allah akan selamat.Penyebab&lt;br /&gt;bangsa ini mendapat ujian seperti ini diantaranya ada tiga penyebab yang pertama adalah karena&lt;br /&gt;bangsa kita masih lemah iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa ciri-ciri orang yang kurang iman ? sederhana saja yaitu jika orang-orang tersebut&lt;br /&gt;selalu mengagung-agungkan materi dan mengagung-agungkan dunia.Terjadinya kita mendapatkan gelar&lt;br /&gt;ranking yang top dalam korupsi itu gara-gara para pelaku korupsi itu tidak mengerti bahwa&lt;br /&gt;korupsi itu hanya menambah kehinaan.Bagi orang yang mengenal Allah buat apa kita menggadaikan&lt;br /&gt;diri kita hanya menjadi pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab bangsa ini mendapat ujian seperti ini yang kedua adalah karena bangsa kita masih&lt;br /&gt;kurang amal dan yang ketiga adalah tidak saling nasehat dan menasehati dalam kebenaran dan&lt;br /&gt;kesabaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada pertanyaan kenapa seorang suami gagal dalam menasehati istrinya ?, kenapa seorang ibu&lt;br /&gt;susah menasehati anaknya ?, kenapa seorang guru susah menasehati muridnya ?, kenapa seorang&lt;br /&gt;pimpinan sulit menasehati bawahannya ? , jawabannya sederhana &amp;#8220; Orang hanya bisa&lt;br /&gt;memberikan nasehat dengan mantap ! kalau dia termasuk orang yang cinta dinasehati oleh orang&lt;br /&gt;lain&amp;#8221;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repotnya kita ketika memberikan nasehat semangat, ketika memberikan saran semangat, ketika&lt;br /&gt;memberikan koreksi semangat tetapi ketika giliran kita dikoreksi justru kita tidak sanggup&lt;br /&gt;menerimanya. Oleh karena itu kepada siapapun yang akan memberikan nasehat syarat utamanya adalah&lt;br /&gt;kita harus menjadi orang yang terlatih untuk menerima nasehat, terlatih untuk menerima kritik&lt;br /&gt;dan terlatih untuk menerima koreksi.Sebelum kita sanggup untuk melatih diri kita, sulit sekali&lt;br /&gt;kita akan memiliki nasehat yang memiliki kekuatan yang menggugah dan merubah.Harusnya kita&lt;br /&gt;melihat saran, kritik dan nasehat dan koreksi itu menjadi sebuah kebutuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia sukses dalam menerima nasehat atau kritik yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Rindu kritik dan nasehat, Kita harus memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi,&lt;br /&gt;rindu dinasehati, seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu&lt;br /&gt;bagus.Pemimpin sejati adalah pemimpin yang selalu rindu dikoreksi oleh anggota atau bawahannya,&lt;br /&gt;seorang guru yang senantiasa mengharapkan saran agar lebih baik dalam cara mengajarnya tidak&lt;br /&gt;akan pernah menjadi hina jika ia meminta saran atau kritik dari murid-muridnya, bahkan Khalifah&lt;br /&gt;Umar Bin Khatab RA jauh lebih menghargai kritik dan koreksi dibandingkan pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Cari dan tanya, Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka&lt;br /&gt;lontarkan, milikilah teman yang mau jujur mengoreksi, tanya pula kepada istri, suami, anak-anak,&lt;br /&gt;karyawan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Rahasia kita agar sukses ketika menerima kritik adalah nikmati kritik itu sebagai karunia&lt;br /&gt;Allah ; karena seseorang tidak akan mati karena dikritik, maka oleh karena itu jika di koreksi&lt;br /&gt;maka dengarkanlah, jangan sibuk membela diri karena makin sibuk membela diri maka tidak akan&lt;br /&gt;mendapatkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang orang yang lemah,orang yang sombong , orang-orang yang penuh kebencian itu tidak pernah&lt;br /&gt;tahan terhadap kritik, jika ada yang mengkoreksi maka dirinya sibuk untuk membela diri, sibuk&lt;br /&gt;untuk berpikir dan sibuk untuk membalas, ketahuilah bahwa orang yang demikian itu tidak akan&lt;br /&gt;bisa maju..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kokoh dan kuat itu bukan orang yang sibuk memberikan alasan ketika dia dikritik,&lt;br /&gt;karena jika tidak hati-hati alasan itu justru memperjelas kesalahan.Dari pada kita sibuk&lt;br /&gt;menyerang orang lain dan membela diri, sebaik-baik jawaban atas kritik dan koreksi adalah dengan&lt;br /&gt;memperbaiki diri.Orang lain sibuk mencari kejelekan kita, tetapi kita justru sibuk memperbaiki&lt;br /&gt;kejelekan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika lalu kita dihina terus ? jangan risau , karena semua orang yang sukses dan&lt;br /&gt;mulia itu pasti ada yang menghina, tidak akan pernah didengki kecuali orang yang berprestasi,&lt;br /&gt;makanya jangan takut ! kalau kita dihina justru kita harus sibuk memperbaiki diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Biasakanlah kita untuk menjadi orang yang berterima kasih,kalau kita berubah,..... jangan&lt;br /&gt;pernah lupa untuk menyebut jasa orang yang pernah merubah kita sehingga kesuksesan ini harus&lt;br /&gt;jadi kebahagiaan dan kesuksesan bagi orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sahabat-sahabat sekalian , cita-cita kita nanti ciri khas seorang pemimpin negeri ini&lt;br /&gt;adalah seorang pemimpin yang rindu di nasehati,jadi ketika masyarakatnya melakukan koreksi&lt;br /&gt;justru pemimpin tersebut senang, kelihatannya kita jangan pernah mau memiliki pemimpin dalam&lt;br /&gt;level manapun yang tidak bisa dikoreksi,nanti dia akan menipu dirinya sendiri , orang yang tidak&lt;br /&gt;bisa dikoreksi itu adalah orang yang sombong, merasa pintar sehingga menganggap rendah setiap&lt;br /&gt;nasehat. Ciri pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang mencintai nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi memang seharusnya kita harus sadar ,bahwa keuntungan kita adalah ketika kita menerima&lt;br /&gt;nasehat dari orang lain dengan lapang dada dan rasa syukur , Belajarlah berterima kasih kepada&lt;br /&gt;orang yang mengoreksi, karena koreksi itu adalah bagian dari yang kita minta kepada Allah&lt;br /&gt;seperti yang sering kita ucapkan dalam bacaan shalat \" Ihdinashiraathal mustaqiim\" (tunjukilah&lt;br /&gt;kami jalan yang lurus)[Q.S 1 ; 6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berkomentar atau melakukan kritik itu harus hati-hati , karena setiap kita mengkritik dan&lt;br /&gt;mengoreksi sesorang sebetulnya yang keluar itu adalah diri kita.Nabi Muhammad SAW itu adalah&lt;br /&gt;seorang penasehat, tetapi nasehatnya itu betul-betul bil hikmah, semuanya penuh dengan kearifan&lt;br /&gt;dan kematangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting dari suatu nasehat, kritik dan koreksi itu adalah niat yang mendasarinya.&lt;br /&gt;Kalau didasari niat ingin menjatuhkan ,koreksi itu hanya akan menjadi pisau atau panah&lt;br /&gt;beracun.Harusnya nasehat kita itu dilandasi dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nasehat kita harus membantu yang lupa agar menjadi ingat, membantu yang lalai agar&lt;br /&gt;menjadi semangat , yang tergelincir menjadi bangkit kembali, yang berlumur dosa menjadi&lt;br /&gt;bertobat, intinya kalau dilandasi niat yang baik akan melahirkan kebaikan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau niat sudah baik caranya juga harus benar, Ali Bin Abi Thalib .RA mengatakan \" kalau kita&lt;br /&gt;memberi nasehat tetapi di depan umum itu sama dengan memaki-maki atau mempermalukan seseorang\"&lt;br /&gt;, maka resep selanjutnya kalau kita ingin memberikan nasehat, nasehatilah dengan lemah lembut.&lt;br /&gt;\"Tiadalah kelembutan itu ada pada seseorang kecuali memperindah \".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullulah SAW memperbaiki peradaban yang begitu keras dan berat justru dengan kelembutan ,&lt;br /&gt;kita butuh nasehat yang tulus dari hati yang penuh kasih sayang dengan kata-kata yang terpilih&lt;br /&gt;yang tidak melukai diiringi dengan sikap yang tidak menggurui, tidak mempermalukan, tidak&lt;br /&gt;memojokan sehingga orang berubah bukan karena ditekan oleh kata-kata kita melainkan tersentuh&lt;br /&gt;oleh kata-kata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, marilah kita terus berlatih untuk menyayangi orang lain karena itulah sumber&lt;br /&gt;yang utama agar nasehat kita menjadi bijak dan penuh kemuliaan.Dan sebaik-baik nasehat adalah&lt;br /&gt;dengan suri tauladan, hancurnya orang-orang yang sibuk memberi nasehat adalah ketika apa yang&lt;br /&gt;dia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-5510874383330058994?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/indahnya-nasihat.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-2830758021121553465</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:16:38.658+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>Indahnya Kedamaian</title><description>Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita&lt;br /&gt;semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa dan semoga Allah&lt;br /&gt;membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,negeri kita kini benar-benar sedang berduka dimana telah terjadi musibah yang&lt;br /&gt;memilukan di Bali yang telah memakan korban 171 Orang tewas, 100 ruko terbakar, 25 mobil&lt;br /&gt;hancur.Kita benar-benar merasa prihatin, seluruh ummat Islam serta masyarakat Indonesia&lt;br /&gt;benar-benar prihatin atas kejadian ini, kami tidak bisa menerima kekejian - kekejian seperti&lt;br /&gt;ini,kepada saudara-saudaraku yang berada di Bali atau di tempat yang terkena musibah,semoga&lt;br /&gt;tetap diberikan karunia kepala yang dingin sehingga dapat berpikir jernih supaya musibah ini&lt;br /&gt;tidak menjadi musibah-musibah lainnya dan semoga aparat dengan bimbingan Allah dengan segera&lt;br /&gt;dapat menemukan siapa biang kedzaliman seperti ini.&lt;br /&gt;Memang dengan adanya isu terorisme di dunia ini yang secara tidak langsung benar atau tidak&lt;br /&gt;benar mengarah ke negeri ini akan menjadi cobaan bagi kita,oleh karenanya kewaspadaan harus&lt;br /&gt;kita tingkatkan agar tidak termakan isu yang hanya akan menyebabkan negeri kita menjadi ambruk&lt;br /&gt;oleh sikap kita sendiri. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya sepenuhnya bahwa tidak mungkin orang yang beriman akan berperilaku keji seperti&lt;br /&gt;ini, mestilah yang berbuat kekejian seperti ini adalah orang yang menginginkan kerusakan bagi&lt;br /&gt;kita semua.Bali adalah propinsi yang dikenal aman sehingga sering dikunjungi oleh wisatawan dari&lt;br /&gt;mancanegara ,tetapi dengan diledakkan bom disana yang memakan korban begitu banyak orang asing&lt;br /&gt;tentu akan memojokkan negeri kita ini. &lt;br /&gt;Dengan adanya kejadian ini ,bagi ummat Islam di Indonesia dan juga umat lainnya benar-benar&lt;br /&gt;diharapkan akan menjadi momentum yang baik untuk saling memperat persaudaraan, bergandengan&lt;br /&gt;tangan, jangan sampai kejadian ini justru memecah belah kita, karena kalau kita pecah, tidak&lt;br /&gt;akan lagi kekuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah yang Maha Tahu benar-benar menolong kita semua untuk mengetahui siapa dibalik&lt;br /&gt;kekejian ini. Mungkin bagi yang menginginkan kehancuran ummat ,kehancuran negeri,yang dengan&lt;br /&gt;sengaja melakukan perbuatan seperti ini mereka berharap nama baik negeri kita semakin tercoreng,&lt;br /&gt;umat Islam juga mungkin akan dijadikan sasaran Naudzubillahi Mindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian jangan pernah kita bertindak emosional sehingga kita terjebak dan justru hanya&lt;br /&gt;akan memperparah masalah. Mudah-mudahan saudara-saudaraku di Bali dan juga di Sulawesi yang&lt;br /&gt;ditimpa musibah diberikan kesabaran dan kesanggupan untuk terus menerus bertindak tepat sehingga&lt;br /&gt;memudahkan penyelesaian masalahnya, dan semoga kejadian ini dapat mempererat kebersamaan seluruh&lt;br /&gt;anak bangsa agar kita tidak menjadi hancur karena provokasi orang-orang yang keji.&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku sekalian, Alhamdullilah saat melakukan kunjungan ke Poso beberapa waktu yang&lt;br /&gt;lalu dari pengamatan di udara tampak betapa Masjid yang terbakar, Gereja yang hangus,&lt;br /&gt;rumah-rumah yang hancur, ladang dan toko yang rusak, kaum muslimin yang kehilangan ayah, istri,&lt;br /&gt;anak disatu sisi lain kaum Nasrani yang kehilangan ayah, suami ,istri ,anak, suasana pada waktu&lt;br /&gt;konflik begitu mencekam, hari-hari pada waktu konflik begitu penuh ketegangan.Pertanyaannya&lt;br /&gt;siapakah yang beruntung dari kerusakan seperti ini ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullilah, dengan pertolongan Allah dan kebaikan bapak-bapak Polisi, Bupati dan juga&lt;br /&gt;undangan dari pendeta di Tentena (sebuah lingkungan yang mayoritas Nasrani), dengan pembicaraan&lt;br /&gt;yang dilakukan dari hati ke hati ternyata lebih mudah dipahami dibandingkan jika pembicaraan&lt;br /&gt;yang dilakukan oleh otot ke otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang paling kita butuhkan di negeri ini adalah kedamaian,alam negeri kita sangat kaya&lt;br /&gt;dan tidak akan bisa kita kelola jikalau waktu kita habis untuk bertengkar, jangankan sebuah&lt;br /&gt;Negeri, di rumah pun yang kita bangun dengan kasur yang empuk, acesories rumah yang mahal, tidak&lt;br /&gt;akan ternikmati andaikata suami dan istri sibuk bertengkar, tidak akan bahagia jika orang tua&lt;br /&gt;dan anak selalu bertengkar,di kantor tidak akan nyaman jika karyawan dan direksi atau manajemen&lt;br /&gt;bertengkar, apa yang bisa diperoleh dari pertengkaran ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita bertengkar ? Salah satu penyebabnya adalah karena kita belum terbiasa menyikapi&lt;br /&gt;perbedaan dengan cara yang paling tepat, kita sering melihat perbedaan itu sebagai permusuhan,&lt;br /&gt;mental kita belum siap melihat perbedaan, beda pendapat sering dianggap perlawanan atau ancaman&lt;br /&gt;akibatnya setiap orang lebih sibuk membela pendapatnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengkaran rumus dasarnya adalah ketika setiap orang membenarkan pendapatnya, setiap kelompok&lt;br /&gt;membenarkan ,ini merasa benar, itu merasa benar, kita ambil contoh ; seorang anak merasa benar ,&lt;br /&gt;bahwa memilih sekolah harus sesuai dengan pilihan anak,sedangkan orang tua merasa benar dengan&lt;br /&gt;memilihkan jodoh atau sekolah untuk masa depan anak,akibatnya terjadi pertengkaran , setiap&lt;br /&gt;orang yang tidak terlatih untuk bisa memahami pendapat orang lain hasilnya adalah emosional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pertengkaran diawali dengan pembenaran,ketika terjadi tawuran antar kampung dengan&lt;br /&gt;saling melempar batu, saling melempar bom molotov, salah satu pihak merasa benar sehingga pihak&lt;br /&gt;lain merasa berhak pula untuk membalas karena sama pula merasa benar, akibatnya pembalasan itu&lt;br /&gt;akan setimpal, saling menyerang, rumah sama-sama terbakar, banyak yang terluka, cacat,&lt;br /&gt;terbunuh,akibatnya hari-hari yang dilalui penuh ketegangan,anak-anak tidak bisa sekolah lagi,&lt;br /&gt;tidak bisa mencari nafkah, apa yang diuntungkan ? Hidup di dunia hanya satu kali saudaraku, dan&lt;br /&gt;belum tentu kita panjang umur, haruskah hidup yang sekali-kalinya ini sengsara karena&lt;br /&gt;permusuhan diantara kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus berbuat banyak untuk mencapai kedamaian, kalau tidak damai tidak ada yang bisa&lt;br /&gt;dinikmati, tidak nyaman, sekolah tegang, dijalan tegang, guru was-was, orang tua melepas anak&lt;br /&gt;cemas. Kita harus bertekad program terpenting kita sekarang adalah belajar untuk tidak&lt;br /&gt;bertengkar ; ibu-ibu belajar untuk tidak bertengkar dengan suami, berani mengalah untuk tidak&lt;br /&gt;bertengkar,bapak berani mengalah kepada istri untuk tidak bertengkar, mulailah dari diri&lt;br /&gt;sendiri ,InsyaAllah kedamaian akan dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mengawali untuk menyelamatkan dan merubah bangsa ini, dengan mengawali dari diri&lt;br /&gt;sendiri, sehebat apapun kita ingin bangsa ini berubah, kita ingin umat berubah, kita ingin&lt;br /&gt;keluarga berubah, kita ingin anak berubah, tidak akan bisa kalau kita tidak merubah&lt;br /&gt;diri.Silahkan bapak memberi nasehat kepada ibu dengan memberikan nasehat yang terbaik,tidak&lt;br /&gt;akan efektif kalau bapak tidak memperbaiki diri ! ibu memberi nasehat kepada anak sampai bibir&lt;br /&gt;berbusa tidak akan efektif kecuali kalau ibu memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita terlalu banyak memikirkan orang lain yang berubah sampai tidak ada waktu untuk&lt;br /&gt;merubah diri. Para komandan, para pimpinan , ingin prajuritnya berubah, tidak akan terjadi&lt;br /&gt;sebelum para pemimpinnya merubah diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang komandan ingin pasukan berubah maka komandannyalah yang harus berubah. Bagaimana&lt;br /&gt;mungkin memerintahkan prajurit, hidup bersahaja, kalau pimpinan tidak bersahaja, jangan menyuruh&lt;br /&gt;orang lain,sebelum menyuruh diri, jangan melarang orang sebelum melarang diri sebab yang&lt;br /&gt;disuruh, memiliki mata , telinga dan pikiran, setiap orang yang berbeda antara perkataan dan&lt;br /&gt;perbuatan akan jatuh wibawanya walaupun kita tidak berkata tetapi kalau kita gigih memperbaiki&lt;br /&gt;diri itu sudah berdampak sudah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para pimpinan misalkan jika saya, seorang gubernur, ingin masyarakat berubah,tentu kita&lt;br /&gt;harus bertanya sudah memberi contoh apa kita untuk masyarakat ? Saya ingin masyarakat sholeh?&lt;br /&gt;Sudah sholehkah yang bicaranya ? Ingin masyarakat akur ? pertanyaannya ,sudah akurkah saya&lt;br /&gt;dengan istri? akur tidak dengan anak? Maaf ini bukan menggurui para gubernur ? ini hanyalah&lt;br /&gt;sebuah cerita di negara antah berantah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya seorang guru ingin merubah murid , mau merubah apa ? Pertanyaan seorang guru, Saya&lt;br /&gt;memberi contoh apa pada murid-murid? Murid merokok? Pertanyaannya saya merokok tidak?Bagaimana&lt;br /&gt;murid tidak merokok kalau gurunya merokok. Maaf misalnya saya seorang guru, kenapa murid&lt;br /&gt;mengganja ? Mungkin awalnya merokok , Kenapa murid merokok? Saya yang memberikan contoh. Oleh&lt;br /&gt;karena itu Ibda binafsik mulailah dari diri sendiri. &lt;br /&gt;Bukankah konsep kita ada tiga : &lt;br /&gt;1. Mulailah dari diri sendiri &lt;br /&gt;2. Mulailah dari hal yang kecil &lt;br /&gt;3. Mulailah saat ini juga &lt;br /&gt;Apa yang harus kita lakukan? kita harus berlatih untuk meminimalisir konflik dengan empat&lt;br /&gt;rumus :&lt;br /&gt;1. Kita harus belajar bijak terhadap kekurangan dan kekurangan orang lain ; Tidak setiap orang&lt;br /&gt;berbuat salah , ada yang salah karena tidak tahu itu salah, ada yang salah dia tahu tapi belum&lt;br /&gt;sanggup menghindar, ada yang salah karena terpaksa, ada yang salah karena memang sering bikin&lt;br /&gt;kesalahan. &lt;br /&gt;2. Kalau kita ingin enak bergaul dengan orang lain kita harus senang mengingat kebaikan dan&lt;br /&gt;berani mengakui kelebihan orang lain ; Kita ambil contoh seseorang ,ketika seorang anak marah&lt;br /&gt;kepada ibunya, cobalah untuk menuliskan kekurangan ibu, setelah selesai cobalah untuk menuliskan&lt;br /&gt;kebaikannya, apa yang ditulis ? kita di dalam perut ibu selama sembilan bulan,ibu kita untuk&lt;br /&gt;berdiri sulit, berbaring sakit, berjalan berat ,ketika melahirkan bersimbah darah sudut antara&lt;br /&gt;hidup dan mati, ketika bayi&amp;#8230;&amp;#8230; sepanjang hari, sepanjang malam ibu senantiasa&lt;br /&gt;menungu,ketika kita pipis dan mengenai baju ibu, ibu kita tetap rela,apalagi kalau kita sakit&lt;br /&gt;seakan tidak boleh satu nyamuk pun menyentuh tubuh ini, waktu kita sekolah ibu sampai hutang&lt;br /&gt;bapak pinjam uang, agar kita punya sepatu, agar kita bisa sekolah.Semakin banyak kebaikan yang&lt;br /&gt;kita pikirkan Insya Allah akan membuat semakin lunak hati ini, semakin banyak keburukan yang&lt;br /&gt;kita kumpulkan semakin dendam kesumat diri ini. Mas&lt;br /&gt;alahnya kita itu sering lebih sibuk melihat kejelekan daripada kebaikan. Tidak adil&lt;br /&gt;saudaraku, kita tidak bergaul dengan setan, pasti ada kebaikannya, kita tidak bergaul dengan&lt;br /&gt;malaikat, pasti ada kejelekannya, maka marilah senang melihat kebaikan orang lain. &lt;br /&gt;3. Kita harus mulai untuk melupakan jasa dan kebaikan diri ; Semakin kita ingin dihargai,&lt;br /&gt;semakin kita ingin dihormati, semakin kita ingin dipuji, semakin kita banyak sakit hati hanya&lt;br /&gt;akan menyengsarakan kita , oleh karena itu lupakanlah&amp;#8230;&amp;#8230;. Allah Maha Melihat semakin&lt;br /&gt;kita merasa berjasa hanya akan menyebabkan sakit hati,saudaraku pujian manusia kecil, pujian&lt;br /&gt;Allah-lah yang kekal,Pujian Allah mulia dunia akherat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudaraku para pembela umat marilah kita melupakan jasa-jasa kita, tidak mengapa &lt;br /&gt;orang lain tidak ada tahu, Aa terkenang dengan nasehat Bung Hatta semoga Allah memuliakan&lt;br /&gt;beliau, jadilah seperti garam dilautan, asin terasa tapi tidak kelihatan, jangan seperti gincu&lt;br /&gt;kelihatan tapi tidak terasa, kita harus memulai berbuat sesuatu seperti beton, mengokohkan tanpa&lt;br /&gt;harus kelihatan, seperti jantung, siang malam kerja tanpa kelihatan ,kita tidak akan sukses&lt;br /&gt;kalau tiap kelompok ingin menonjolkan diri, pemilu yang akan datang sebaiknya partai jangan&lt;br /&gt;sibuk menonjolkan diri tapi menonjolkan kebersamaan Insya Allah akan berbuah kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Marilah kita sibuk melihat kekurangan diri sendiri sebelum melihat kekurangan orang lain ;&lt;br /&gt;Sehebat apapun perkataan kita tidak akan ada harganya kalau kita tidak memperbaiki diri. Wallahu&lt;br /&gt;A\'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-2830758021121553465?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/indahnya-kedamaian.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-5670489107840049649</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:15:44.714+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>Indahnya hidup merdeka</title><description>Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung, yang selalu ingin membahagiakan&lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya, dengan menjadi pribadi yang bebas dari perbudakan hawa nafsu, perbudakan cinta&lt;br /&gt;dunia, atau perbudakan apapun yang akan merampas kemuliaan dan kebahagiaannya. Satu-satunya&lt;br /&gt;jalan menjadi tuan yang berhak memerintah dan mengatur dirinya sendiri adalah dengan menjadi&lt;br /&gt;hamba Allah semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga tercurah bagi baginda Rasulullah Saw. yang hidupnya benar-benar&lt;br /&gt;merdeka dari perbudakan apapun, selain mulia menjadi hamba Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang budiman, alangkah pilu dan pedih melihat bangsa yang terjajah dan&lt;br /&gt;terampas kemerdekaannya. Diatur dan diperintah semata-mata untuk mengikuti selera yang menjajah.&lt;br /&gt;Tiada ketentraman, tiada cita-cita, tiada kebahagiaan, dan tiada masa depan yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita saksikan pula negeri kita yang pernah dijajah Belanda 350 tahun lamanya, lalu dilanjutkan&lt;br /&gt;oleh penjajahan Jepang. Hasilnya, walaupun kini kita sudah merdeka tapi kita tetap terpuruk&lt;br /&gt;dalam ujian yang seakan tiada akhirnya. Karena kendatipun bangsa kita telah merdeka, ternyata&lt;br /&gt;sebagian besar pemimpin dan rakyatnya--serta boleh jadi termasuk kita-- masih dijajah oleh&lt;br /&gt;bentuk penjajahan yang lain, yang membuat hidup kita tidak bahagia, tidak merdeka dan tidak&lt;br /&gt;mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan kali ini mudah-mudahan akan mengantarkan kita untuk menyadari betapa pentingnya&lt;br /&gt;membebaskan diri dari belenggu yang akan merusak martabat kita sebagai manusia mulia, karena&lt;br /&gt;terjajah oleh sesuatu selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang merdeka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak Disiksa oleh Banyaknya Keinginan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki keinginan adalah sesuatu yang sangat manusiawi, bahkan manusia bisa maju dan&lt;br /&gt;berprestasi karena keinginan. Tetapi, jikalau hidup diperbudak keinginan sampai terampas&lt;br /&gt;kebahagiaan, ibadah, waktu, pikiran, tenaga, bahkan biaya hanya untuk meladeni keinginan kita,&lt;br /&gt;dan keinginan tersebut nyata-nyata tidak membawa manfaat bagi kemuliaan dunia dan akherat,&lt;br /&gt;berarti kita sudah dijajah oleh keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah orang yang disiksa oleh keinginan memiliki rumah megah, mobil baru, penampilan yang&lt;br /&gt;selalu trendi, hari-harinya benar-benar hari-hari yang terjajah. Tidak layak kita menggadaikan&lt;br /&gt;hidup ini untuk meladeni setiap keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus selalu berpikir jernih. Keinginan yang harus kita penuhi adalah keinginan yang&lt;br /&gt;disukai oleh Allah, yakni keinginan yang bisa menjadi ladang amal saleh kita dan bekal untuk&lt;br /&gt;kepulangan kita ke akhirat. Dengan demikian perjuangan kita pun akan menjadi ibadah. Dapat atau&lt;br /&gt;tidak yang kita inginkan, insya Allah tetap menjadi amal kebaikan dan bisa menjadi bekal pulang&lt;br /&gt;yang bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadiza’azamta fa tawakkal allallah Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, dan bertawakallah karena&lt;br /&gt;tawakal itulah hakekat keinginan. Yang terbaik menurut kita belum tentu baik menurut Allah.&lt;br /&gt;Begitupun sebaliknya, buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waasaantakrahu syaiawwahuwa khairullakum waasyaantuhibbuu syaiawwahuwa syarrullakum wallahu&lt;br /&gt;ya’lamu waantum lata’lamun” Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan&lt;br /&gt;boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui ,&lt;br /&gt;sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah 216). Dengan kata lain, silakan miliki keinginan&lt;br /&gt;tapi pastikan keinginan itu menjadi pengantar ke jalan yang lurus dan ikhtiar di jalan Allah&lt;br /&gt;serta serahkanlah kepada Allah apa yang terbaik menurut Allah semata. Insya Allah kita akan&lt;br /&gt;bebas dari penderitaan disiksa oleh keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bebas dari Perbudakan Nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu adalah bagian dari karunia Allah yang melengkapi kehidupan kita menjadi bahagia bahkan&lt;br /&gt;mulia. Namun, nafsu harus terkendali. Kita lihat orang-orang yang diperbudak nafsu syahwat,&lt;br /&gt;hari-harinya hanya memikirkan kemaksiatan. Perencanaannya berencana berbuat maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kita lihat ada orang yang melumuri dirinya dengan perbuatan yang sangat rendah karena&lt;br /&gt;diperbudak oleh syahwat. Dia berzina dan memperkosa, sehingga menghancurkan nilai-nilai yang ada&lt;br /&gt;pada dirinya dan juga menghancurkan orang lain, semata-mata karena diperbudak oleh syahwat.&lt;br /&gt;Padahal kalau kita lurus di jalan Allah maka kita akan mendapatkan ganjaran dari setiap&lt;br /&gt;aktifitas yang kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula orang yang diperbudak nafsu amarah, pikirannya penuh kekejian, dendam membara,&lt;br /&gt;tutur kata penuh angkara murka, tindakan menjadi keji dan hina, dan sudah pasti dia tidak akan&lt;br /&gt;pernah disukai oleh orang lain, sehingga hari-harinya penuh ketegangan, na’uzubillahi minzalik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, waspadalah bagi siapapun yang tidak bersungguh-sungguh melatih diri untuk&lt;br /&gt;mengendalikan amarah, maka akan habis kehidupannya karena dijajah oleh nafsu amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabatku yang baik, hidup tidak pernah bahagia dan mulia bagi orang-orang yang dijajah&lt;br /&gt;oleh kemarahan. Kita harus berjuang sungguh-sungguh untuk melatih diri menjadi seorang yang&lt;br /&gt;dapat mengendalikan marah, melatih diri untuk tidak mudah tersinggung, melatih diri untuk mudah&lt;br /&gt;memaafkan dan memakliumi keadaan orang lain, bahkan kalau bisa latih diri kita untuk membalas&lt;br /&gt;dengan kebaikan kepada orang-orang yang khilaf berbuat keburukan kepada kita. Kalau kita&lt;br /&gt;terkendali dari nafsu amarah dan syahwat, insya Allah hidup ini lebih ringan dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak Diperbudak Asmara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang memperindah dan menghiasi hidup kita adalah cinta. Tapi kita lihat ada orang&lt;br /&gt;yang dikutuk orang tuanya, bahkan terjerumus ke lembah nista dalam perbuatan-perbuatan yang hina&lt;br /&gt;justru karena cinta--tentu cinta buta yang membuat tidak bisa melihat kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah saudaraku, jatuh cinta ibarat memasuki sebuah pusaran air, kalau tidak hati-hati&lt;br /&gt;semakin cinta semakin membelenggu, semakin hanyut, berkurang rasa malu, dan membara nafsu yang&lt;br /&gt;akhirnya menyengsarakan dunia akhirat, kecuali cinta di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta ibarat memasukkan ayam kampung ke kamar, akan sulit mengusirnya. Kalaupun susah&lt;br /&gt;payah mengusir, maka kamar akan berantakan. Begitulah orang-orang yang dilanda asmara dan tidak&lt;br /&gt;sungguh-sungguh menjaga diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu jauhilah percintaan yang tidak disukai dan tidak di jalan Allah. Milikilah&lt;br /&gt;cinta yang asli karena Allah yang caranya betul-betul menegakkan apapun yang diaturkan dalam&lt;br /&gt;agama. Percayalah, rambu-rambu yang diberikan oleh Allah akan membuat diri kita tidak diperdaya&lt;br /&gt;oleh cinta yang tampaknya indah padahal bisa jadi menjerumuskan, na’uzubillahi minzalik.&lt;br /&gt;Berlindunglah kepada allah supaya kita tidak diperbudak oleh asmara membuta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang Jujur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, setiap kali berbohong maka bohong itu akan menjadi penjara bagi kita. Kita akan&lt;br /&gt;selalu was-was, takut diketahui kebohongan (kedustaan) kita yang mengharuskan kita berbuat&lt;br /&gt;bohong lanjutannya. Dan bohong itu pun tentu akan menjadi penjara baru. Demikianlah kurang lebih&lt;br /&gt;bagi orang-orang yang berdusta, berbohong atau tidak jujur dalam hal apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak akan merdeka orang-orang yang tidak menjaga dirinya dari kedustaan dan&lt;br /&gt;ketidakjujuran. Pastikanlah kita menjadi orang yang menikmati hidup jujur. Semakin sedikit&lt;br /&gt;rahasia semakin merdeka hidup ini. Semakin tidak mengenal dusta, semakin tidak terancam diri&lt;br /&gt;ini. Tak ada yang membuat kita takut harus diketahui aib dan kebohongan oleh orang lain karena&lt;br /&gt;memang kita tidak menyembunyikan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik kita disisihkan karena kita jujur daripada kita diterima karena berdusta, berarti&lt;br /&gt;sepanjang waktu kita akan penuh ketegangan. Selamat berbahagi bagi saudara yang berjuang menjadi&lt;br /&gt;pribadi yang jujur terpercaya karena itulah milik orang-orang yang merdeka dan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang Tawadhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendah hati adalah kunci kebahagiaan. Semakin kita ingin dihargai, semakin ingin dihormati,&lt;br /&gt;semakin ingin dipuji, semakin ingin diperlakukan lebih, maka semakin sengsara hidup ini, karena&lt;br /&gt;kita semakin butuh kepada orang lain. Padahal orang lain belum tentu sesuai keinginannya dengan&lt;br /&gt;kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang rendah hati, pikirannya adalah justru ingin melihat orang lain lebih berhak untuk&lt;br /&gt;dihargai, lebih berhak untuk dihormati, dan tidak melihat orang lain lebih rendah dari dirinya.&lt;br /&gt;Ketawaduaan tidak akan pernah menghinakan, bahkan sebaliknya akan mengangkat derajat seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dijaminkan oleh Rasulullah Saw, “Wa maa tawaadla’a ahadun lillahi illa ra&lt;br /&gt;fa’ahullah”Dan seseorang yang selalu merendahkan diri karena Allah, pasti Allah akan mengangkat&lt;br /&gt;derajatnya.” (HR.Muslim). Adalah mimpi kita bahagia jikalau kita menjadi orang yang sombong dan&lt;br /&gt;takabur. Kebahagian dan kemerdekaan adalah milik orang-orang yang rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang yang Ikhlas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah kunci kemerdekaan hati. Orang-orang yang ria yang hidupnya tamak akan pujian akan&lt;br /&gt;menjadi korban mode dan korban jaman. Tetapi orang-orang yang ikhlas tidak pusing dengan&lt;br /&gt;penilaian manusia. Yang dia pikirkan adalah selalu memikirkan yang terbaik, dan puas dengan&lt;br /&gt;penilaian Allah Yang Maha Dekat serta ganjaran dari Allah yang melimpah dan tidak mengecewakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku yang baik, marilah kita nikmati menjadi orang yang tidak terpengaruh oleh&lt;br /&gt;kerinduan dipuji orang lain. Pujian orang hanyalah tipu daya bagi kita, cobaan yang membuat kita&lt;br /&gt;sering menipu diri padahal kita tidak layak dipuji. Tapi pujian dari Allah akan menyelamatkan&lt;br /&gt;kita dunia akhirat. Karena Allah yang menggenggam setiap rezeki, kedudukan, kemuliaan, bahkan&lt;br /&gt;nikmat dunia akhirat. Untuk apa kita dipuji makhluk yang pasti binasa. Lebih baik puaskan diri&lt;br /&gt;ingin dipuji Allah, itulah yang membuat kita merdeka dalam hidup ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang yang Tawakal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak bergantung kepada sesuatu maka kita akan takut kehilangan sesuatu. Seperti orang&lt;br /&gt;yang bersandar di kursi akan takut kursinya diambil. Tetapi bergantung kepada Allah, itulah yang&lt;br /&gt;akan memuaskan karena Allah menggenggam segala yang kita butuhkan. Allah Maha Tahu masalah kita,&lt;br /&gt;Allah Maha Tahu segala jalan keluar dari kesulitan kita, dan Allah-lah yang kuasa atas&lt;br /&gt;segala-galanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wamayyattakillah yajj’allahumakhraja Wayarzukhuminhaytsu laayahtasib Wamayyatawakkal ‘allallah&lt;br /&gt;fahuwa hasbuh” Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya&lt;br /&gt;jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa&lt;br /&gt;yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).(QS. Ath Thalaq ; 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang budiman, untuk apa kita bergantung kepada manusia. Makhluk adalah lemah&lt;br /&gt;tiada daya dan tidak bisa memberi manfaat bagi kita tanpa izin Allah dan juga tidak bisa&lt;br /&gt;memberikan mudharat. Walau bergabung jin dan manusia akan berbuat sesuatu kepada kita tidak akan&lt;br /&gt;bisa menimbulkan mudarat kepada kita tanpa izin Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita puaskan diri kita, ikhtiar kita, dan ketawakalan kita. Gigihnyanya ikhtiar jangan&lt;br /&gt;mencuri hati dari tawakkal kepada Allah. Yakinnya kepada Allah jangan pernah mengurangi ikhtiar&lt;br /&gt;kita, itulah orang-orang yang akan menikmati kemerdekaan dalam hidup ini. Akhlaknya jadi mulia&lt;br /&gt;dan indah kalau setiap perilakunya bisa menjadi amal shaleh yang menjadi bekal kebahagiaan dunia&lt;br /&gt;dan menjadi bekal perjumpaan dengan Allah Azzawajalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali merdeka tetap merdeka. Sekali menjadi hamba Allah selama-lamanya hanyalah untuk mengabdi&lt;br /&gt;kepada Allah. Wallahua’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-5670489107840049649?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/indahnya-hidup-merdeka.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-7802771976617993131</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:14:42.129+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>Hijab Antara Manusia Dengan Allah</title><description>Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa’ala&lt;br /&gt;aalihi washahbihii ajmaiin, amma ba’du, *)“Tidak ada hijab apapun antara engkau dengan Allah&lt;br /&gt;Ta’ala, akan tetapi yang menjadi hijabnya antara dugaanmu ada lagi sesuatu yang lain di samping&lt;br /&gt;Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu pada hakikatnya tidak ada. Yang wajib ada hanyalah Allah Ta’ala. Hal selain itu&lt;br /&gt;tergantung kepada belas kasih Allah, hendak diadakan atau tidak, hendak diciptakan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli berkata “ makhluk tidak dapat menjadi penghalang dan tidak dapat menjadi&lt;br /&gt;perantara.Makhluk hanyalah suatu bayangan, seperti bayangan pohon di dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan pohon itu tidak dapat menjadi penghalang bagi perjalanan perahu. Oleh karena tidak ada&lt;br /&gt;penghalang antara abid dengan ma’bud.Hanya hamba sendiri yang merasa adanya penghalang tersebut&lt;br /&gt;dari bayangannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*): dari Mutu Manikam Kitab Al Hikam Syekh Ahmad Atailah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, apapun yang ada itu mutlak hanyalah makhluk Allah SWT, makhluk sesuka Allah , Dia&lt;br /&gt;yang Menciptakan , Dia Yang Membentuk , Dia Yang Memberi, Dia Yang Akan Mematikan, tidak ada&lt;br /&gt;satupun perbuatan makhluk atau manusia yang bisa menghalangi kehendak Allah SWT, Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya persoalan dalam hidup kita adalah kalau kita membesar-besarkan makhluk dan&lt;br /&gt;mengecilkan Allah.Ketika atasan dianggap sebagai pemberi rejeki maka terjadilah bawahan menjilat&lt;br /&gt;atasan, ketika pembeli dianggap sebagai pemberi rejeki akhirnya justru pedagang ditipu&lt;br /&gt;pembeli,ketika suami dianggap sebagai jalan kebahagiaan akibatnya bergantung kepada suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin banyak kita bergantung kepada selain Allah , makin tidak tenang hidup ini, makin resah&lt;br /&gt;dan makin turun kualitas akhlaq kita , karena posisi yang sebenarnya adalah Allah Pencipta Alam&lt;br /&gt;Semesta menciptakan manusia untuk mengabdi kepada Allah menciptakan dunia berikut isinya , Allah&lt;br /&gt;menciptakan semua, melayani kita supaya kita menghamba kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang jadi hina dan sengsara karena posisi dia menjadi pelayan budak dia , Allah&lt;br /&gt;menciptakan uang supaya kita dapat dekat dengan Allah lewat uang yang dititipkan ,agar bisa&lt;br /&gt;bersadaqah, zakat dan menolong orang sehingga derajat dia akan meningkat di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi banyak orang yang dirinya menjadi hamba uang , demi mencari uang dia sanggup berbuat licik&lt;br /&gt;, demi mencari uang dia mencuri, demi mendapatkan uang dia korupsi , padahal jauh sebelum kita&lt;br /&gt;dilahirkan rejeki kita sudah diciptakan oleh Allah SWT, Subhanallah, empat bulan di perut ibu&lt;br /&gt;sudah beres pembagian rejeki kita “ kita tidak disuruh mencari uang tapi “Waabtaghuu Min&lt;br /&gt;Fadlillaah “(QS. 62 ; 10) “Mencari karunia Allah” , rejeki yang barokah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang tidak akan tenang dalam hidup , sebelum dia yakin makhluk itu hanya alat dari Allah&lt;br /&gt;untuk sampainya nikmat atau sampainya musibah,tidak ada satupun pembeli yang bisa menyampaikan&lt;br /&gt;rejeki kepada kita tanpa izin Allah , maka seorang pedagang yang ahli ma’rifat tidak ada selera&lt;br /&gt;untuk mengikat pembeli , yang dia selera adalah dia melakukan yang terbaik bagi pembeli , jadi&lt;br /&gt;atau tidak rejekinya sampai kepada dia, yang terpenting dengan berjualan dapat menjadi amal .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita yakin Allah akan mencukupi maka pasti cukup,karena Allah sesuai dengan prasangka&lt;br /&gt;hamba-Nya, inilah sebenarnya yang berharga . Banyak orang yang tidak pernah mau berlatih , puas&lt;br /&gt;hanya dengan jaminan dari Allah , selebihnya kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin dicukupi hidupnya oleh Allah , pantangannya hanya satu “ Pantang berharap&lt;br /&gt;kepada makhluk !” karena Allah Maha Pencemburu , Allah Yang Membagikan rejeki tidak suka&lt;br /&gt;makhluknya bergantung kepada makhluk, kalau hamba bergantung hanya kepada Allah “Wamayyatawakkal&lt;br /&gt;‘allallah fahuwa hasbuh” Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan&lt;br /&gt;mencukupkan (keperluannya).(QS. Ath Thalaq ; 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rejeki tidak selalu identik dengan makanan, uang , pujian tetapi kesabaran juga rejeki&lt;br /&gt;Subhanalloh.Jadi orang yang banyak rejeki jangan dihitung dari orang yang banyak tabungannya ,&lt;br /&gt;karena tabungan itu dilihat tidak dipegang tidak, rejeki itu adalah bagaimana Allah membimbing&lt;br /&gt;kita supaya kita dekat dengan Allah , adakalanya dalam bentuk hutang gara-gara hutang tiap malam&lt;br /&gt;menjadi tahajud, adakalanya dalam bentuk disakiti oleh suami, jadi tolong selalu yakini rejeki&lt;br /&gt;yang terbesar adalah ketika hijab diangkat menjadi yakin kepada Allah, itulah yang membuat kita&lt;br /&gt;terjamin dalam hidup ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Syekh Ataillah mengingatkan : Andaikata Allah tidak menampakan kekuasaan pada benda-benda&lt;br /&gt;alam, tidak mungkin adanya penglihatan pada-Nya. Andaikata Allah Ta’ala menampakan&lt;br /&gt;sifat-sifat-Nya, pasti benda-benda itu akan musnah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata Allah Ta’ala menampakan diri-Nya pada makhluk di alam semesta ini , maka Allah akan&lt;br /&gt;mudah terlihat.. Akan tetapi Allah tidak akan menyatakan dirinya dalam bentuk benda , sebab&lt;br /&gt;benda-benda itu adalah ciptaan Allah sendiri. Pencipta lebih mulia dari hasil ciptaan-Nya. Oleh&lt;br /&gt;karena itu sang Pencipta menunjukan dirinya dalam bentuk ciptaan-ciptaan-Nya sendiri.Sebab,&lt;br /&gt;kalau demikian, tidak ada bedanya antara Maha Pencipta dengan ciptaan-Nya.Dan benda-benda&lt;br /&gt;ciptaan itu akan hancur berantakan apabila wujud Allah sama dengan benda-benda. *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*): dari Mutu Manikam Kitab Al Hikam Syekh Ahmad Atailah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah itu menciptakan kita , dan kita tidak dapat melihat Allah yang sebenarnya, karena yang&lt;br /&gt;kita tahu hanyalah makhluk dan makhluk itu lemah , mata kita tidak bisa melihat Allah karena&lt;br /&gt;mata ini sangat lemah , melihat jauh saja tidak sanggup , sangat dekat pun tidak kelihatan. Kita&lt;br /&gt;bahkan tidak tahu alis kita yang sebenarnya , bulu mata, hidung, yang terdekat dengan mata saja&lt;br /&gt;tidak pernah terlihat, pendengaran kita juga lemah, kita tidak bisa mendengar semuanya,&lt;br /&gt;frekuensi yang lebih tinggi ataupun lebih rendah dari kemampuan pendengaran kita,suhu untuk&lt;br /&gt;tubuh kita juga terbatas andaikata diberikan suhu yang lebih tinggi ataupun lebih rendah tentu&lt;br /&gt;tidak akan sanggup kita menahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana mungkin makhluk yang lemah bisa melihat Allah Yang Maha Sempurna,oleh karena itu&lt;br /&gt;Allah menciptakan qolbu dan hati inilah sebenarnya yang bisa merasakan kehadiran Allah SWT&lt;br /&gt;sepanjang hatinya bersih , andaikata hati kita bersih dapat kita rasakan Allah Yang Maha&lt;br /&gt;Menatap, Allah menggenggam langit, Allah menciptakan semuanya agar kita berpikir,Afalaa&lt;br /&gt;tatafakkaruun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alladziina yadzkuruunallooha qiyaamaawaqu’uudaawwa ‘alaa junuubihim wayatafakkaruuna fii&lt;br /&gt;kholqissamaawaati wal ardhi Rabbana maa kholaqta haadzaa baathilaa subhaanaka faqinaa&lt;br /&gt;‘adzaabannar”(Yaitu)orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam&lt;br /&gt;keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya&lt;br /&gt;Tuhan kami, tiadalah Engkau Menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, mka peliharalah&lt;br /&gt;kami dari siksa neraka.(QS. 3: 191) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-7802771976617993131?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/hijab-antara-manusia-dengan-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-4948541053426770121</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:13:52.287+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>Hati Potensi Berharga yang Harus Dijaga</title><description>Secara umum manusia memiliki 3 potensi penting. Potensi&lt;br /&gt;pertama adalah potensi fisik, sehingga jika kita mampu mengelola fisik&lt;br /&gt;dengan baik, insya Allah kita akan menjadi manusia yang kuat dan produktif.&lt;br /&gt;Bahkan Islam sangat menganjurkan agar kita memiliki fisik yang sehat.&lt;br /&gt;Almu'minuni qowiyyu, mu'min yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh&lt;br /&gt;Allah daripada mu'min yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan sejarah, sampai usia 6 tahun Nabi Muhammad Saw memiliki tubuh&lt;br /&gt;yang benar-benar atletis. Beliau memulai peperangan pada usia 53 tahun. Dan&lt;br /&gt;tentu saja, perang zaman dulu tidak perang seperti zaman sekarang. Ketika&lt;br /&gt;itu Rasulullah Saw memakai baju besi hingga dua lapis dan mengarungi padang&lt;br /&gt;pasir sejauh ratusan kilometer. Itu artinya fisik beliau sangat prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ternyata tidak selamanya orang yang berfisik baik itu mulia&lt;br /&gt;sebagaiaman kemuliaan Rasulullah. Bahkan tidak jarang manusia yang berbadan&lt;br /&gt;bagus malah menjadi hina akibat keindahan fisiknya. Wanita bertubuh bagus&lt;br /&gt;tidak identik dengan wanita yang mulia, malah tidak sedikit wanita berbadan&lt;br /&gt;bagus menjadi turun derajatnya karena dia gemar memamerkan tubuhnya. Di sisi&lt;br /&gt;lain ada juga orang yang gara-gara badannya bagus menjadi stress karena&lt;br /&gt;takut jadi tidak bagus. Setiap hari waktunya habis untuk memikirkan&lt;br /&gt;badannya. Ikut senam, diet dan membeli bermacam-macam obat supaya tubuhnya&lt;br /&gt;tetap bagus. Secara tidak langsung orang seperti ini justru tersiksa dengan&lt;br /&gt;keindahan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kita memang harus meningkatkan potensi fisik, namun potensi ini&lt;br /&gt;tidak identik dengan kemuliaan seseorang, jika tidak mampu menjaganya dengan&lt;br /&gt;hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi yang kedua adalah akal. Kita dikaruniai akal oleh Allah dan akal&lt;br /&gt;inilah yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnya. Dengan akal kita&lt;br /&gt;dapat memikirkan ayat-ayat Allah di alam ini sehingga kita dapat mengelola&lt;br /&gt;dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, potensi akal juga bukanlah potensi yang dapat menentukan&lt;br /&gt;mulia atau tidaknya seorang manusia. Di Indonesia ini begitu banyak orang&lt;br /&gt;yang pintar, tapi mengapa Indonesia masuh juga terpuruk? Setiap tahun&lt;br /&gt;puluhan ribu sarjana dikeluarkan oleh kampus-kampus yang ternama. Tapi&lt;br /&gt;mengapa korupsi masih juga merajalela? Rasanya kecil kemungkinan kalau&lt;br /&gt;korupsi itu dilakukan oleh orang-orang yang bodoh. Bagaiamana tidak? Uang&lt;br /&gt;negara, uang rakyat yang dikuras jumlahnya bukan hanya dalam bilangan jutaan&lt;br /&gt;atau miliaran, tapi juga triliunan rupiah. Kalau orang bodoh rasanya dia&lt;br /&gt;tidak akan kuat berpikir jauh-jauh seperti itu. Artinya pintar tidak identik&lt;br /&gt;dengan kemuliaan. Jika tidak hati-hati, mempunyai anak pintar juga tidak&lt;br /&gt;selalu identik dengan kebahagiaan. Ada yang anaknya pintar sementara orang&lt;br /&gt;tuanya hanya lulusan SD atau SMP, malah jadi menghina orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah memang. Badan yang kuat tidak selalu menggambarkan kemuliaan,&lt;br /&gt;akal pikiran yang pintar juga tidak selalu membuat oang menjadi mulia. Jadi&lt;br /&gt;apa sih yang bisa membuat orang mulia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah potensi ketiga yang ada pada diri manusia yang tidak setiap orang&lt;br /&gt;mampu menjaga serta mengembangkannya. Dialah yang dinamakan hati. Hati&lt;br /&gt;inilah potensi yang bisa melengkapi otak cerdas dan badan kuat menjadi&lt;br /&gt;mulia. Dengan hati yang hidup inilah orang yang lumpuh pun bisa menjadi&lt;br /&gt;mulia, orang yang tidak begitu cerdas pun dapat menjadi mulia. Ada sebuah&lt;br /&gt;syair yang mungkin bisa menggambarkan betapa hati bisa sangat berpengaruh&lt;br /&gt;pada kehidupan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila hati kian bersih, pikiran pun selalu jernih, semangat hidup kan gigih,&lt;br /&gt;prestasi mudah diraih; Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk,&lt;br /&gt;akhlaqpun kan terpuruk, dia jadi makhluk terkutuk. Bila hati kian lapang,&lt;br /&gt;hidup susah tetap tenang, walau kesulitan menghadang, dihadapi dengan&lt;br /&gt;tenang; Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit, seakan hidup terhimpit,&lt;br /&gt;lahir batin terasa sakit".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah, andaikan hati kian bersih tentu akan nikmat sekali menjalani&lt;br /&gt;hidup ini. Kalau hati kita ini bersih dan sehat, maka pikiran pun bisa&lt;br /&gt;menjadi cerdas. Kenapa? Karena tidak ada waktu untuk berpikir licik, dengki&lt;br /&gt;atau keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Sebab, kalau tidak hati-hati&lt;br /&gt;benar maka hidup kita itu sangat melelahkan. Sekali saja kita tidak suka&lt;br /&gt;kepada seseorang, maka lambat laun kebencian itu akan memakan waktu,&lt;br /&gt;produktivitas dan memakan kebahagiaan kita, kita akan lelah memikirkan orang&lt;br /&gt;yang kita benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya bila hati kita bersih, maka pikiran bisa menjadi jernih. Tidak ada&lt;br /&gt;waktu buat iri, semua input kan masuk dengan mudah, karena tidak ada ruang&lt;br /&gt;untuk meremehkan siapa pun. Akibatnya kita akan memiliki akses data yang&lt;br /&gt;sangat tinggi, akses informasi yang benar-benar melimpah, akses ilmu yang&lt;br /&gt;benar-benar meluas, ujungnya akan mampu mengambil ide-ide yang cemerlang dan&lt;br /&gt;gagasan-gagasan yang jitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang yang sombong, dia akan merasa bahwa dirinyalah yang&lt;br /&gt;paling tahu semua hal. Akibatnya, dia tidak pernah mau mendengar masukan&lt;br /&gt;dari orang lain. Padahal setiap orang tentu memiliki kelemahan. Dan untuk&lt;br /&gt;memperbaiki kelemahan itulah kita membutuhkan koreksi dan masukan dari orang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebersihan hati, insya Allah, otak akan lebih cerdas, ide lebih&lt;br /&gt;brilian, gagasan lebih cemerlang. Orang yang bersih hati itu punya kemampuan&lt;br /&gt;berpikir lebih cepat dari orang lain. Namun orang yang kotor hatinya, cuma&lt;br /&gt;akan berjalan di tempat. Dia kan sibuk memikirkan kekurangan orang lain,&lt;br /&gt;yang ada dalam pikirannya hanyalah kejelekan orang. Hatinya akan menjadi&lt;br /&gt;sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan jika ada anjing, kerbau, atau ada ular, di lapangan yang&lt;br /&gt;sangat luas, tentunya relatif tidak akan menjadi masalah. Apa lagi jika&lt;br /&gt;lapangannya teramat sangat luas, sebab ruang untuk bergerak jauh lebih&lt;br /&gt;leluasa. Tapi apa bila kita sedang da di kamar mandi, lalu muncul seekor&lt;br /&gt;tikus saja, pasti akan menjadi masalah. Kita tidak akan nyaman, jijik, atau&lt;br /&gt;malah ketakutan. Artinya bagi orang-orang yang berhati sempit, perkara kecil&lt;br /&gt;saja bisa menjadi masalah besar, apalagi perkara yang benar-benar besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hati bersih maka wajah pun akan memancarkan kecerahan dan penuh&lt;br /&gt;keramahan. Bahkan Nabi Muhammad Saw juga demikian. Beliau tidak pernah&lt;br /&gt;berjumpa dengan oang lain kecuali dalam keadaan tersenyum cerah. Senyum yang&lt;br /&gt;penuh keikhlasan memang sangat bernilai besar, karena selain menjadi&lt;br /&gt;shadaqah juga akan menyehatkan tubuh. Bahkan menurut para ahli, senyum itu&lt;br /&gt;hanya menggunakan 17 otot, sedangkan cemberut 32 otot, makanya orang yang&lt;br /&gt;sering cemberut akan mengalami kelelahan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbicara pun kita harus sangat berhati-hati, sebab tak jarang melalui&lt;br /&gt;tutur kata, akan terlihat derajat seseorang. Sebab mulut ini ibarat teko&lt;br /&gt;yang mengeluarkan isinya. Jika di dalamnya berisi kopi tentu yang keluar&lt;br /&gt;juga kopi, tapi jika isinya air yang bening pasti keluar air yang bening.&lt;br /&gt;Orang yang berkualitas itu, jika berbicara ada struktur dan cirinya. Kalau&lt;br /&gt;dia berbicara yang keluar adalah ide atau gagasan, hikmah, solusi, ilmu dan&lt;br /&gt;zikir, sehingga pembicaraannya senantiasa bermanfaat. Kalau bunyi itu&lt;br /&gt;efektif. Semakin banyak omongan sia-sia, maka semakin turun kualitas orang&lt;br /&gt;itu, padahal ciri-ciri kualitas keislaman orang itu dilihat bagaimana&lt;br /&gt;kesanggupan menahan diri dari sesuatu yang sia-sia. Kalau kita selalu&lt;br /&gt;berusaha mengendalikan hati, detak jantung normal, wajah cerah, lisan enak,&lt;br /&gt;dan badan sehat. Lebih dari itu bergaul dengan siapa pun akan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk mengenal potensi yang&lt;br /&gt;termahal dari hidup kita, yaitu hati kita sendiri. Hidupkan hati dengan&lt;br /&gt;memperbanyak ilmu, memperbanyak ibadah, dan zikir. Ladang untuk berkarya&lt;br /&gt;teramat luas, hiduplah dengan menjaga kebersihan hati, insya Allah hidup ini&lt;br /&gt;menjadi lebih indah dan penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan. Kita tidak&lt;br /&gt;bisa mengatur dan menata hati, kecuali dengan memohon pertolongan Allah agar&lt;br /&gt;Dia selalu menjaga hati kita. Hati adalah pangkal kehidupan. Jika Allah&lt;br /&gt;memberi hati kita yang bening, kita akan banyak mendapat keuntungan dan bisa&lt;br /&gt;menjadi apa saja sesuai dengan keinginan. Bisnis bisa menjadi lancar dan&lt;br /&gt;sukses, menjadi pemimpin yang dicintai, suami yang dihormati, ayah yang&lt;br /&gt;disegani, menjadi apa pun bisa terwujud jika akhlak kita mulia di sisi&lt;br /&gt;Allah. Dan kuncinya adalah Qalbun Salim, yaitu hati yang selamat, selamat&lt;br /&gt;dari segala kebusukan. Sebab kesuksesan dan kemuliaan hanyalah milik&lt;br /&gt;orang-orang yang berhati bersih. Semoga kita termasuk di dalamnya.&lt;br /&gt;Amin.Wallahu a'lam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-4948541053426770121?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/hati-potensi-berharga-yang-harus-dijaga.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-3489986929991820700</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:13:00.647+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>GETARAN ALLAH DI PADANG ARAFAH</title><description>Saudaraku para tamu Allah dan juga saudaraku di Tanah Air yang kali ini atas izin Allah bisa merasakan getaran orang-orang yang bersyukur di tanahArafah. Inilah saat yang paling dirindukan oleh orang-orang yang beriman,&lt;br /&gt;saat diundang ke tanah di mana Allah menghadapkan hamba-hamba-Nya kepada para malaikat di hari Arafah. Pada saat inilah Allah menjanjikan pembebasandari api jahanam sebanyak-banyak hamba-hamba-Nya. Dan pada hari ini Allah juga menjanjikandiampuni lumuran dosa-dosa, dihapus aib-aib yang menyelimuti, kerak-kerakkenistaan disingkirkan, dibukanya lembaran-lembaran baru yang putih bersih.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku para tamu Allah.&lt;br /&gt;Begitu banyak orang yang bertawakal dan bersimpuh di hadapan Allah. Diseluruh pelosok negeri. Mungkin di pedesaan, di lereng-lereng, maupun di persawahan. Mereka ini mungkin siang malam bersandar kepada Allah. Mereka tiada henti memuja Allah. Bahkan mungkin bisa jadi kedudukan mereka lebih tinggi di sisi Allah dibanding kita yang sehari-hari melumuri diri dengan dosa, lebih banyak dipakai memuaskan diri kita dibanding memuaskan perintah Allah. Tapi sampai sekarang mereka belum pernah merasakan nikmatnya jamuan&lt;br /&gt;Allah di Arafah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya kita harus merasa malu. Karena, lebih banyak orang yang berhak wukuf di Arafah ini dibanding kita. Kita lihat orang di keningnya berbekas dengan bekas sujud hanya bisa menangis sepanjang hayatnya untuk&lt;br /&gt;bisa dijamu oleh Allah di Padang Arafah ini. Tapi, kapan kita melakukan seperti itu? Karena itu, saudaraku yang hadir di bumi Arafah ini, hari ini adalah hari buat kita untuk bersyukur. Bisa jadi kita hadir di tempat ini&lt;br /&gt;bukan karena kesalehan kita. Kehadiran kita di sini mungkin karena ridlo Allah atas orang-orang yang kita sakiti yang mereka balas sakit hatinya dengan doa kemuliaan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita berada di tempat ini berkat doa fakir miskin yang kita lempar dengan uang seratus rupiah tapi mereka menerimanya dengan ridlo dan memohon kepada Allah agar mengampuni kita. Mungkin kita berada di tempat ini berkat doa para pembantu yang tidak pernah kita hargai jasa baiknya tetapi mereka sabar bangun malam dan meminta kita diberi hidayah. Mungkin kita berada di tempat ini karena doa orang tua kita yang tiada henti-hentinya agar memiliki anak yang saleh dan salehah, adahal begitu sering kita melukai hatinya. Atau, mungkin kita berada di tempat ini karena doa anak-anak kita yang sering dikecewakan contoh buruk yang kita lakukan sehingga mereka meminta kepada Allah agar memiliki orang tua yang saleh dan salehah.Tentunya tiada&lt;br /&gt;kebaikan yang mengantar kita ke tempat ini selain kemurahan Allah yang Maha Agung. Kita berutang banyak saudara-saudaraku sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah saudara-saudaraku sekalian.&lt;br /&gt;Tidak ada jalan bagi kita untuk menjadi sombong dan takabur dengan jamuan Allah di Arafah ini kecuali kita harus malu dan jujur kepada diri sendiri.Harta yang Allah titipkan kepada kita, tak jarang kita nafkahkan sekadar sisa dari uang jajan kita. Zakat enggan kita bayarkan. Sedekah bagi orang yang paling lusuh dengan cara yang paling memalukan. Bahkan, kita lebih suka membelikan barang-barang yang mahal untuk kita pamerkan kepada makhluk dari pada menafkahkan harta di jalan Allah untuk bekal kepulangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lihatlah bagaimana kita bersujud kepada Allah. Dari 24 jam satu hari Allah memberikan waktu kepada kita, sujud sering kita percepat. Bahkan, kalau perlu hampir kita tidak pernah ingat kepada Allah yang Maha Agung. Dimanakah letak amal baik kita? Nikmat dari Allah tiada henti dan tiada putus. Sedangkan pengkhianatan kita tiada henti dan tiada terputus. Entah mengapa Allah memberi kesempatan kita berada di tanah Arafah ini? Rasanya lebih banyak orang yang lebih layak untuk dimuliakan Allah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku sekalian.&lt;br /&gt;Hari ini Allah menurunkan para malaikat di sekitar tenda. Sebagian para malaikat sudah menyaksikan aib-aib yang ada pada diri kita. Sebagian malaikat yang lain tahu secera persis siapa diri kita, ada yang mencatat&lt;br /&gt;kata-kata kita yang begitu jarang menyebut nama Allah. Lalu mereka tahu betapa banyaknya orang yang terluka hatinya, tercabik-cabik perasaannya. Allah maha tahu fitnah yang tersebar karena lisan kita selama ini, berapa banyak orang yang terjerumus ke dalam maksiat karena kita yang menunjukkannya. Di antara malaikat yang hadir saat ini ada yang menyaksikan kita mendekati zina dengan mata kita, dengan lisan kita, karena tiada yang tersembunyi bagi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hari ini adalah hari yang paling malu bagi kita. Orang busuk seperti kita ini diberi kesempatan berada di tempat mulia, bahkan amal-amal yang paling tidak disukai Allah kita pun sering melakukannya. Kesombongan, ketakaburan adalah amal yang membuat iblis dilaknat oleh Allah selamanya. Tidak akan pernah selamat masuk surga orang yang di dalam hatinya ada takabur walau sebesar biji zarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah apa yang Allah titipkan bagi jalan kesombongan bagi kita. Otak kita dicerdaskan sedikit oleh Allah. Kita diberi kesempatan sekolah, kesempatan kuliah. Namun malah membuat kita jadi petentang-petenteng&lt;br /&gt;menganggap rendah orang tua kita yang pendidikannya tidak setinggi kita.Menganggap rendah pembantu kita yang pendidikannya tidak setinggi kita. Menganggap rendah orang lain yang tidak pernah mengenyam pendidikan setinggi kita.Padahal, demi Allah, saudara-saudaraku, otak ini adalah milik Allah. JikalauAllah mengambil beberapa bagian saja, niscaya kita tidak bisa mengingat apa pun. Sungguh! Gelar, pangkat adalah lambang kebodohan bagi orang-orang yang takabur. Malu kita ini mengapa diberi otak yang sulit mengenal Allah. Padahal, otak kita ini tunduk mengejar keagungan Allah. Kita diberikan harta yang cukup. Tapi kita sering tidak mempedulikan dari mana harta itu kita dapatkan. Yang haram kita ambil, hak orang lain kita&lt;br /&gt;tahan. Zakat lupa kita bayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lumuri diri kita dengan kenistaan. Naudzubilah min dzalik. Tapi kita bangga dengan kendaraan yang mewah, dengan rumah yang megah, dengan perhiasan. Padahal, sungguh, semua itu adalah sekadar titipan Allah, yang Allah juga berikan kepada makhluk-makhluk nista lainnya. Para penjahat, para pelacur, penzina, orang-orang yang durjana diberi dunia oleh Allah. Karena dunia ini bukan tanda kemuliaan bagi seseorang. Dunia adalah fitnah, cobaan bagi manusia. Sungguh malang bagi orang yang takabur dengan tempelan duniawi&lt;br /&gt;padahal Allah menghinakan seseorang dengan duniawi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku-saudaraku sekalian.&lt;br /&gt;Waspadalah sepulang dari tempat ini. Haji yang mabrur adalah haji yang merasa malu kepada Allah. Allah memberikan nikmat tiada henti. Kita jarang mensyukurinya bahkan kita mengkhianatinya. Allah yang Maha Agung, Allah yang Maha Perkasa, memberikan kesempatan kali ini kepada kita untuk mengubah sisa&lt;br /&gt;umur kita. Mungkin, mungkin kali ini adalah yang terakhir kali kita berada di tanah Arafah ini. Tidak ada jaminan kita tahun depan bertemu kembali di tempat ini.Tanah yang kita duduki ini akan menjadi saksi di akhirat nanti, Kita berangkat mengeluarkan harta, waktu, dan tenaga. Kita lalui jalan berjam-jam sampai tempat ini, tapi nikmat sekali. Itulah nikmat yang datang dari Allah. Nikmat adalah pengorbanan. Rasululah saw mulia bukan karena apa yang dimilikinya, tapi karena pengorbanannya untuk umat. Harta yang dikorbankan, tenaga yang dikorbankan, waktu yang di-korbankan, perhatian yang dikorbankan, demi kemaslahatan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari sini tidak pernah akan bahagia kecuali orang yang paling menikmati berkurban untuk orang lain. Yakinkanlah bahwa apa pun yang kita miliki agar bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi hamba Allah. Sebaik-baik manusia adalah orang yang banyak manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, percayalah bahwa kita tidak akan bahagia dengan mengumpulkan uang. Justru kebahagiaan datang dengan me-nafkahkan uang. Kita tidak bahagia dengan ingin ditolong orang lain. Kita bahagia justru dengan menolong orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan bahagia dengan dihormati orang lain, kebahagiaan hati kita dengan menghargai orang lain. Jadikanlah diri kita menjadi orang yang tidak pernah berharap apa pun selain dari Allah. Itulah kebahagiaan yang awal dari pelajaran kita. Yang kedua, ingatlah baik-baik. Kain ihram yang kita pakai ini, ternyata inilah yang menemani kita saat pulang nanti. Tidaklah harta, tidak pangkat, dan juga tidak jabatan. Semua itu adalah topeng sejenak saja yang tidak berharga sama sekali, kecuali penyandangnya memiliki rasa syukur dan takwa kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sepulang dari tempat ini pastikan jangan sembunyi di balik jabatan. Jangan bersembunyi di balik penampilan yang bagus, jangan bersembunyi di balik rumah yang megah, jangan bersembunyi di balik gelar&lt;br /&gt;yang berenteng. Tapi bersembunyilah di balik Allah. Harta, pangkat, dan jabatan tidaklah berharga kecuali orang yang bertakwa kepada-Nya. Sekuat-kuatnya jangan ubah yang Allah titipkan ini menjadi jalan kesombongan kita. Tiada yang dimuliakan oleh Allah, tiada satu pun yang diangkat derajatnya oleh Allah kecuali orang-orang yang tawadhu.Tiada seorang pun yang tawadhu di antara kamu semata-mata karena Allah,&lt;br /&gt;kecuali Allah akan meninggikan derajatnya. Oleh karena itu, sepulang dari sini pastikanlah menjadi orang yang paling rendah hati, yang tidak akan memamerkan topeng seperti ini. Kecuali, insya Allah, kemuliaan akhlakyang&lt;br /&gt;menjadi andalan bekal kepulangan dan kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang ketiga, saudaraku sekalian, sepulang dari haji ini ingatlah baik-baik bahwa ternyata Allah menciptakan haji dengan pertemuan dari segala bangsa. Kulit hitam, mata sipit, yang tinggi, yang buruk, yang cacat; mereka semua adalah saudara kita. Terkadang kita merasa saudara karena darah, persaudaraan karena tempat, persaudaraan karena bangsa. Tapi kita lihat disini, saudara kita begitu banyak. Pepatah mengatakan satu musuh sudah mempersempit kehidupan kita, tapi memperbanyak teman tidak akan pernah cukup. Sebab, memperbanyak teman adalah memperbanyak saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang yang beriman itu bersaudara. Orang-orang yang merasakan banyak saudara hidupnya akan lebih ringan. Kita berbelanja dengan harga yang mahal, kita bersyukur karena bisa menafkahi pedagang yang masih saudara kita sendiri. Kita naik kendaraan umum dengan membayar kelebihan, kita bahagia&lt;br /&gt;karena sudah memberikan bekal bagi keluarga keturunan para sopir saudara kita sendiri. Kita mendidik orang lain sehingga maju namun tidak berterima kasih tidak apa-apa karena mereka adalah saudara kita sendiri. Semakin banyak yang bisa kita bantu, insya Allah semakin berbahagia dan ringan hidup kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir ingatlah baik-baik.&lt;br /&gt;Hari ini adalah penutup lembaran lama kita. Sudah terlalu lama hidup kita gunakan untuk mengkhianati Allah. Sudah terlalu banyak napas kita diisi lalai pada Allah. Sudah terlalu banyak keringat kita terkuras untuk&lt;br /&gt;menzalimi kebenaran, sudah terlalu banyak harta yang kita nafkahkan tidak dijalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku sekalian, mau ke mana lagi. Hidup hanya sekali dan sebentar. Esok lusa mungkin malaikat maut sudah ada di hadapan kita. Pastikan mulai saat ini, tekadkan dalam hati kita, ya Allah tiada tujuan dalam hidup kami selain Engkau. Tiada yang kami tuju selain pulang kepada-Mu, ya Allah. Dunia pasti kami tinggalkan, harta kami tinggalkan, keluarga kami tinggalkan. Kami ingin bisa berjumpa dengan-Mu, ya Allah. Tuntun dengan amal yang bisa membuat berjumpa dengan-Mu, ya Allah. Tingkatkan kepada kami segala bekal yang bisa membuat kami berjumpa dengan-Mu, ya Allah. Karuniakan segala nikmat yang bisa membuat kami bisa&lt;br /&gt;mensyukuri agar kami bisa berjumpa dengan-Mu. Bebaskan kami dari setiap harta dan kesibukan apa pun yang tidak bisa membuat kami berjumpa dengan-Mu. Barang siapa yang merindukan berjumpa dengan Allah, niscaya hari-hari yang dinanti adalah hari-hari pertemuan dengan Allah. Hari-hari yang diisi dengan bekal untuk pulang. Hidup di dunia adalah kesenangan yang menipu sejenak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-3489986929991820700?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/getaran-allah-di-padang-arafah.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-58298281354845705</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:12:07.911+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>Empat Rahasia Ahli Syukur</title><description>Semoga Allah Yang Maha Menatap, Maha Gagah , Maha Menguasai segala-galanya mengaruniakan kepada kita hati yang bersih sehingga bisa menangkap hikmah di balik kejadian apapun yang kita rasa dan kita saksikan , karena penderitaan dalam hidup bukan karena kejadian yang menimpa tapi karena kita tertutup dari hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menakdirkan apapun Maha Cermat, tidak pernah mendzolimi makhluk-makhluknya , kita&lt;br /&gt;sengsara adalah karena kita yang mendzolimi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)\"Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat Allah, sesungguhnya ia telah membuka jalan&lt;br /&gt;hilangnya nikmat dari dirinya. Akan tetapi barangsiapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka&lt;br /&gt;sungguh ia telah memberi ikatan yang kuat pada kenikmatan Allah itu \"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La in Syakartum la-aziidannakum (jika kalian bersyukur , niscaya Aku akan menambah&lt;br /&gt;rezekimu)(QS. 14 ; 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa maa bikummin ni&amp;#8217;matin faminallohi tsumma idzaa massakumudllurru failaihi tajaruun (Dan&lt;br /&gt;apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya, dan bila kamu ditimpa oleh&lt;br /&gt;kemudaratan , maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.(QS . 16 ; 53) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa ammaa bini&amp;#8217;mati rabbika fahaddits (Dan terhadap Nikmat Tuhan-mu maka hendaklah kamu&lt;br /&gt;menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)(QS . 93 ; 11)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*(diambil dari kitab Al Hikam ; Syekh Ahmad Atailah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setiap nikmat itu menjadi pembuka atau penutup pintu nikmat lainnya, kita sering&lt;br /&gt;menginginkan nikmat padahal rahasia yang bisa mengundang nikmat adalah syukur atas nikmat yang&lt;br /&gt;ada , jangan engkau lepaskan nikmat yang besar dengan tidak mensyukuri nikmat yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah risau terhadap nikmat yang belum ada , justru risaulah kalau nikmat yang ada tidak&lt;br /&gt;disyukuri, Allah sudah berjanji kepada kita dengan janji yang pasti ditepati La in Syakartum&lt;br /&gt;la-aziidannakum (jika kalian bersyukur , niscaya Aku akan menambah rezekimu)(QS. 14 ; 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka daripada kita sengsara oleh nikmat yang belum ada lebih baik bagaimana yang ada bisa&lt;br /&gt;disyukuri , sayangnya kalau kita mendengar kata syukuran itu yang terbayang hanya makanan ,&lt;br /&gt;padahal syukuran itu adalah bentuk amal yang dahsyat sekali pengaruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat yang pertama menjadi ahli syukur adalah hati tidak merasa memiliki , tidak merasa&lt;br /&gt;dimiliki kecuali yakin segalanya milik Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin kita merasa memiliki sesuatu akan makin takut kehilangan, takut kehilangan adalah suatu&lt;br /&gt;bentuk kesengsaraan , tapi kalau kita yakin semuanya milik Allah ,maka diambil oleh Allah tidak&lt;br /&gt;layak kita merasa kehilangan karena kita merasa tertitipi. Makin merasa rejeki itu milik manusia&lt;br /&gt;kita akan merasa berharap kepada manusia dan akan makin sengsara, senikmat-nikmat dalam hidup&lt;br /&gt;adalah kalau kita tidak berharap kepada mahluk tetapi berharap hanya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia yang kedua ahli syukur adalah \"orang yang selalu memuji Allah dalam segala kondisi \",&lt;br /&gt;karena apa ? karena kalau dibandingkan antara nikmat dengan musibah tidak akan ada apa-apanya.&lt;br /&gt;Musibah yang datang tidak sebanding dengan samudera nikmat yang tiada bertepi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus membuat kita menderita ? adalah menderita karena kita tamak kepada yang belum&lt;br /&gt;ada , ciri yang ketiga dari ahli syukur adalah manfaatkan nikmat yang ada untuk mendekat kepada&lt;br /&gt;Allah , alkisah ada tiga pengendara kuda masuk kedalam belantara, ketika dia tertidur kemudian&lt;br /&gt;saat terjaga dilihat kudanya telah hilang semua , betapa kagetnya mereka dan pada saat yang sama&lt;br /&gt;dalam keadaan kaget , ternyata seorang raja yang bijaksana melihat hal tersebut dan mengirimkan&lt;br /&gt;kuda yang baru lengkap dengan perbekalan , ketika dikirimkan reaksi ketiga pengendara yang&lt;br /&gt;hilang kudanya itu berbeda-beda , si-A kaget dan berkomentar \" wah ini hebat sekali kuda ,&lt;br /&gt;bagus ototnya , bekalnya banyak pula !, dia sibuk dengan kuda tanpa bertanya kuda siapakah ini\".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si-B , gembira dengan kuda yang ada dan berkomentar \"wah ini kuda hebat , sambil berterima&lt;br /&gt;kasih kepada yang memberi , sikap C beda lagi , ia berkomentar \"lho ini bukan kuda saya, ini&lt;br /&gt;kuda milik siapa ? yang ditanya menjawab \" ini kuda milik raja \",si-C bertanya kembali \"&lt;br /&gt;kenapa raja memberikan kuda ini ? dijawab \" sebab raja mengirim kuda agar engkau mudah bertemu&lt;br /&gt;dengan sang raja\". dia gembira bukan karena bagusnya kuda , dia gembira karena kuda dapat&lt;br /&gt;memudahkan dia dekat dengan sang raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah begitulah , si-A adalah manusia yang kalau mendapatkan mobil, motor , rumah ,dan kedudukan&lt;br /&gt;sibuk dengan kendaraan itu , tanpa sadar bahwa itu adalah titipan . Orang yang paling bodoh&lt;br /&gt;adalah orang yang punya dunia tapi dia tidak sadar bahwa itu titipan Allah , yang B mungkin&lt;br /&gt;adalah model kita yang ketika senang kita mengucap Alhamdulillah, tetapi ahli syukur yang asli&lt;br /&gt;adalah yang ketiga yang kalau punya sesuatu dia berpikir bahwa inilah kendaraan yang dapt&lt;br /&gt;menjadi pendekat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mempunyai uang dia mengucap Alhamdulillah , uang inilah pendekat saya kepada Allah , dia&lt;br /&gt;tidak berat untuk membayar zakat , dia ringan untuk bersadaqah , karena tidak akan berkurang&lt;br /&gt;harta dengan bersadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika sahabat ingin banyak uang ? sederhana saja rumusnya , pakailah uang yang ada untuk&lt;br /&gt;berjuang di jalan Allah, jangan heran jika rejeki datang melimpah , punya rumah ingin nikmat&lt;br /&gt;bukan masalah ada atau tidak ada AC, bukan masalah ukuran ,tetapi rumah yang nikmat adalah rumah&lt;br /&gt;yang menjadi kendaraan untuk mendekat kepada Allah , bangunlah rumah yang tidak membuat kita&lt;br /&gt;sombong , belilah acessories rumah yang membuat setiap tamu yang datang menjadi dekat kepada&lt;br /&gt;Allah, bukan ingat kepada kekayaan kita, pasanglah hiasan yang mebuat tamu kita ingat kepada&lt;br /&gt;kekuasaan Allah bukan kekuasaan kita , itulah rumah yang Insya Allah tenang dan barokah, tapi&lt;br /&gt;kalau rumah dipakai untuk pamer dan menginginkan kursi yang amat mewah , potret-potretnya yang&lt;br /&gt;tidak membuat ingat kepada Allah , malah ujub, riya takabur , tidak usah heran rumah itu semakin&lt;br /&gt;diminati pencuri, dan rumah yang diminati pencuri itu membuat strees bagi yang punya, dia harus&lt;br /&gt;menyewa alarm,menggaji satpam, di depan haru&lt;br /&gt;s ada anjing,coba kalau rumahnya ingat kepada Allah dia tidak akan sesibuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf kepada saudara-saudaraku yang kaya tidak apa-apa memiliki yang bagus , tapi usahakan&lt;br /&gt;setiap tamu yang masuk ke rumah bukan ingat kepada kita tetapi ingat kepada kekayaan Allah.Andai&lt;br /&gt;kita mempunyai jabatan , lalu bagaimana cara mensyukurinya ? gunakanlah jabatan itu agar&lt;br /&gt;karyawan kita dekat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesungguhan kita untuk mendidik anak lebih baik daripada, punya anak tetapi tidak tahu agama ,&lt;br /&gt;lalu bagaimana anak itu akan memuliakan ibu bapaknya ? ,ketika kita mati mereka hanya berebut&lt;br /&gt;harta warisan jangankan mensholatkan ibu bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang yang bersyukur yang adalah orang yang mendidik anaknya supaya dekat dengan Allah, di&lt;br /&gt;dunia nama orang tuanya terbawa harum karena anaknya mulia , di kubur lapang kuburnya karena&lt;br /&gt;doa anaknya , di akherat Insya Allah akan terbawa karena barokah mendidik anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci syukur yang keempat adalah berterima kasih kepada yang telah menjadi jalan nikmat,&lt;br /&gt;seorang anak disebut ahli syukur kalau dia tahu balas budi kepada ibu dan bapaknya , dimana-mana&lt;br /&gt;anak sholeh itu harum namanya , tapi anak durhaka tidak pernah ada jalan menjadi mulia sebab&lt;br /&gt;kenapa ? karena mereka tidak tahu balas budi. Benar orang tua kita tidak seideal yang kita&lt;br /&gt;harapkan , tetapi masalah kita bukan bagaimana sikap orang tua kepada kita , tetapi sikap kita&lt;br /&gt;kepada orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang budiman negeri kita dikatakan negeri bersyukur kalau sadar bahwa negeri&lt;br /&gt;ini adalah titipan dari Allah , bukan milik sesorang , bukan milik pahlawan , bukan milik&lt;br /&gt;siapapun yang membangun negeri, tapi negeri ini tidak ada pemiliknya selain Allah tapi kita&lt;br /&gt;episodenya hidup di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka syukuri , jangan minder jadi orang Indonesia yang disebutkan negara koruptor, tetapi&lt;br /&gt;justru kita yang harus bangkit untuk tidak korupsi ! dengan minder tidak akan menyelesaikan&lt;br /&gt;masalah.Kita harus bangkit !!, negara ini harus jadi ladang untuk mendekat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ada perasaan dongkol, sakit hati itu semuanya tidak akan menyelesaikan masalah tetapi&lt;br /&gt;justru akan menambah masalah , sekarang justru kesempatan kita menjadi bagian dari masalah atau&lt;br /&gt;menjadi bagian dari solusi , daripada sibuk mempermasalahkan masalah lebih baik mari kita&lt;br /&gt;sedikit demi sedikit menyelsaikan masalah, itulah namanya syukur nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sahabat-sahabat , salah satu tugas kita untuk mensyukuri nikmat adalah kita harus memilih&lt;br /&gt;pemimpin kita yang berakhlaq baik yang bisa membimbing kita , rakyat seluruh negeri ini menjadi&lt;br /&gt;orang yang baik-baik , kita membutuhkan suri tauladan yang baik , jangan pernah melihat orang&lt;br /&gt;dari topeng duniawinya tetapi lihatlah orang dari akhlaqnya karemna akhlaq adalah buah dari&lt;br /&gt;keimanan dan keilmuan yang diamalkan, harta , gelar , pangkat, jabatan dan kedudukan yang tidak&lt;br /&gt;menjadikan kemuliaan akhlaq seseorang , berarti dia telah terpedaya, kita tidak membutuhkan&lt;br /&gt;topeng , yang kita butuhkan adalah isi , dan isi inilah milik orang-orang yang ahli syukur&lt;br /&gt;kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan daripada kita memikirkan yang tidak ada , lebih baik mensyukuri yang ada Wallahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-58298281354845705?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/empat-rahasia-ahli-syukur.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7149760478491334163.post-7037100903424184985</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-27T20:11:06.246+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Religion</category><title>Doa Membangun Keluarga</title><description>Semoga Allah mengkaruniakan kita pendamping terbaik pilihan-Nya, sehingga perjuangan kita dalam meniti kehidupan berumah tangga senantiasa terasa indah dan menyejukan berkat pertolongan dan karunia Allah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berumah tangga bukanlah suatu hal yang mudah seperti halnya membalikan kedua telapak tangan. Jika tidak hati-hati dalam menitinya, baik dalam perencanaan maupun ketika mengarunginya, ia akan menjadi bagian dari sebuah penderitaan yang tiada bertepi bagi siapapun yang menjalaninya. Sejak awal, Allah Swt. memperingatkan kepada setiap orang beriman agar hati-hati dalam hal tersebut, firman-Nya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. At-Taghabun [64]:14).&lt;br /&gt;Ayat di atas menjelaskan, bahwa bisa jadi pasangan yang telah kita pilih untuk mendampingi hidup kita dan anak-anak yang dilahirkannya menjadi musuh bagi diri kita. Seorang suami yang seharusnya menjadi seorang pemimpin di keluarga malah menjadi koruptor karena bujukan istrinya yang terus menggerutu karena diperbudak segala macam keinginan. Ayah dan ibu terhancurkan kehormatan dan harga diri keluarganya karena perilaku dan akhlaq buruk yang diperlihatkan anak-anak yang dilahirkannya. Untuk itu, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memohon kepada Allah dengan segala kelemahan diri agar Ia menolong dan mengkaruniakan kita pendamping terbaik dan anak-anak yang shalih dan shalihah. Maka doa yang diperintahkan Allah dalam Alquran untuk hal tersebut adalah: "Wahai Tuhan kami! Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang memelihara dirinya (dari kejahatan)". (QS. Al-Furqan [25]:74).&lt;br /&gt;Ciri-ciri dari yang dimaksud oleh doa ini adalah istri yang menyejukan ketika dipandang, dapat menjadi tauladan bagi siapapun. Ia juga tidak akan pernah memperlihatkan wajah yang muram durja, berbicara ketus dan rona wajah yang menyeramkan. Akhlaknya akan terlihat jauh lebih indah dibanding kecantikan wajah dan tubuhnya. Akhlaqnya akan tercermin dalam perilakunya sehari-hari, baik terhadap suami maupun orang lain di luar keluarganya (tetangga), seperti senantiasa hormat meski suaminya berumur sama dengannya, atau senantiasa menghargai siapapun yang ia temui termasu anak kecil sekalipun. Kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa menyejukan, bersih dan tidak pernah ada yang melukai.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, meski ia terus beranjak tua dan berubah karena perjuangannya dalam melahirkan dan membesarkan anak-anaknya, namun ia akan tetap kelihatan cerah dan bersinar. Hal itu tiada lain karena cerminan dari suasana hati yang senantiasa bersih dan bening. Di samping itu, ia juga akan senantiasa bersyukur, menghadapi setiap kejadian dengan sabar dan yakin akan pelajaran dari Allah. Istri seperti ini tidak pernah meminta hal yang menjadi ketidakmampuan suaminya. Ia tidak pernah mau didahului bangun oleh suaminya, melainkan terlebih dahulu shalat dan munajat kepada Allah. Ia juga akan senantiasa memohon izin kepada suaminya untuk melakukan apapun yang akan ia kerjakan. Inilah sesungguhnya yang dimaksudkan dengan istri shalihah yang menjadi perhiasan paling berharga bagi para suami.&lt;br /&gt;Hal di atas tidak hanya berlaku bagi para suami atau siapapun yang berkehendak untuk menjadi suami, melainkan juga buat para istri atau yang berkehendak untuk menjadi seorang istri. Pernikahan bagi mereka harus menjadi ajang sebuah pelatihan guna meningkatkan kehati-hatian. Siapa pun yang berkehendak menuju momen ini, sangat dianjurkan untuk terus senantiasa berdoa kepada Allah dengan doa termaktub di atas. Doa ini harus betul-betul menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah memilih seorang laki-laki hanya dengan pertimbangan emosional belaka tanpa memperhatikan bagaimana akhlaq dan kepribadiannya. Calon suami yang baik dan senantiasa dapat membimbingnya harus menjadi bagian dari doa yang dipohonkannya kepada Allah, karena suami seperti inilah yang akan mendatangkan kebahagian yang hakiki bagi seorang istri. Ia akan memperhatikan apapun yang diinginkan oleh istrinya. Istri akan senantiasa menjadi orang spesial dalam benak dan kehidupannya. Suami seperti ini akan senantiasa bersih ketika mau berhadapan dengan istri dan memanggil dengan panggilan terbaik. Jika kondisi istri berubah secara fisik, karena perjuangannya mengurus rumah tangga, ia akan menghiburnya dengan keuntungan-keuntungan di akhirat. Ia juga akan menutup kejelekan-kejelekan yang dimiliki oleh istrinya serta merasa terus tertuntut untuk melakukan kewajiban yang benar.&lt;br /&gt;Tingginya derajat suami ditentukan oleh perjuangannya menjadi pemimpin rumah tangga, sehingga ia akan terus menuntut dirinya untuk senantiasa menjadi tauladan yang baik bagi keluarga yang dipimpinnya. Seorang suami pilihan Allah tidak pernah mau jadi beban bagi istrinya. Ia akan senantiasa memuji dan membuat istri senang, menjadikan kekurangan istrinya menjadi ladang amal untuk berlapang hati dan membantunya selalu berjuang untuk memperbaiki diri. Ia juga akan selalu berlapang dada bertukar pikiran membahas masalah-masalah yang ada di keluarganya dengan adil. Pada malam hari, ia akan mengajak istrinya untuk bermunajat menghadap Allah bersama-sama, meminta kepada Allah sebuah keluarga yang mendapatkan perlindungan-Nya pada saat tiada lagi perlindungan lain selain hanya dari-Nya dan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah, bahagia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;Rahasia dari semua itu adalah perjuangan maksimal untuk memiliki ilmu tentang hal tersebut. Ilmu inilah yang akan membangun kebahagiaan di rumah tangga. Dengan ilmu ini, seorang suami atau istri akan berbuat apapun dengan penuh keikhlashan dan merasa ridha dalam melayani dan berkhidmat terhadap pasangannya masing-masing. Waallahu A'lam***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7149760478491334163-7037100903424184985?l=embun-putih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://embun-putih.blogspot.com/2009/02/doa-membangun-keluarga.html</link><author>noreply@blogger.com (embun hati)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>